Naruto Shippuden adalah anime legendaris yang sudah dikenal di seluruh dunia, seri Naruto pun berlanjut ke Boruto: Naruto Next Generations, tapi sayang cerita yang disuguhkan di anime Boruto sangat membosankan dan mengecewakan bagi para penggemar Naruto.

Terus kenapa sih anime Boruto tidak sebooming anime Naruto? Berikut 3 Alasan Kenapa Anime Boruto Sangat Membosankan dan Mengecewakan versi Virtual Verbal.

1. Cerita yang Bertele-Tele dan Latar Belakang Kehidupan Keduanya Jauh Berbeda

Boruto dan Naruto Kecil

Setiap episode yang diceritakan di anime ini sangatlah bertele-tele dan membosankan, ya coba pikirkan, untuk menyelesaikan arc pertamanya saja membutuhkan 10 episode baru cerita mulai nambah serius. Pola cerita ini pun terus berulang-ulang.

Contoh di arc pertama, masa kita terus diperlihatkan berulang-ulang teman Boruto “kemasukan” aing Nue, terus akhirnya dikasih khotbah sama Boruto langsung sembuh, dan ini kejadiannya berulang-ulang ya tentu pasti membosankan.

Episode selanjutnya pun terus sama membosankan sampe ke cerita Time Traveller, yaitu Boruto balik ke jaman Naruto masa kecil, ya disini mulai diminati lagi anime itu ya karena kita pengen ngeliat gimana Naruto masa kecil ketemu Boruto, ya intinya kita pengen liat Naruto lagi, setelah arc ini ceritanya pun masih membosankan.

Naruto dan Boruto

Latar belakang Boruto dan Naruto jauh berbeda. Dimana Di Naruto diceritakan tentang perjuangan Naruto meraih impian menjadi hokage. Mulai dari masa kecil Naruto seorang anak yatim piatu, yang juga dibenci dan dijauhi oleh hampir seluruh warga desa, lalu akhirnya menjadi seseorang yang paling di segani dan dihormati sedesa konoha.

Sementara latar belakang Boruto menggambarkan anak-anak muda masa kini. Khususnya anak-anak pejabat. Dimana mereka kaya, terpandang, maka jangan heran Boruto dan teman-temannya diceritakan sangat dimanja oleh orang tuanya.

Ceritanya Boruto itu pengen ngebuktiin bahwa dia bukan hanya anak seorang pejabat. Ya intinya Boruto pengen keluar dari bayang-bayang bapaknya yaitu Naruto dan pengen cari perhatianlah.

2. Teknologi yang Kurang Masuk dengan Setting Ceritanya

Teknologi Ninja

Teknologi di anime Boruto sudah sangat maju dan untuk dunia ninja pun sudah sangat dipermudah dengan adanya Ninja-tech atau teknologi ninja. Tapi semua teknologinya tuh gak masuk ke setting ceritanya.

Dengan teknologi ninja yang semakin maju di anime ini, membuat banyak orang bisa menggunakan berbagai jutsu tanpa perlu berlatih keras, hanya perlu menggunakan Ninja-tech semua orang bisa mengeluarkan jutsu apa yang mereka inginkan. Intinya jaman kemudahan untuk menjadi ninja.

Dan bukan gak mungkin bakalan ada teknologi seperti mata yang bisa melihat tembus pandang seperti Byakugan atau mata yang dapat melihat atau meniru gerakan musuh seperti Sharingan.

Attack on Titan

Setting cerita dari anime tersebut sangat-sangat tidak pas dengan teknologi yang ada, contohlah anime Attack on Titan mereka sangat pas dengan setting cerita pada masa Interbellum/perang menyatukan teknologi perkembangan seperti kapal perang dengan kereta jaman 80-an membuat ceritanya pas, seimbang dan tidak terlalu maksa.

Bandingkan setting Boruto yang terlalu maksa dengan teknologi-teknologi yang langsung canggih, intinya di anime ini terlalu cepat perkembangan teknologinya dengan setting cerita yang kurang masuk dengan teknologi yang ada, membuat anime ini agak aneh untuk diterima,

3. Masashi Kishimoto Bukan yang Mengarang Jalan Cerita

Masashi Kishimoto

Setelah tahun 2014 anime Naruto tamat Masashi Kishimoto memutuskan untuk tidak melanjutkan cerita dari Naruto. Tapi Masashi Kishimoto memutuskan untuk dua orang kepercayaannya untuk melanjutkan cerita Naruto yaitu Ukyo Kodachi sebagai pengarang cerita dan Mikio Ikemoto sebagai orang gambar atau memvisualisasikan cerita di manga.

Mereka membuat karakter baru untuk melanjutkan serial Naruto, yaitu membuat anaknya Naruto. Apakah cerita yang yang dibuat Ukyo berhasil? tentu saja tidak, dengan banyak tanggapan negatif dari cerita yang dibuat Ukyo dan kurang menarik membuat banyak orang sangat kecewa dengan seri lanjutan Naruto buatannya.

Sarada

Untuk gambar di manga sendiri Mikio masih banyak dikritik oleh fans Naruto tapi mungkin ini masalah selera masing-masing karena gaya gambarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan Masashi Kishimoto, ya tapi banyak yang mengkritik tentang karakter Sarada dan Chocho, yang terlalu seksi dalam penggambarannya untuk anak seumurannya.

Itulah alasan kenapa anime Boruto sangat membosankan dan mengecewakan bagi para penggemar Naruto versi Virtual Verbal.