Judul-judul novel visual (visual novel)—semakin berjibun. Bagi para penggemar militan dari sekte gim macam ini, tentu saja merupakan sebuah berkah—karena makin banyak varian yang dapat dicoba dan dieksplorasi. Namun, bagaimana bagi para pembaca novel visual baru yang ingin mencoba mendalami genre ini? Adakah tips untuk memilih novel visual yang “ringan” dan dapat dengan mudah dicerna serta dimengerti oleh para pembaca baru?

Perlu diingat, novel visual memiliki beberapa elemen dasar yang membangun konstruksi dari gim berjenis ini. Pertama adalah cerita, kedua adalah visualisasi, ketiga adalah seiyuu/voice acting alias pengisi suara, dan keempat adalah musik, baik itu musik pengiring, maupun musik latar.

Walaupun beberapa judul novel visual kekinian telah mengalami lompatan inovasi, seperti mulai masuknya elemen motion graphic, dan juga virtual reality—keempat elemen dasar di atas adalah hal dasar yang kerap kali hadir dalam bermacam novel visual.

Dengan mengenal empat elemen dasar di atas, kita atau umumnya pemain baru dari novel visual dapat mengerti—elemen apa yang lebih membuat kita menyukai atau berminat bermain novel visual. Setelah mengetahui konstruksi dasar dari novel visual, mari kita tengok sejenak, tips untuk memilih novel visual yang cocok bagi para pemain baru.

Tips Memilih Novel Visual dari Perspektif Cerita Bagi Pembaca Baru

Bagi anda yang sudah kenal, awam, serta menikmati kultur pop Jepang bagaikan makan mie instan—tentunya tak akan terlalu sulit untuk beradaptasi dengan novel visual. Karena, novel visual pada hari ini lebih didominasi dan diproduksi oleh para tim kreatif dari negeri yang pernah menghasilkan gerakan pelajar progresif bernama Zengakuren.

Ya, tema-tema yang sering diangkat dalam anime, manga, dan light novel pun terdapat dalam novel visual. Namun, karena keleluasaan dalam konten teks, biasanya novel visual dapat lebih mendeskripsikan narasi cerita lebih baik jika kita bandingkan dengan anime.

Namun, bagi anda yang kurang mendalami hal-hal seperti 2 paragraf di atas, anda bisa mencoba novel visual yang memiliki konten cerita yang penuh dengan adegan komedi.

Berikut beberapa contoh judul dengan tema Student Life Comedy: Clannad, Little Busters!, Rewrite,  dan Maji de Watashi ni Koishinasai! atau lebih dikenal dengan Majikoi. Ketiga judul yang disebutkan di awal adalah novel visual yang penuh dengan adegan komedi buatan dari salah satu pengembang novel visual populer bernama Key—novel visual tersebut dapat dinikmati oleh kalangan 13 tahun ke atas.

Ya, tertawa. Karena siapa yang tidak suka tertawa? Pembaca baru novel visual tentunya tidak akan terlalu suka bahasan cerita yang terlalu njelimet. Oleh karena itu, memilih novel visual bertema komedi bisa menjadi solusi.

Sebagai pembaca baru, kalian juga bisa mencoba tema-tema fantasi seperti; Tsukihime atau Fate/stay Night. Kalian mungkin telah mengenal Fate melalui anime, tapi mungkin tidak dengan Tsukihime—novel visual bertema vampir yang jalan ceritanya tak kalah menarik dari novel Twilight (Novel yah! Bukan film Twilight-nya).

memilih novel visual
Tsukihime, salah satu novel visual yang mempunyai unsur dramatik cerita yang solid.

Karena dominasi judul novel visual penuh dengan protagonis laki-laki, mungkin khusus bagi kaum hawa yang muak dengan sudut pandang ini, bisa mencoba novel visual yang menjadikan perempuan sebagai protagonis.

Bagi kamu para pembaca novel visual, khusunya perempuan—kamu dapat memilih novel visual dengan tags; reverse dating-sim, otomege, otoge, alias Otome game. Beberapa contoh judul OtogeDysfunctional Systems, Starry☆Sky series (~in Spring~, ~in Summer~, ~in Autumn~, ~in Winter~, ~After Spring~, ~After Summer~, ~After Autumn~, ~After Winter~.) dan Ozmafia!!.

Tips Memilih Novel Visual dari Perspektif Visualisasi Bagi Pembaca Baru

Karena novel visual selalu berdinamika, tentunya visualisasinya selalu bermetamorfosa; dari bentuk yang dianggap culun dan butut pada zaman sekarang—hingga yang keren, canggih, dan estetis dalam perspektif zaman sekarang.

Bagi kalian yang alergi dengan visualisasi jadul, dan ingin selalu memuaskan hasrat grafis kalian hingga ke ubun-ubun, sebaiknya kalian mencoba memilih novel visual yang berplakat keluaran tahun 2011 ke atas. Novel visual generasi 2011 ke atas kebanyakan memiliki grafis yang cukup baik untuk ukuran kontemporer alias kekinian.

memilih novel visual
Cuplikan dari novel visual berjudul Guilty Crown: Lost Christmas yang dirilis tahun 2012 (vndb.org)

Salah satu judul yang disarankan untuk anda dalam konteks ini adalah: Kono Oozora ni, Tsubasa o Hirogete alias If My Heart had Wings. Novel visual ini tersedia di Google Play untuk versi mobile. Versi mobile memiliki alur cerita yang sama dengan versi PC-nya, namun minus pengisi suara.

