Gim PUBG alias PlayerUnkown’s Battlegrounds memang sedang naik daun. Kepopulerannya sebagai gim non-valve yang banyak dimainkan semakin menarik banyak peminat gim untuk mencoba dan mendalami gim yang satu ini.

Gim bertema survival alias bertahan hidup semacam PUBG pun semakin banyak dicari dan dibuat. seperti contoh lainnya adalah gim bernama Fortnite yang dapat dimainkan secara cuma-cuma alias free to play.

Para darwinis penganut teori survival of the fittest pastinya bakal sangat senang dengan konsep gim semacam ini: saling beradu, berkompetensi, menghancurkan, dan siapapun yang berhasil bertahan sampai akhir dialah pemenang. Lupakanlah sejenak berkooperasi bila kalian ingin bermain gim ini.

Ada 2 karya dari Jepang yang bakal mengingatkan kita pada konsep dari PUBG itu sendiri. Karya-karya tersebut tentunya sudah lahir terlebih dahulu sebelum PUBG menjadi populer di saat ini.

Penasaran? Yuk rekan-rekan virtual verbal! Kita bahas secara lebih banyak tentang 2 karya tersebut!

Battle Royale

Sampul dari komik Battle Royale, salah satu yang karya yang mengingatkan kita pada PUBG (talkingcomicbooks.com)

Cerita khayalan yang berkisah tentang bangkitnya era pemerintahan Neo-fasisme Jepang yang memegang tampuk kedaulatan negara Jepang. Ledakan populasi dan ketidaktersediaan lapangan pekerjaan yang memadai membuat rezim totalitarian resah. Terbitlah sebuah gagasan atau program yang ditujukkan bagi para generasi muda khususnya anak SMA bernama Battle Royale Act.

Program ini berisi tentang penekanan tingkat populasi generasi muda dengan mengirim salah satu kelas dalam sebuah SMA untuk saling membunuh satu sama lain di sebuah pulau terpencil. Para guru dan pihak militer akan mempersenjatai mereka untuk saling bantai, dan bagi salah satu murid yang berhasil hidup sampai semua teman sekelasnya mampus adalah pemenangnya dan berhak kembali ke dalam struktur masyarakat sekaligus berhak untuk tumbuh dewasa.

PUBG, Battle Royale
Illustrasi dari sampul komik Battle Royale (pinterest.com)

Semua murid yang menjadi peserta akan dipasang kalung pelacak yang berisikan bahan peledak, bagi mereka yang menolak untuk berperang dan membunuh, akan terdeteksi dan bisa dibunuh dari jarak jauh melalui kalung itu.

Ada batas waktu peperangan dan sistem navigasi zona terlarang yang akan berubah setiap waktunya. Sama seperti permainan PUBG, bagi para peserta yang tetap bersikukuh diam pada zona terlarang akan beresiko menghadapi kematian.

Sama seperti PUBG, dalam Battle Royale – pemain akan mendapatkan tambahan senjata disetiap petualangannya. Tambahan senjata yang didapatkan dari lawan yang sudah tewas – maupun tempat-tempat baru yang mereka jelajahi.

Karya dari manga Battle Royale itu sendiri dikerjakan oleh Taguchi Masayuki (bagian visual) dan Takami Koushun (pembuat cerita). Manga dari Battle Royale terbit pada tahun 2000 dan berakhir pada 2005.

Pada tahun 2000, Battle Royale pun diadaptasi dalam bentuk live-action dengan judul yang sama. Tatsuya Fujiawara dan Aki Maeda adalah aktor dan aktris yang memerankan peran utama dalam live-action tersebut.

Battle Royale, PUBG
Poster Film dari Battle Royale yang kisahnya mengingatkan kita pada PUBG

Setelah karya yang konsep ceritanya mirip PUBG ini sukses dalam bentuk manga dan live-action, 3 tahun kemudian, sekuel dari Battle Royale pun dirilis dengan judul Battle Royale II.

PUBG, Battle Royale
Salah satu screenshot dari film Battle Royale

Konsep regulasi, sistem navigasi, dan pemenang dari Battle Royale memang memiliki kemiripan yang sangat signifikan dengan gim PUBG. Hal inilah yang bakal membuat orang-orang yang sudah menonton dan membaca Battle Royale merasa familiar dengan konsep yang PUBG tawarkan dalam permainannya.

Btooom!

Btooom! bercerita tentang seorang pemuda pengangguran berumur 22 tahun bernama Sakamoto Ryouta. Kegiatannya hanya mengurung diri setiap hari di kamarnya sembari bermain gim survival bernama Btooom!

PUBG, Btooom!
Ryouta dan Himiko, sang hero dan heroine dari Btooom! (zerochan,net)

Tak ada senjata api, baik itu laras pendek dan panjang dalam permainan Btoom! Pemain bermain secara beregu hanya dengan mengandalakan bermacam jenis bom. Preferensi dari bom memiliki kemampuan dan tingkat ledakan yang berbeda-beda, kejeniusan pemain dalam memilih bom dalam bermacam map adalah faktor yang penting dalam gim ini.

PUBG, Btooom!
Sejumlah jenis bom dalam narasi Btooom! (ongoingworlds.com_

Setelah berkonflik dengan ibunya, Ryouta pergi ke minimarket untuk jajan. Di jalan, ia diculik oleh sekelompok orang tak dikenal. Ketika tersadar, ia sudah berada di sebuah pulau terpencil dan dipaksa saling membunuh dengan orang-orang asing yang tidak pernah ia kenal.

Ternyata, ia tersadar bahwa ia dipaksa memainkan permainan Btooom! dalam bentuk nyata, tentu saja bila game over, Ryouta tidak bisa respawn, karena nyawanya cuman 1 di dunia nyata.

Berbeda dari gim daring Btooom! – Ryouta tak akan bisa berkooperasi karena siapa yang bisa saling mempercayai secara serampangan dalam kondisi nyawa sebagai taruhannya?

Dari segi konsep permainan, memang Btooom! dan PUBG memilki regulasi yang berbeda. Lalu apa yang membuat Btooom! mengingatkan kita pada PUBG? Tentu saja konsep survival yang dibawa ke dalam gim itulah yang membuat kita mengingatkan Btooom! pada PUBG.

Sebuah karya yang menceritakan sebuah gim daring bertajuk survival, situasi dimana manusia dipaksa untuk hidup dengan melenyapkan nyawa seseorang, suka tau tidak suka, mau atau tidak mau. Bagi yang menolak narasi itu, harus enyah dari muka bumi.

PUBG, Btooom!
Salah satu cuplikan dari anime Btooom! (btooom.wikia.com)

Serial manga Btooom! dibuat oleh Inou Junya, pertama kali terbit pada tahun 2009  dan sampai hari ini status manga-nya masih ongoing alias belum selesai. Btooom! diadaptasi dalam bentuk anime pada musim gugur tahun 2012 dan memiliki jumlah episode sebanyak 12 episode.