Seperti yang kita ketahui, semakin kesini arah perkembangan teknologi semakin tidak terkontrol, tidak terkecuali teknologi di dunia video games. Semakin maju namun meninggalkan masalah baru yang tidak bisa dianggap sepele.

Jika mengingat masa-masa dimana teknologi sedang berkembang dulu, banyak perbedaan yang membuat bermain game menjadi tidak sesimpel dulu. Semakin kesini bermain game menjadi semakin tidak simpel alias ribet!

Apa sajakah alasan dibalik permasalah tersebut? Kenapa bermain games sekarang tidak simpel lagi seperti dulu? Penulis mendapatkan berapa hal penting dan akan coba membahasnya untuk kamu.

Harga

Kamu pasti mulai berfikir kalau bermain game saat ini menjadi sebuah hobi yang bisa dibilang mahal, karena berbeda dengan di zaman PlayStation 1 dulu. Kita harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk memenuhi hasrat bermain games. Sebenarnya itu disebabkan oleh ongkos produksi yang semakin melonjak, ditambah games nya sendiri yang dibuat semakin kompleks.

Akibat nya harga penjualan pun harus disesuaikan dengan modal yang harus dikeluarkan dan akhirnya berimbas kepada harga jual yang menjadi mahal bagi kita yang hidup di negara berkembang.

Namun terkadang harga mahal tidak berbanding lurus dengan kualitas yang dihasilkan, sehingga menghasilkan kekecewaan bagi gamers yang sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk sebuah games.

Kebutuhan Koneksi Internet

Sudah bukan rahasia lagi kalau kita hidup di zaman digital dimana internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Rasanya sehari saja tidak menggunakan internet seperti ada yang kurang di kehidupan kita. Namun, tidak hanya kehidupan kita yang membutuhkan internet, main game saja sekarang harus ada koneksi internet!

Beberapa developer games banyak yang sudah mengharuskan gamers untuk siap sedia koneksi internet, entah itu untuk update bug, download content, multiplayer, maupun games yang always online.

Memang tidak ada yang salah dengan penggunaan koneksi internet seperti ini. Kita jadi bisa bermain bersama gamers tanpa mengenal ruang dan waktu, kapan saja dimana saja.

Namun jadi suatu permasalahan besar bagi gamers yang tidak memiliki koneksi internet yang memadai. Alih-alih ingin bermain games dengan nyaman, malah dipusingkan dengan urusan koneksi yang putus nyambung.

Update Menjadi Sebuah Kewajiban

Kebutuhan untuk mengupdate game pasti dirasakan karena memang semakin ciamiknya visual dan luasnya dunia yang dikembangkan oleh sebuah developer games, semakin banyak pula pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan setiap game keluaran terbaru tersebut berjalan sesuai target yang diinginkan.

Namun tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu juga di games. Sebaik dan sedetail apapun pengerjaannya, games sekarang selalu akan meminta update untuk optimisasi gamesnya.

Tidak jarang update tersebut sampai puluhan gigabyte. Ujung-ujungnya koneksi internet lagi yang dibutuhkan. Zaman dulu, ada update-update games seperti ini?

Grafis & Konten Yang Menggila

Pernahkah kamu berfikir bahwa akhir-akhir ini untuk menamatkan satu judul game saja dibutuhkan waktu yang sangat lama? Baiklah hal itu tidak berlaku bagi hardcore gamers dengan metode main yang speed run. Nah bagaimana dengan gamers yang casual atau gamers yang bermain games memang untuk melepas penat?

Grafik dan konten yang dibuat sebagus mungkin bertujuan untuk long time playing. Grafik yang bagus dibuat untuk memanjakan gamers yang memainkannya, konten yang bejibun dibuat untuk membuat gamers betah lama-lama memainkannya dan tidak rugi membeli games yang mahal.

Namun apakah esensi dalam bermain games hanya di grafik dan konten saja?

DLC, Season Pass, Lootbox, Microtranscactions

Berbagai macam cara dilakukan di industri games saat ini untuk menghasilkan uang dari games yang dibuat oleh developer games (monetasi). Monetasi yang dilakukan semakin tidak terkendali dan penulis rasa sudah tidak wajar.

Bayangkan saja, seperti contoh untuk kostum dari seorang protagonis di sebuah games kita harus membeli nya? Apa faedahnya beli kostum yang tidak pengaruh sama jalannya game keseluruhan?

Ini mungkin menjadi hal paling kontroversial di industri game saat ini, padahal penggunaan kata DLC maupun Season Pass bisa dibilang ‘menipu’ karena sesungguhnya konten tersebut sudah menjadi bagian dari games yang dijual, namun dipecah dan dijual secara terpisah dengan tujuan untuk meraup keuntungan yang lebih besar dari game yang mereka buat.

Memang bisa dimaklumi karena pada dasarnya industri games merupakan sebuah bisnis, namun bila terus dibiarkan ataupun malah didukung, langkah ini malah bisa semakin merusak perkembangan industri game di masa depan.

Belum lagi masalah baru yang sedang hangat-hangatnya terjadi, yaitu soal LootBox item ataupun armor kuat yang biasa kita bisa temukan dengan cara cukup memainkan gamenya saja dulu. Kini dipersulit dengan sengaja agar mau tidak mau gamers harus membeli secara langsung menggunakan uang asli demi mendapatkan konten yang seharusnya sudah menjadi bagian dari game tersebut.


Itulah alasan-alasan yang penulis rasa menjadi sebuah ketidaksimpelan dalam bermain games saat ini dibandingkan zaman dulu. Walau bagaimanapun kita sebagai konsumen saat ini hanya bisa mengkonsumsi saja. Semoga saja artikel ini bisa menjadi sebuah pengingat dimana selain dampak positif yang kita dapatkan dengan kemajuan teknologi ini, tentunya akan ada dampak negatif yang akan kita hadapi.