Sebagai gamer pelajar, sekolah merupakan hal yang wajib dijalani, setiap hari harus berjuang menghadapi guru killer, bangun pagi agar tidak telat, hingga mengerjakan pekerjaan rumah disaat kita lagi malas-malasnya belajar dan mengerjakan PR. Namun, disela-sela keseharian pelajar yang menjenuhkan ini ada saja kelakuan gamer pelajar yang unik untuk bisa bermain di warnet.

1. Selalu Berusaha Mendapatkan Dispensasi dari Sekolah untuk Bermain Di Warnet.

Salah satu hal unik yang dilakukan oleh gamer-gamer yang masih pelajar ialah selalu berusaha mencari dispensasi dari sekolah untuk bermain ke warnet. Kebiasaan gamer pelajar ketika masih duduk dibangku sekolah selain belajar tentu saja mencari ekstrakulikuler, salah satu spesifikasi yang harus dimiliki ekstrakulikuler ialah sering dispensasi. Selalu mencari ekstrakulikuler yang sering mengadakan dispensasi, ketika para atlit ekstrakulikuler sibuk bertanding, kita sibuk mencari celah agar dapat pergi bermain ke warnet di waktu jam sekolah.

Tentu saja ikut ekstrakulikuler hanya sebuah formalitas bagi seorang gamer, selain mencari kecengan disebuah ekstrakulikuler, dalam setiap kegiatan ekstrakulikuler, para gamer hanya berperan sebagai tim ceria, dimana selalu bercanda dan tidak pernah fokus pada ekstrakulikuler yang dijalan. Tapi tentu saja ketika datang saat-saat dimana banyak sekali pertandingan antar sekolah, para gamer ini merupakan salah satu yang paling antusias dan sibuk mencari celah agar dapat mendapatkan libur dispensasi dari sekolah, tidak usah ditanya, biasanya pelajar seperti ini mempunyai ranking pas-pasan dikelasnya, yang penting naik kelas saja sudah menjadi sebuah kabar baik.

2. Pergi Sekolah Telat, Pulang Sekolah Cepat.

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi seorang gamer dimana setiap hari selalu saja tidur telat biasanya jam 10 malam atau bahkan jam 12 malam, sehingga tiap hari selalu saja datang telat ke sekolah, sehingga sudah menjadi langganan amarah para guru. namun dibalik malasnya seorang gamer pergi ke sekolah, gamer pun gesit dalam hal pulang sekolah. Ketika bel sekolah belum berdering biasanya para gamer sudah siap sedia untuk mencuri start keluar kelas terlebih dahulu, dimana para gamer selalu melihat jam dinding dimana waktu bel pulang sekolah seharusnya sudah atau siap berbunyi.

Kadang kalanya ada saja kelakuan para gamer ini yang benar-benar peka dan cekatan. Apabila bel belum berbunyi ketika waktu yang sudah seharusnya bel sekolah berbunyi, biasanya para gamer berteriak pada guru yang sedang mengajar: “Pak, harusnya sekarang sudah waktunya pulang udah jam 1 siang.” Ya, kurang lebih seperti itu, datang sekolah telat, namun pulang paling cepat.

3. Pura-Pura Sakit Saat Sekolah.

Senjata pamungkas para gamer yang satu ini benar-benar mutakhir sekali VirtualVriends. Seperti yang sudah disebutkan diatas sebelumnya, kurangnya tidur merupakan salah satu penyakit khas para gamer, sehingga para gamer membutuhkan waktu tidur ketika berada di sekolah. Kadang kalanya para gamer berusaha untuk pura-pura sakit agar bisa masuk ke ruang kesehatan dan istirahat di waktu-waktu tertentu. Tentu saja yang membuat shock ialah ketika masuk ruangan kesehatan ternyata banyak sekali gamer yang sudah terbaring disana, sehingga terpaksa para gamer yang tidak mendapatkan spot tempat tidur harus mencari lapak baru, biasanya para gamer yang tak kebagian spot ini selalu mencari mushola/mesjid disekolah dan tidur disana.

Yang unik ialah apabila guru secara tiba-tiba lewat mushola/mesjid biasanya para gamer selalu berpura-pura melakukan sholat dhuha, agar tidak mendapatkan marah dari guru yang mungkin saja melihat mereka ketika melewat. Biasanya masih banyak spot-spot yang dijadikan tempat tidur para gamer seperti ruang kesenian, ruang biologi, kantin, dan sebagainya tergantung kesukaan masing-masing.

4. Selalu Meminta Makanan Teman Pada Saat Istirahat.

Sebagai seorang pelajar, tentu uang saku harus digunakan sehemat mungkin supaya dapat bermain lama di warnet, hal yang biasanya yang dilakukan ialah dengan tidak membeli makanan saat jam istirahat. pergi kesana kemari mencari dan meminta makanan teman layaknya kucing yang imut dan manis berharap dapat makan dari seorang majikan. Ya, itulah salah satu kelakuan gamer yang hampir 100% uang sakunya digunakan untuk bermain di warnet. Bagi seorang gamer yang tampan seperit penulis, bukan hal yang sulit meminta pada teman apalagi teman perempuan dikelas, tentu saja mereka kadang kalanya rela membagikan makanan mereka. Namun, kadang kala ada juga gamer-gamer yang menghemat uang mereka dengan membawa bekal ke sekolah.

VirtualVriends tak usah kecewa disini, VV kasih tips dan trik yang lebih profesional lagi, yaitu meminta uang receh kepada setiap teman dikelas. Kadang kalanya ada seorang gamer yang meminta uang receh 500 rupiah kepada setiap temannya dalam satu kelas, apabila harga mie baso di kantin seharga 5000 rupiah maka dia akan berusaha meminta 500 rupiah kepada 10 orang temannya agar dapat membeli satu porsi baso di kantin, sehingga uang tetap utuh namun perut kenyang, mantap!

5. Mengkorupsi Uang Iuran Sekolah.

Gamer Pelajar

Ini merupakan kelakuan unik tingkat ekstrim yang biasanya dilakukan seorang gamer pelajar, ada kalanya para pelajar selalu saja haus akan item mall dalam game yang harganya sangat-sangat mahal. Tentu saja keterbatasan uang dan belum mempunyai sebuah pekerjaan membuat para gamer pelajar kesulitan dalam hal finansial, sehingga kadang kala satu satunya cara mendapatkan item rare yaitu dengan mengkorupsi sebagian dana uang iuran sekolah dan mengalokasikan dana tersebut sebagai sebuah investasi dalam game.

Tentu saja pada akhirnya, ada saja alasan para gamer ketika ditanya oleh orang tua mereka habis kemana uang iuran tersebut, sebagian gamer mungkin berkata terpakai membeli buku LKS alias Lembar Kerja Siswa, dipakai untuk kegiatan berenang, atau mungkin berkata dipakai untuk nonton film bioskop bersama pacar dimana ketika kamu berkata seperti itu orang tuamu pasti bertanya-tanya siapa pacarmu dan memaksamu untuk membawa pulang pacarmu dan mengenalkan pada orang tuamu, yang pada kenyataannya para gamer biasanya seorang forever alone yang sudah menjomblo sejak jaman dahulu kala.