Tidak bisa di pungkiri video games akhir-akhir ini sudah menjadi salah satu konsumsi masyarakat sehari-hari. Walaupun tidak semua masyarakat bermain video games, namun mayoritas di dunia ini setidaknya pernah bermain video games. Namun, konsumsi masyarakat yang satu ini selalu di cap negatif oleh beberapa golongan, misalnya golongan orang tua.

Walaupun dibalik banyaknya pertentangan terhadap efek negatif bermain video games, banyak juga penelitian yang membuktikan bermain video games pun dapat memberikan hasil positif kepada para pemainnya.

Seperti penelitian Universitas Oxford yang menunjukkan bahwa bermain video games dalam waktu bermain yang proporsional justru akan menghasilkan efek positif yang lebih banyak untuk anak-anak. Lalu, hasil positif lain dari bermain video games kita dapat belajar sejarah dengan bermain game.

Dulu sekali ketika saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah melakukan penelitian kepada teman-teman saya yang bermain video games dan yang tidak bermain. Saat itu 1 hari sebelum ujian sejarah, saya menanyakan beberapa sejarah tentang perang dunia. Hasilnya adalah teman-teman saya yang bermain video games lebih memiliki gambaran tentang perang dunia di bandingkan dengan teman-teman saya yang tidak bermain video games.

Meskipun penelitian ini tidak ilmiah dan terkesan subjektif, saya melakukan penelitian ini kepada teman-teman saya yang menurut saya cerdas baik dari golongan para pemain games yang belajar sejarah dengan bermain game maupun golongan bukan pemain video games yang belajar sejarah di buku.

Dengan penilitian sederhana ini saya menarik kesimpulan bahwa para player video game lebih mengenal sejarah perang dunia karena pengalaman mereka dalam bermain, menikmati, dan mengamati segala cerita yang ada pada video games. Sedangkan para non-player video games, mereka hanya membaca dan mengimajinasikan apa yang terjadi dengan mungkin gambar-gambar perang dunia yang ada di buku bacaan mereka.

Sekali lagi, walaupun penilitan ini tidak ilmiah karena banyak faktor yang mendukung seperti kelabilan usia saat itu (usia SMP paling sekitar 13-15 tahun), lingkungan yang mengaruhi pertumbuhan dan lain lain, setidaknya para pemain video games pada usia saat itu bisa lebih memahami dan mempunyai ilmu yang lebih. Namun, yang harus di catat disini, video games seperti apa yang bisa memberikan kita ilmu dalam bidang tertentu.

Belajar sejarah dengan bermain game
Game-game tertentu bisa membuat kita menambah wawasan

Salah satu contoh video games yang dapat menambah wawasan kita dalam bidang sejarah ialah Call of Duty: World at War. Dalam judul game-nya pun kita tau, kita akan bermain video games yang bertemakan perang dunia. Meskipun plot dari game ini tidak sedetail buku yang kita baca, namun setidaknya dalam game ini kita bisa menelaah lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi dalam perang dunia ini secara visual dan pengalaman bermain di dalamnya.

Contoh lainnya adalah game Total War series. Dalam game ini menurut saya kita secara tidak langsung telah belajar sejarah pada masa-masa tertentu, seperti Rome: Total War yang mengajarkan kita tentang sejarah kerajaan roma yang super power pada masanya, Medieval: Total War yang mengajarkan kita apa yang sebenarnya terjadi pada masa pertengahan, sampai Shogun: Total War yang mengajarkan kita kebudayaan jepang hingga seluk-beluk peradaban jepang yang harus kalah dengan perkembangan zaman.

Masih banyak lagi game-game yang sebenarnya secara tidak langsung telah mengajarkan kita sejarah yang terjadi pada masa lampau. Hanya saja, tidak semua pemain yang bermain game dengan bertemakan sejarah bisa lebih unggul dan paham dengan mereka yang tidak bermain game.

Belajar sejarah dengan bermain game
Game Shogun: Total War yang mengajarkan kita sejarah tentang peradaban jepang

Namun, pada dasarnya kembali lagi kepada individu masing-masing karena beberapa faktor yang mempengaruhi. Walaupun dengan belajar sejarah dengan bermain game tidak semua pemainnya paham akan sejarah itu, namun setidaknya saya pribadi merasa bahwa video games bisa jadi alternatif ‘sistem pembelajaran’ yang bisa di pakai oleh para murid, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Jika para pembaca mempunyai opini sendiri tentang artikel ini dan ingin berbagi, jangan sungkan-sungkan untuk menulis di kolom komentar. Selamat berdiskusi dan keep playing your games!