Pada zaman yang serba canggih dan modern, saat ini banyak sekali fenomena sosial yang muncul, salah satunya adalah Hikikomori dan NEET, dua fenomena sosial ini di Jepang sudah lama terjadi namun di Indonesia sendiri sepertinya akhir-akhir ini mulai banyak sekali dan mulai merambah. Apa itu Hikikomori dan NEET?

Hikikomori (ひきこもり or 引き籠り) Berasal dari bahasa Jepang yang artinya mengurung diri, seseorang yang sudah cukup umur yang mengurung diri dan menjadi anti-sosial yang benar-benar sudah dalam tingkat ekstrim sampai mengisolir dan mengurung diri sendiri hingga benar-benar tidak pernah keluar kamar.

Baru-baru ini ada penelitian yang mengidentifikasikan ciri-ciri dan kriteria dari seorang Hikikomori:

  1. Menghabiskan waktunya setiap hari mengurung diri di dalam kamar.
  2. Tidak pernah mau bersosialisasi dan selalu menjauh dari segala hal ayng berbau sosialisasi.
  3. Mengurung diri hingga 6 bulan lebih.

Hikikomori merupakan sebuah gejala yang benar-benar mengkhawatirkan, dimana orang tersebut mengurung diri hanya untuk bermalas-malasan, tidur, bangun, bermain game, makan, hidupnya sudah seperti sebuah parasit yang tentu saja merugikan keluarganya dan dirinya sendiri.

Lalu apa itu NEET? NEET merupakan singkatan dari (Not Employment, Education, or Training) atau bisa disebut seorang penggangguran tentu saja ini merupakan sebuah fenomena yang sangat buruk sekali, biasanya seorang NEET mempunyai sebuah trauma yang membuatnya tidak ingin bekerja kembali dan menjadi seorang pengangguran, seorang Otaku rentan sekali terkena gejala NEET dan Hikikomori.

Lalu apa hubungan keduanya ini? Seorang hikikomori yang selalu mengurung diri didalam kamarnya dan hanya bermalas-malasan, tentu saja merupakan seorang NEET, dan keduanya adalah seseorang yang pemalas, fenomena sosial ini benar benar merugikan diri sendiri dan keluarga karena seorang Hikikomori dan NEET benar-benar bergantung sekali kepada keluarganya.

Penyebab Terjadinya NEET dan Hikikomori adalah

  1. Adanya masalah secara sosial dan trauma yang berlebihan, sehingga akhirnya pasrah dan mengurung diri.
  2. Tentu saja dengan semakin canggihnya teknologi mengurung diri didalam kamar pun seperti mempunyai dunianya sendiri
  3. Terlalu dimanja dan akhirnya karena merasa nyaman dengan keadaannya sekarang membuatnya menjadi pemalas dan akhirnya menjadi sebuah penyakit dimana lebih baik mengurung diri saja.

Bagaimana Cara Mengatasi dan Menghilangkan kebiasaan Hikkikomori ?

  1. Berhenti bermain terlalu lama seorang diri, cobalah bermain dengan teman-teman.
  2. Hentikan kebiasaan malas seperti tidur sepanjang waktu dan cobalah untuk keluar kamar anda.
  3. Mencoba mencari hobi baru yang behubungan dengan olah raga atau segala hobi yang bersifat positif

Fenomena sosial yang rentan terjadi di masa remaja ini harus sama-sama di waspadai, dengan semakin canggihnya teknologi tentu saja selain manfaat banyak juga sebenarnya negatifnya, dengan canggihnya teknologi segala macam bentuk sosial sudah dapat di lakukan secara virtual di sisi yang lain sosialisasi seperti ini sebenarnya sangat-sangat tidak baik untuk kondisi jiwa manusia, oleh karena itu sebenarnya kita Virtual Verbal menghimbau untuk meminimalisir penggunaan teknologi yang terlalu individualis yang dapat mengakibatkan gejala anti-sosial yang dapat berdampak pada gejala hikikomori dan NEET ini. Bermain bersama teman, bersosialisasi bersama teman dapat menjauhkan kita dari fenomena sosial ini.