Gim bisa dimainkan oleh semua kalangan gamer. Layaknya produk susu, gim pun mempunyai beragam segementasi dan tidak bisa disamaratakan antara satu dan lainnya.

Ada gim buat tingkatan balita, anak-anak, remaja, dan mungkin juga manula. Melihat hal itu beberapa pekerja kantoran pun banyak yang memainkan gim, terutama gim online.

Kesibukan dan rutinitas kantoran membuat para gamer kantoran memilih gim online, karena mereka bisa bersosialisasi dengan pemain lainnnya tanpa meninggalkan meja kantor mereka.

Dengan hal itu, mereka tetap bisa memiliki kemandirian ekonomi yang semakin hari semakin dimonopoli oleh si Kapitalis. Berikut adalah beberapa hal yang kerap dilakukan oleh gamer kantoran berdasarkan pengalaman penulis dan juga curhatan teman.

Tangan Selalu Sigap dengan Posisi Alt+tab

Kerjaan menumpuk, atasan selalu minta revisi dengan deadline yang tak masuk akal, atau juga teman sekantor yang mangkir dari tugasnya dan menyuruh kita mengerjakan tugasnya adalah hal yang biasa dalam dunia kerja.

Kemungkinan kamu memiliki teman yang benar-benar teman itu sangat sulit di dunia kerja, berbeda dengan sekolahan. Inilah salah satu alasan sang pekerja kantoran memilih bermain gim online dan mencari teman.

Dunia kerja yang dipenuhi para penikam punggung pun diobati gamer kantoran dengan cara bermain gim. Walaupun masih jam kantor, mereka memusatkan konsentrasi mereka pada dua dunia sekaligus: tugas kantor dan gim online.

Beberapa orang yang berhasil melakukan kedua hal itu tanpa kesalahan adalah orang yang bisa dibilang jenius. Terkadang, bila Boss atau teman kantor lewat, tangan kiri pun harus selalu sigap posisi alt+tab di tangan, agar tak ketahuan.

gamer
Kredit foto: winsupersite.com

Selain alt+tab, gamer kantoran pun sudah mengkonfigurasi taskbar-nya ke mode auto-hide taskbar agar bermain gim pun semakin mantap.

Karakter virtual si gamer kantoran yang kerap mati dan berhenti bergerak karena melakukan alt+tab dadakan kerap membuat mereka dijadikan guyonan oleh pemain lain.

Kadang mereka pun harus jadi leecher ketika nge-raid di semesta gim online. Lebih baik gaji buta di gim online daripada kerjaan kantor gak kelar, ia toh?

Capek Alt+tab, Ngotot Nge-bot

gamer
Kredit gambar: tidusyuna.com

Ketika sang gamer kantoran mulai kewalahan atau pun ketahuan Atasan karena harus mikirin kerjaan dan gim online secara bersamaan, nge-bot pun jadi sandaran.

Menjalankan program bot merupakan hal yang melanggar terms of service yang dapat mengakibatkan banned permanen bagi para pemain gim online.

Namun, layaknya mayoritas pengendara motor Indonesia yang kelakuannya mirip judul film Warkop DKI yang berjudul Lupa Aturan Main, nge-bot pun menjadi rahasia umum dikalangan pemain gim online.

Dengan bot, pekerjaan kantor pun tidak lagi terbengkalai. Saat jam kantor beres, gamer kantoran pun masih bisa bersaing dengan para teman-temannya di gim, tanpa harus minder ketinggalan level.

Namun, gamer kantoran kadang harus menyiapakan “sesajen” buat para teman gamer mereka yang jujur bin baper di gim online. Kalau tidak, bersiaplah dengan hentakan klik kanan mouse bersatu dengan combo pointer yang mengarah pada kolom report illegal behaviour.

“Reported! LMAO.”

Gagal Nge-bot, Nyari Jasa Joki Pun Jadi

gamer
Kredit foto: detutorial.com

Entah itu gara-gara takut di ban atau terlanjur kena banned, si gamer kantoran yang militan pun tak pantang menyerah. Layaknya tak kenal menyerah memodusi dambaan hatinya sebelum janur kuning mengudara, gamer kantoran pun memutar otak.

Yoi coy, jasa Joki!! Ini bukan semacam Joki buat jalan three in one, tetapi Joki buat mengembangkan karakter online si gamer tanpa harus menggunakan bot.

Next-level penyedia jasa selain Joki SNMPTN dan Joki Ujian CPNS, sang pemain pun lolos dari jebakan terms of service sekaligus masuk dalam jurang terms of service yang baru yaitu shared account is prohibited.

Resiko ban-nya memang lebih kecil, disinilah istilah kebule-bulean seperti dirty little secret antara penyedia dan pemakai jasa bisa menjadi mesra, bukan saja dikalangan tukang selingkuh.

Kalau akun gim online malah berakhir dibawa lari tanpa dikawinin oleh si Joki, ya sudah menjadi resikonya tersendiri ya, wahai juragan-juragan sekalian.

Gaji Habis untuk Beli Item Mall

Setelah merasa sedikit bersalah karena melanggar terms of service, sang gamer kantor pun ingin memberikan kontribusinya kepada para pengembang gim.

Mereka pun membeli item eksklusif yang hanya dapat diakses dengan cara menukarkan pundi-pundi rupiah mereka dengan barang-barang virtual produksi si pengembang gim.

Gaji bulanan yang tadinya mau dipakai buat nabung KPR Rumah, cicilan kendaraan, dan juga buat sewa gedung resepsi pernikahan pun terpaksa harus berkurang karena jajan item mall.

Gamer Kantoran yang pintar dan militan terkadang dapat memutar otak buat menyelesaikan masalah tersebut. Mereka pasti akan berpikir bagaimana caranya agar modal mereka di gim online dapat kembali ke tangan mereka berkali lipat.

Gak usah dijelaskan, Virtual Verbal yakin, mereka semua orang pintar, cuan-lah!

Boss Cupu, Hati Jadi Pilu

Ketika performa si gamer kantoran semakin membaik, terkadang si Boss ternyata mengetahui bahwa sang gamer kantoran punya amunisi penghilang stress dengan cara bermain gim online.

gamer
Kredit gambar: gamerheadlines.com

Si Boss pun kepingin ikutan main, beruntung kalo mereka mendapatkan Boss yang jago bermain, tapi kalo yang culun bin cupu, siap-siap aja menerima kepiluan.

Kalau gim-gim MMORPG biasanya si Boss bakal cepat jadi dewa karena jelas isi dompet mereka lebih tebal dari gamer kantoran yang hanya menjadi “kelas menengah.”

Namun, kalau main gim semacam Dota 2 atau CS:GO siap-siap saja, apalagi kalau si Boss tidak punya pengalaman bermain gim semacam itu sebelumnya.

Karena, mau borong item mall pun tak akan mempan pada gim-gim kompetitif yang mengandalkan kematangan kemampuan dalam bermain.

Lembur?

Ada lembur beneran, ada lembur siluman. Terkadang lembur untuk tugas kantor, atau terkadang lembur-lemburan untuk menghemat biaya listrik dan juga tagihan internet.

Gamer kantoran pun mengabaikan pesan Bang Haji Roma Irama untuk tidak begadang, asalakan karakter kesayangan mereka di MMO, atau MMR mereka di gim-gim kompetitif semakin meroket.