Untuk kalian Vriends yang hobi merakit PC secara otodidak, pasti yang kalian lakukan adalah melakukan eksperimen pada PC yang akan kalian bangun. Membandingkan sana-sini, melakukan hitungan harga, dan yang terakhir adalah memesan bagian-bagian yang nantinya akan dirakit oleh kalian dengan penuh semangat. Memang setelah dilihat sudut pandang teoritis, mungkin PC yang kalian rakit akan mulus dan tidak ada hambatan. Tetapi yang kalian harus ketahui adalah performa PC kalian setelah kalian gunakan sendiri. dan inilah cara monitoring suhu dan performa dari komputer yang kalian gunakan.

Performa dari CPU biasa dilihat dari jumlah data flow yang diproses oleh prosesor yang diwakili dengan nilai frekuensi Mhz atau Ghz. Dan juga ada beberapa tipe performa yang dapat dilihat dari bagaimana data diproses, yang pertama adalah single core performance dan multi core performance. Mungkin kalian pernah menjumpai prosesor dengan jumlah core 2 buah dapat mengalahkan prosesor dengan quad core atau core 4 buah. Itu karena pada proses komputasi pada kegiatan normal seperti bermain game dan web browsing itu menggunakan single core performance dimana beberapa prosesor consumer tier lebih mengedepankan single core performance. Sedangkan untuk pekerjaan berat seperti rendering dan image processing, multi core performance dapat meningkatkan performa karena membagi pekerjaan berat pada beberapa core yang tersedia.

Setelah kita melihat bagaimana kita dapat melihat performa, kita akan melihat suhu yang dihasilkan oleh part PC yang kalian miliki. Seperti yang kita tahu, suhu pada peralatan elektronik akan meningkat seiring ketidakstabilan dalam menjalankan tugasnya, itulah mengapa sekarang banyak prosesor generasi selanjutnya yang memiliki kualitas yang lebih teroptimalisasi yang menyebabkan suhu yang dihasilkan menurun karena workflow yang diberikan semakin lancar. Penyebab lain suhu tinggi pada CPU adalah Cooler bawaan yang terbilang standar dan tidak dapat menekan suhu yang dihasilkan prosesor, Juga terindikasi adanya bottleneck dari VGA ke Prosesor. Itu semua kembali pada bagaimana prosesor dapat memproses data yang diinput oleh pekerjaan pengguna.

Ada beberapa cara untuk monitoring suhu dan performa dari komputer. Yaitu dengan bantuan software pihak ketiga atau dari software bawaan dari driver yang kalian pakai. Ini dia beberapa software yang dapat dipakai oleh Vriends untuk monitoring suhu dan performa.

1. HWMonitor

Monitoring Suhu

HWMonitor ini adalah software terkenal dari pengembang CPU-Z dimana software ini memiliki ukuran yang ringan dan terus diupdate hingga pada bagian hardware paling anyar juga menawarkan dara yang komprehensif dari berbagai bagian komputer yang berbeda. Data yang dihasilkan pun simpel dan mudah dibaca oleh pemula dan hardware enthusiast sekalipun. Termasuk monitoring suhu, voltase, clockspeed, dan data lainnya. Selain data real time, pada software inipun diperlihatkan nilai maksimum dan minimum dari data tersebut.

Bagi kalian Vriends yang menginginkan alat monitoring yang ringan dan dapat berjalan mulus pada background, HWMonitor ini pilihannya.

2. AIDA64

Untuk kalian Vriends yang menginginkan software monitoring lengkap dengan diagnostik permasalahannya, AIDA64 ini adalah solusinya. AIDA64 menyajikan data yang lebih advance atau lengkap dibandingkan HWMonitor atau saudaranya HWiNFO. Data yang disajikan AIDA64 memperlihatkan sistem software, termasuk tes benchmarkdan juga penguji stress yang dikombinasikan dengan alat diagnosa yang memungkinkan kita untuk mengambil tindakan solutif bagi komputer yang kita miliki.

Dengan fitur yang begitu banyak, sayangnya AIDA64 ini tidak gratis melainkanfreemium yakni dapat mendapatkan seluruh fitur yang tersedia dengan membeli AIDA64 Extreme.

3. INTELXTU

Intel XTU adalah software tuning, CPU monitoring, Overclocking, dan stress testing utility yang didesain khusus untuk pengguna produk Intel.

Selain dari monitoring performa, Intel XTU juga menyajikan data yang komprehensif seperti voltase, frekuensi, dan monitoring suhu, tetapi hanya dapat dipakai CPU Inter yang didukung, alat ini juga memiliki kemampuan untuk mengatur frekuensi, voltase, dan aspek lain dari CPU dan juga Stress testing yang digunakan untuk mengetes performa CPU, Memori, dan GPU.

4. AMD Ryzen Master

AMD Ryzen Master adalah software monitoring dan overclocking yang didesain untuk perangkat AMD Ryzen. Semua fungsinya sama seperti InterXTU tetapi software ini khusus digunakan untuk produk yang memiliki merk AMD.

Sekian dari artikel ini, cari tahu apakah komputer kalian telah stabil dan berkerja dengan baik? atau malah mengalami suhu tinggi dan performa yang menurun? Share dan Comment dibawah ini!