Game simulasi olahraga hingga hari ini sangat digemari oleh para gamers di seluruh dunia. Ada beberapa faktor mengapa para pemain mengemari genre game ini mulai dari gameplay realistis hingga kalian bisa memainkan para pemain idola nya masing-masing.

Para gamers memiliki game kegemaran nya masing-masing mulai dari NBA, Ruggby hingga Soccer/Football. Pada setiap tahunya gamers selalu membicarakan dan menantikan game Soccer/Footbal. Setiap gamers selalu saja membandingkan game FIFA maupun Pro Evolution Soccer.

Dua game itu memiliki keungulan masing-masing namun, beberapa tahun kebelakang bisa dibilang FIFA selalu lebih unggul bersaing dari pada game keluaran perusahaan jepang tersebut. Berikut cara agar Pro Evolution Soccer bisa bersaing kembali dengan FIFA versi virtual verbal:

1 . Gameplay

Bersaing

Pada edisi Pro Evolution Soccer sebelumnya Konami sudah mengubah gameplay menjadi lebih baik dari pada seri-seri sebelumnya. Mereka memberikan efek ball physic lebih baik, first touch lebih baik hingga mode master league yang menghadirkan elemen realistik.

Namun element-element tersebut dirusak oleh fitur AI player yang sangat buruk. Terkadang para player di dalam game E Footbal 2020 ini selalu melakukan kesalahan mulai dari kurang responsif nya para pemain disaat mereka akan mengontrol bola hingga defend para pemain hingga zone marking. Tentu hal ini harus di perbaiki apabila mereka ingin kembali bersaing dengan game buatan EA Sport tersebut.

2. Pergerakan Pemain

Pergerakan pemain di setiap game genre sport merupaka aspek terpeting di dalam game tersebut. Selain gameplay yang mendukung elemen selanjutnya yang harus di hadirkan adalah Player ID. Aspek fitur ini pertama kali dihadirkan pada seri PES 2013 dimana para player akan merasakan gerakan pemain sesuai dengan realita seperti Cristiano Ronaldo dimana memiliki gerakan dribling, shooting hingga berlari yang berbeda dibandingkan pemain lainya.

Bersaing
“Cristiano Ronaldo dengan gerakan khas nya disaat melakukan pergerakan tanpa bola”

walaupun pada PES 2020 graphic dan gameplay memiliki kualitas yang menopang game ini. Akan tetapi, animasi dari setiap player terasa hambar dikarenakan signature move setiap pemain terlihat monoton. Tentu aspek ini bisa membuat Pro Evolution Soccer kembali bersaing di pasaran game tahun ini apabila fitur ini dihadirkan kembali.

3. Hadirkan Kembali Fitur Anti Mainstream

Pada jaman konsol PlayStation 2 kita pasti sering bermain PES 6 di rental maupun di rumah teman. Seri game tersebut mempunyai elemen unik yang dihadirkan mulai dari jenis bola seperti permen hingga drum hingga para pemain bisa bermain dengan kostum pinguin maupun menaiki raptor.

Tentu hal itu bisa Konami bawa kembali agar game franchise ini tidak selalu untuk dimainkan terlalu serius dan membawa suasana fun tersendiri bagi para pecinta game ini.

Itulah beberapa faktor yang mungkin bisa membawa kembali PES untuk bersaing di pasaran game. Setujukah kalian dengan alasan-alasan tersebut ??