Cuaca mendung bersenandung ketika dua orang kawulo alit dari Virtual Verbal tiba di hari pertama acara Cut to Cut. Dengar dari bisikkan teman, ini adalah sebuah acara pameran karya pra-kelulusan dari kawan-kawan DKV Universitas Telkom yang sering menjagokan Munjul dan Padjaw sebagai sumber nutrisi mereka.

Semerawutnya Jalan Perinitis Kemerdekaan bukanlah suatu keanehan, yang jadi bahan pertanyaan: ‘Ngapain nih mahasiswa-mahasiswi Telkom nongkrong di Gedung Indonesia Menggugat? Mengorganisir  gerakan solidaritas untuk Edo?’ Dan ternyata bukan, namun temanya hampir sama: perjuangan. Yang membedakan adalah kali ini mereka sedang memperjuangkan masa depan mereka, acara Cut to Cut bisa dibilang salah satu batu loncatan-nya.

telkom
Suasana Cut to Cut hari pertama, foto oleh: Welly Shergy (virtualverbal).

Sekitar 89 peserta berdesak-desakkan di antara meja display yang disediakan. Sayangnya tak ada kursi, mereka pun duduk bersila, jongkok, dan selonjoran sembari sesekali menengok layar ponsel dan menyapa tamu yang berkunjung di depan stan mereka.

telkom
Cindaku, eh.. cintaku tak setulus Cinta-Nya

Ruangan seakan dipenuhi visualisasi yang kaya akan imaji dan terkategorisasi menjadi bermacam fungsi. Ada yang membuat permainan video/video games/gim, ada yang mempresentasikan skripsi, ada multimedia interaktif, film (dengan bermacam gaya dan aliran [aliran sesat tentu saja tidak ada]), dan masih banyak lagi.

Suasana Cut to Cut hari pertama, foto oleh: Welly Shergy (virtualverbal).
Para Suhu dari perguruan Telkom yang sedang menilai karya-karya murid perguruan Telkom.

Narasi-narasi yang mereka angkat pun terbilang cukup menarik. Secara umum, mereka ingin mengkomunikasikan bermacam fenomena-fenomena sosial yang kerap menjadi pergunjingan. Wacana-wacana seperti: sejarah, perilaku sosial, etika, dan re-edukasi kearifan lokal adalah beberapa contoh wacana yang mereka kampanyekan melalui karya mereka.

Wah, sekilas mereka terlihat sangat mulia, peduli, dan toleran yah? Kreatifitas telah mereka jadikan katalis untuk eksis tanpa harus pesimis. Daripada sekedar pesimis, mereka mencoba menjembatani masalah-masalah sosial yang ada di Indonesia dengan cara yang berbeda.

telkom
Salah satu stan dari peserta Cut to Cut yang kece. Wah, ada Max Havelaar, kira-kira mereka tau Saijah dan Adinda gak yah?.

Teks di atas kertas memang tak pernah cukup di era paperless culture ini, peran aktif untuk mengkomunikasikan pesan melalui sumber visual adalah salah satu cara yang relevan dan disinilah gerakan-gerakan kreatif harus terjun berperan.

telkiom
Layaknya Sukarno jargonkan Jas Merah, suasana nampak meriah dengan dominasi pasukan jas merah.

Acara ini diprakarsai oleh @exmo.idn alias EXMO, semacam Event Organizer yang susunan kepanitaannya terdiri dari mahasiswa-mahasiswi yang masih aktif menjalani jenjang studi dan bernomor tahun angkatan di bawah para peserta. Konsep ini sangat unik, terutama untuk membikin para mahasiswa-mahasiswi angkatan muda lebih memiliki visi yang tercerahkan akibat melihat perjuangan para kakak kelas mereka.

telkom
Hmm, pahlawan baru Indonesia? Para perempuan pilih pacarin pahlawan atau pria mapan?

Karya tak akan pernah berarti tanpa apresiasi, mereka para generasi muda ini sedang berjuang, menanti terang. Apresiasi dari kalian sangat dibutuhkan, terutama dari segi partisipasi. Mereka, membutuhkan kalian untuk ikut berpartisipasi dalam menyelami lautan imajinasi. Kita bisa menjadikan acara ini sebagai sumber energi kreatif dan edukatif demi menambah perspektif kehidupan yang kian hari semakin intensif.

telkom
Paper craft-nya unyu-unyu!

Akan hadir pula sejumlah pejuang-pejuang yang telah lalu-lalang di dunia industri kreatif loh! Mereka akan menjadi pembicara yang akan membedah tentang semesta industri kreatif dalam beberapa sesi workshop.

Bagi para pembaca Virtual Verbal, khususnya yang sedang ada di Bandung, mari merapat! Acara ini bukanlah pameran atau workshop berbayar, kalian bisa langsung datang ka Gedung Indonesia Menggugat dari tanggal 18 Juli hingga 20 Juli 2017. Acara berlangsung mulai dari jam 9 pagi sampai jam 8.30 malam. Ada kudapan gratis juga gaees!

Kalau masih ragu, kalian bisa follow akun resmi Instagram-nya di:

@exmo.idn

Ayo! Yang jauh mendekat, yang dekat merapat! Rencananya Virtual Verbal bakal terus memantau acara ini dan mewawancarai para peserta nih! Tunggu liputannya yah!