Ramadhan merupakan bulan yang dimuliakan oleh komunitas muslim di seluruh dunia. Berbagai selebrasi dan gaya hidup pun seraya diselaraskan dengan kehadiran bulan ini. Bagi yang suka membaca atau ingin menghabiskan waktu senggangnya dengan membaca novel, Virtual Verbal memiliki beberapa rekomendasi novel yang sangat cocok dibaca di bulan Ramadan.

Berikut adalah 5 novel rekomendasi untuk dibaca di bulan Ramadan, pilihan Editor.

Magus (2010) karya Mahardhika Zifana

Ramadan
Dokumentasi penulis

Bagi yang suka dengan petualangan berbau detektif, novel yang satu ini bakal sangat cocok bagi Anda. Membaca novel ini akan mengingatkan kita tentang novel-novel Dan Brown beserta teka-teka penuh misteri dan teori konspirasinya.

Yang membuatnya berbeda, tema besar yang dibawanya menyangkut dengan sejarah penyebaran Islam di Nusantara, khususnya tentang teka-teki seputar misteri dari Mesjid Menara Kudus. Rafka, sang protagonis utama dalam novel ini harus berhadapan dengan gerakan okultis elit bernama Golden Dawn.

Golden Dawn tertarik untuk mendapatkan batu yang dibawa Sunan Kudus dari Palestina yang konon dijadikan sebagai fondasi dari Mesjid Menara Kudus. Rafka, seorang Linguis muda pun harus berpacu dengan waktu untuk membuka misteri dari lokasi batu tersebut sebelum Golden Dawn bisa mendahuluinya.

Bermacam godaan pun akan hadir meliputi Rafka yang seakan menguji keimanannya. Dapatkah Rafka menghentikan Golden Dawn yang tak segan untuk menghabisi siapa saja yang menghalangi jalan mereka?

Student Hidjo (1919) karya Mas Marco Kartodikromo

RamadanDokumentasi penulis

Menceritakan tentang seorang pelajar yang akan menempuh jenjang pendidikan tinggi di negeri Belanda pada era kolonialisme Belanda di Nusantara. Pelajar itu bernama Hidjo, yang merupakan seorang anak dari saudagar muslim yang disuruh ayahnya untuk mengemban pendidikan di negeri Belanda, dengan harapan agar kedudukannya sebagai manusia bisa disamakan dengan regent-regent dan bangsawan yang rata-rata mendapatkan pendidikan yang tinggi di negeri Belanda.

Rencana perjalanannya pun melahirkan dilema. Terutama dilema perpisahan Hidjo dengan tunangannya bernama Raden Adjeng Biroe. Kepercayaan antara kedua sejoli ini harus diuji oleh rentang jarak dan waktu.

Di negeri Belanda, Hidjo pun bertemu dengan gadis Belanda yang sangat antusias dengan kultur Jawa. Gadis itu bernama Betje. Si Noni Belanda ini sangat tergila-gila dengan Hidjo, sang pria Jawa yang seakan memenuhi kriteria pria idamannya.

Hidjo yang terkenal alim dan “tidak suka macam-macam” dengan perempuan pun berupaya untuk menghindari Betje. Pada babak inilah, Hidjo terus digempur oleh kebudayaan Eropa yang seakan mengajaknya berpetualang ke sebuah pencarian jati diri yang cukup rumit dan berbelit.

Dapatkah Hidjo menyelesaikan studinya? Bagaimana cara Hidjo menyikapi cara hidup masyarakat Barat?

Narasi yang dibawa novel ini akan mengingatkan kita pada kultur masyarkat sekarang yang memang sangat suka dengan kebudayaan Barat dan kadang “kebablasan”. Penggunaan kebudayaan Barat yang salah tempat di Student Hidjo akan mengingatkan kita pada kehidupan sehari-hari masyarakat di zaman sekarang.

Uniknya, sentilan-sentilan perihal godaan dari Barat pun dibumbui dengan semangat kemerdekaan yang mencoba menginspirasi kaum terjajah untuk mendapatkan hak yang setara dengan kaum penjajah. Tentunya, novel dengan narasi seperti ini akan membangkitkan semangat kemerdekaan masyarakat Nusantara pra-Indonesia yang menjadi tujuan awal lahirnya novel ini.

Edward dan Tuhan (1969) karya Milan Kundera

Ramadan
Dokumentasi penulis

Edward dan Tuhan (Eduard and God) merupakan salah satu kumpulan cerita pendek yang tergabung dalam antologi berjudul Laughable Loves besutan Milan Kundera. Kumpulan cerpen ini bertema komedi tragis (tragicomedy) dengan nuansa percintaan.

Berlatar rezim komunis di tahun 1960-an yang merupakan masa-masa transisi  kepemimpinan Stalin yang diteruskan oleh Malenkov. Di zaman ini, krisis keagamaan memang sedang marak di wilayah kekuasaan Uni Soviet, terutama terhadap institusi gereja.

