Walaupun stasiun televisi tidak sebanyak hari ini, serial pahlawan fiktif dan bermacam program anak lainnya di era 90-an memang cenderung variatif. Selain dihiasi oleh Tokusatsu dari Jepang, negeri yang dikenal dengan teori konspirasi 9/11 alias Amerika Serikat pun program televisinya tidak luput disiarkan di Indonesia.

Berbeda dengan serial-serial televisi AS yang sekarang cenderung membawa sentimen agama dan ras sebagai tokoh antagonis, serial pahlawan fiktif AS di zaman itu memilih untuk memakai antagonis fiktif seperti Alien dan Virus Komputer sebagai musuh bebuyutan mereka.

Seperti judul yang diusung, berikut adalah daftar serial pahlawan fiktif AS yang pernah tayang dan terlupakan di Indonesia:

Tattooed Teenage Alien Fighters from Beverly Hills

Serial fiktif AS
sumber foto: cdn2us.denofgeek.com

Memakai kaos singlet ketat warna-warni dan (lagi) memakai topeng warna-warni yang bagian mulutnya seperti didempul dengan cat warna perak, ya itulah Tattooed Teenage Alien Fighter from Beverly Hills. Lagu pembukanya pernah diIndonesiakan menjadi “Tattooed Teenage pembasmi Alien dari Beverly Hills” oleh salah satu televisi swasta Indonesia di zaman dulu kala.

Alkisah, di Beverly Hills, California, AS yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban anak muda Amrik diserang oleh sekelompok Alien. Nimbar Sang Alien yang mengklaim dirinya baik merekut 4 bocah SMA untuk membasmi Alien jahat dengan katalis kekuatan berupa tatto.

Nah, berubahlah mereka semua menjadi kesatria yang kostumnya mungkin hanya akan membuat para muda-mudi milenial tertawa terbahak-bahak. Padahal, dulu prajurit warni-warni itu mungkin pernah menjadi idola para mantan remaja yang kebanyakan sekarang sedang menggendong anak ataupun sedang berusaha menabung cicilan bangunan di Meikarta.

Acara ini tayang di AS pada tahun 1994-1995 dan memiliki 40 episode. Tayang di Indonesia kurang lebih beberapa tahun setelah penayangannya di AS karena membeli film baru yang sedang ongoing jauh dari kata cuan.

Superhuman Samurai Syber Squad

Serial Pahlawan Fiktif AS
sumber foto: cdn2us.denofgeek.com

Banyak yang mengira ini Ultraman dari Amerika. Tapi ternyata, dia gugur dari kategori Ultraman karena setelah 3 menit bertarung, lampu neon di dadanya tidak ajeb-ajeb. Tampangnya mirip Ultraman dikarenakan serial ini terprakarsa atas kerjasama antara Tsuburaya Productions (pemegang hak cipta Ultraman), Ultracom, dan DIC entertainment.

Berawal dari cinta segitiga bocah SMA antara Sam, Jennifer, dan Malcolm yang puncaknya adalah Sam berhasil mendapatkan nomor telepon Jennifer dengan trik sulap murahan. Malcolm yang terbakar api cemburu berencana untuk mengagalkan acara telepon-teleponan mereka berdua.

Malcolm yang kebetulan memang jago menggambar monster tiba-tiba didatangi oleh Kilokahn Sang Kepintaran Buatan jebolan program militer pentagon yang ingin membuat onar dan mengacau jaringan internet dan komunikasi. Kilokahn menawarkan untuk menghidupkan monster-monster buatan Malcolm untuk mengacau jaringan yang berarti dapat juga mengacau acara Sam dan Jennifer mesra-mesraan sembari teleponan, lahirlah permufakatan kejahatan!

Alhasil, Sam dan Jennifer yang sedang teleponan pun kelabakan. Sam yang kesal tiba-tiba tersedot ke dunia internet sembari mendapatkan jam tangan aneh yang tidak bisa ia lepas di tangannya. Berubahlah ia secara ajaib menjadi Superhuman Samurai, pendekar berkostum yang mirip Ultraman namun lampu di dadanya tidak pernah ajeb-ajeb sampai 53 episode.

Superhuman Samurai Syber Squad tayang pada tahun 1994-1995 di Amerika Serikat. Ya, kurang lebih hadir di Indonesia beberapa tahun setelahnya.

Big Bad Beetleborgs

Serial pahlawan fiktif AS
sumber foto: tearaway.co.nz

Sama seperti Mighty Morphin Power Ranger yang diadaptasi dari serial Super Sentai, Big Bad Beetleborgs adalah serial pendekar kaleng yang diadaptasi dari pahlawan kaleng Jepang berjudul Juuko B-Fighter.

Bedanya, versi Amrik ini mengadaptasi jalan ceritanya menjadi lebih tersegmentasi pada anak-anak dengan menjadikan 3 anak sekolahan menjadi tokoh utamanya. Narasi cerita dalam Big Bad Beetleborgs pun berbeda dari Juuko B-Fighter.

Bercerita tentang 3 bocah sekolahan yang iseng-iseng mampir ke rumah tua. Bagaikan Aladin yang menemukan Jin Lampu, mereka pun bertemu Flabber, semacam roh halus berwujud badut yang mengaku bisa mengabulkan satu permintaan mereka.

Karena mereka lebih suka membaca komik daripada menjadi kaya, mereka pun memohon untuk menjadi pahlawan super dari komik favorit mereka: Big Bad Beetleborgs. Permintaan mereka pun dikabulkan oleh Flabber. Namun, konsekuensi dari menjadikan nyata tokoh komik itupun harus dibayar dengan resiko: Evil Vexor dan pasukan Magnavores, antagonis dari komik pun ikut menjadi nyata.

Apa daya, bocah-bocah itupun menghiasi harinya dengan menjadi pelajar dan membasmi para monster-monster itu dengan kekuatan Beetleborgs. Capek sekolah, harus berubah pakai baju kaleng zirah untuk melawan monster, parah!!!

Akhirulkalam

Itulah beberapa serial Pahlawan Fiktif produksi AS yang pernah menghiasi layar kaca dan khayalan bocah-bocah 90-an. Penuh dengan adegan tonjokkan dan tendangan. Namun, dampaknya tak separah bocah 90-an yang menirukan tendangan Liu Kang dan signature move-nya Undertaker yang bernama The Last Ride.

Ya, mungkin lebih baik menirukan nyanyian Despacito dan goyang Baby Shark daripada meniru gerakan-gerakan berbahaya. Tapi, liat keadaan ya gaes kalo mau nyanyi gituan, nanti kalo nyanyinya terlalu keras dan gak liat kondisi sekitar, mungkin bisa jadi ada generasi 90-an yang tiba-tiba datang menyambangi kalian dengan tendangan Liu Kang.