Selain itu, versi PC dari novel visual ini terdapat opsi untuk memilih versi yang memiliki konten dewasa, versi PC yang bermuatan konten dewasa sangat tidak disarankan untuk orang yang masih ingin merasa muda dan berumur di bawah 21 tahun.

Tips Memilih Novel Visual dari Perspektif Pengisi Suara Bagi Pembaca Baru

Budaya voice acting kita memang masih di bawah rata-rata. Kalaupun itu ada yang baik dan menarik, para manusia yang memiliki talentanya kurang tersorot dan jarang mendapatkan apresiasi dari masyarakat secara luas.

Hal itu jomplang dengan perkembangan Jepang yang telah memiliki ciri khas yang membekas mengenai masalah voice acting alias seiyuu dalam telinga masyarakat universal. Nah, bagi kalian para penggemar anime yang suka dengan per-seiyuua-an, kalian juga bisa mengeksplorasi varian voice acting dalam novel visual.

memilih novel visual
Shiina Mayuri, salah satu tokoh fiktif dalam novel visual populer berjudul Steins;Gate
memilih novel visual
Hanazawa Kana, pengisi suara terkenal dari tokoh Shiina Mayuri, salah satu tokoh dalam novel visual populer berjudul Steins;Gate. (myanimelist.net)

Bila kalian ingin mendengar suara seiyuu favorit kalian memerankan tokoh-tokoh dalam novel visual, ada baiknya kalian mencoba memainkannya. Bank data dari novel visual yang menyertakan data yang cukup komperhensif mengenai seiyuu dalam novel visual dapat kalian akses di sini.

Tips Memilih Novel Visual dari Perspektif Musik Bagi Pembaca Baru

Musik kerap dijadikan penyemangat, bisa juga lirik-liriknya anda samakan dengan kehidupan cinta anda yang mungkin penuh dengan melodrama? Salah satu faktor dalam novel visual yang dapat menghanyutkan anda bila cerita dan nada saling bersinkronisasi memetakan kondisi dalam cerita.

Memilih novel visual
Kira☆Kira, salah satu novel visual musikal. (vndb.org)

Bila kalian kebetulan gemar sekali dengan yang namanya musik, terutama musik Jepang, kalian bisa mencoba novel visual yang menitikberatkan musik sebagai tema utamanya. Novel visual seperti Kira☆Kira dan Deardrops bisa kalian jadikan pilihan.

Dalam kedua novel visual di atas, kalian akan dimanjakan oleh semangat bermusik pada narasi utama cerita. Beberapa lagu pun makin mantap dilantunkan pada setiap adegan utama dalam novel visual tersebut.

Kedua novel visual yang disebutkan memiliki konten dewasa, hanya disarankan bagi kalian yang telah berumur 21 tahun ke atas, serta memiliki kepribadian mantap yang dapat membedakan mana yang pantas dan yang tidak pantas dari novel visual ini.

Selain kedua novel visual tersebut, novel visual kekinian banyak memiliki musik latar yang baik dan enak didengar. Seperti anime, beberapa novel visual pun biasanya memiliki opening dan ending theme yang terkadang bisa menghiasi playlist-mu selama beberapa hari, minggu, bulan, atau tahun.

Bagaimana? Tertarik untuk memainkan novel visual karena musiknya keren?

Rumuskan yang Kalian Inginkan

Kelima, alias poin terakhir, tentu saja; “Rumuskan yang kalian inginkan!”. Artikel ini mencoba memberikan beberapa referensi bagi kalian tentang konstruksi novel visual serta beberapa judul novel visual sebagai contoh. Keputusan akhirnya tetap ada di tangan kalian.

Sama seperti membaca buku, novel visual memiliki jutaan kutipan mengenai kehidupan. Bila pikiran kalian sanggup menyerap vitamin-vitamin dalam novel visual, kalian bisa menjadikan kutipan itu sebagai energi hidup bagi pembelajaran hidup kalian.

Bila dosis novel visual kalian terlalu banyak memfokuskan diri mengkonsumsi konten-konten mesum, hati-hati ya! Nanti bisa mempengaruhi kondisi psikologis kalian. Karena dampak dari simbol-simbol seksualitas Jepang yang terasing—beresiko untuk membuat kalian pun semakin terasing dari masyarakat.

Ada beberapa novel visual yang mengacu pada anime, terkadang prekuel dan sekuel dari anime hanya terdapat dalam novel visual, seperti contoh; Re:zero Death or Kiss, Steins;Gate 0, Guilty Crown: Lost Xmas, Angel Beats! -First Beats-, dll.

Memilih Novel Visual
Cuplikan dari novel visual Angel Beat! (vndb.org)

Karena memainkan novel visual menyita banyak waktu (berkisar 2 hingga 30 jam), sebaiknya kalian mencari referensi dan ulasan yang baik agar tidak terlalu menyita waktu kalian atau menyia-nyiakan waktu kalian (terutama bagi kalian yang hanya sedikit memiliki waktu senggang).

Artikel ini akan ditutup dengan kalimat: “Mari budayakan membaca! Mungkin bisa dimulai dari Novel Visual?”