Edward, seorang Guru yang skeptis terhadap agama terpaksa berpura-pura menjadi seorang yang alim. Hal ini dilakukan Edward untuk mendekati Alice, si gadis penganut Katolik yang taat. “Percayakah kau kepada Tuhan?” Hal itulah yang ditanyakan Alice kepada Edward sehingga membuat Edward jadi rajin beribadah.

Edward tak kehilangan akal, tujuan untuk menikmati tubuh Alice pun terus berjalan beriringan dengan tindak-tanduknya yang seakan alim. Namun, sosok konkret Tuhan yang melarang perzinahan pun seakan terlukis masuk ke dalam sanubari Edward, sediki demi sedikit.

Kisah ini berakhir dengan cukup absurd dan cukup mengejutkan. Seperti apakah akhir kisah antara Edward dan Alice?

Meskipun bertema Katolik, semangat perihal godaan yang juga menjangkit komunitas Muslim (dalam konteks ini perihal perzinahan) masih sangat relevan dibaca dan direnungkan, khususnya di bulan Ramadan.

Kamus Khazar (1984) karya Milorad Pavic

RamadanDokumentasi penulis

Walaupun berjudul kamus, karya ini sebenarnya termasuk pada golongan novel. Karya Milorad Pavic ini bakal memberikan banyak kejutan dan teka-teki yang seakan dituntut untuk dipecahkan di dalam Kamus Khazar.

“Tuhan tidak berkenan dengan perbuatan-perbuatanmu, melainkan niatmu,” kalimat tersebutlah yang muncul dalam mimpi seorang Raja dari suku Khazar yang seolah menghantui kehidupannya. Raja tersebut pun memanggil tiga orang ahli yang mewakili 3 agama Samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam) untuk menerjemahkan arti dari mimpi sang Raja Khazar. Barangsiapa yang mampu memberi jawaban yang memuaskan, maka bangsa Khazar pun akan berniat untuk berpindah keyakinan kepada agama dari sang Pemberi Jawaban.

Namun, bukan jawaban dari polemik itu yang akan membuat novel ini menarik. Tulisan-tulisan penuh kearifan yang seolah mendamaikan ketiga agama inilah yang membuat novel ini menarik. Kesimpulan seperti: perbedaan adalah fitrah akan ditemukan bagi para pembaca yang teliti meresapi novel ini.

Novel ini sangat menarik, karena tidak perlu dibaca dari awal hingga akhir. Pavic mengajak pembaca untuk membaca dari sesi (Merah untuk versi Kristen, Hijau untuk Islam, dan Kuning untuk Yahudi) yang menurut pembaca paling menarik.

Tak hanya itu, Pavic menyediakan dua versi Khamus Khazar; versi feminin untuk pembaca perempuan dan versi maskulin untuk pembaca laki-laki. Harapan Pavic dengan kedua versi ini adalah pembaca perempuan dan laki-laki pada akhirnya bisa berdiskusi dengan dua perspektif yang berbeda setelah membacanya.

Musyawarah Burung (1177) karya Fariduddin Attar

Ramadan

Sumber: abebooks.com

Fabel petualangan karya salah satu Sufi besar bernama Fariduddin Attar. Karyanya yang satu ini masih terus diperbincangkan sampai saat ini.

Attar membicarakan pengalaman spiritualnya dengan rangkaian alegori berupa fabel yang menceritakan migrasi kawanan burung untuk menemukan Raja dari segala Raja bernama burung Simurgh, Dalam perjalanannya itu, para burung harus melewati tujuh lembah penuh ujian yang merepresentasikan kesalahan-kesalahan manusia untuk meraih tangga-tangga “Pencerahan”.

Lembah demi lembah, selalu ada saja yang gagal melewatinya. Adakah burung yang berhasil meraih Simurgh?

Fabel ini dirancang penuh dengan puisi-puisi indah khas Persia yang akan membuat pembacanya merenungkan arti dari kehidupan dengan lebih dalam. Bila Anda menyukai puisi-puisi karya Jalaludin Rumi, jangan sampai ketinggalan untuk membaca Musyawarah Burung.

Attar meninggal dengan cara dipancung di zaman kepemimpinan Tienmuzhen (Genghis Khan). Konon, ketika Attar dipenjara oleh tentara Mongol, ada seseorang yang berniat menebusnya dengan ribuan batang perak. Namun, Attar menyarankan tentara Mongol untuk tidak melepaskannya. Namun, ketika ada orang lain yang membawa sekarung jerami untuk menebusnya, Attar malah meminta tentara Mongol untuk membebaskannya. Konon, hal tersebutlah yang membuat tentara Mongol marah dan memenggalnya.

Itulah beberapa novel rekomendasi Virtual Verbal yang sangat cocok dibaca di bulan Ramadan. Perlu diingat, bacaan-bacaan ini hanyalah suplemen Ramadan. Melaksanakan kegiatan pokok untuk meraih keutamaan Ramadan jangan Anda tinggalkan apabila berniat untuk membaca beberapa karya di atas.