Industri perfilman maupun industri games merupakan industri yang sangat besar dan menjanjikan bagi para pelaku di dalamnya. Dengan banyaknya ‘konsumen’ yang haus akan hiburan, membuat sebuah film maupun games bisa menjadi sebuah tambang emas jika berakhir dengan produk yang bagus.

Ditambah dengan teknologi yang makin berkembang pesat, membuat sebuah film maupun games mendekati kenyataan dan makin realistis semakin mudah diimplementasikan. Cerita yang benar-benar fresh dari awal, reboot, maupun adaptasi film dari games maupun games dari film bisa banyak digali oleh pelaku di dalamnya.

Banyak games bagus yang sebenarnya berpotensi menjadi sebuah film yang berkualitas tinggi namun berakhir mengecewakan. Jarang sekali (atau bahkan tidak pernah?) kita melihat kesuksesan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah games.

Penyebab Utama

Warcraft. Sumber: Digitaltrends.com

Mengapa demikian? Apa penyebab utama film adaptasi dari games selalu menemui kegagalan? Padahal dalam games-nya, cuplikan cutscene-nya saja sudah cukup mewakili ‘kekerenan’ jalan cerita suatu games?

Faktor utama yang membuat film yang di adaptasi dari games menemui kegagalan adalah perubahan yang dibuat berbeda dari akarnya. Kebiasaan merubah ini banyak disebabkan oleh pembuat filmnya yang tidak mengerti atau menguasai inti dari games yang dikerjakannya.

Setting cerita, latar belakang karakter, dan sederet ‘dosa’ yang dilakukan pembuat film dalam merubah apa yang udah jadi ‘pakem’ dalam games tersebut membuat film tersebut berantakan dan keluar dari jalur aslinya. Sudah pasti, sebagai fans dari games tersebut kemudian memberikan respon yang negatif melihat adaptasi yang jauh dari apa yang dibayangkan.

Tren kegagalan film adaptasi dari games bukan terjadi sekali dua kali, namun hampir setiap film! Tomb Raider sempat berhasil, disusul Warcraft yang walaupun tidak begitu bagus review-nya namun berhasil mendapatkan jumlah penonton yang cukup banyak, dan terakhir Assassin’s Creed yang diluar ekspetasi.

Apa yang seharusnya dilakukan?

Assassin’s Creed: Sumber: Youtube.com

Jika pembuat film berkeinginan membuat sebuah film adaptasi yang sukses, penulis sebagai penikmat games sekaligus film beropini sebaiknya lakukan format ATM. Apa itu ATM? Amati, Tiru, Modifikasi. Tidak perlu sampai harus merombak banyak hal demi estetika maupun something new, toh perubahan juga tidak akan begitu berarti atau bisa berakhir gagal jika melihat games-nya saja sudah sangat bagus walaupun tanpa difilmkan.

Selain itu, mereka-mereka otak dibalik film harus benar-benar menguasai dan mengerti apa keunggulan serta ciri khas yang melekat dari sebuah video game. Jangan sampai apa yang menjadi keunggulan serta ciri khas tersebut dirubah begitu saja, walaupun detail yang sepele sekalipun, karena bagi seorang fans, hal sekecil apapun sangat diperhatikan.

Bisa juga melibatkan fans dalam pengerjaan (selain tentunya studio yang membuat video game tersebut). Mengapa harus melibatkan fans? Fans merupakan konsumen dari sebuah produk film maupun games. Mengetahui kenginan dari fans demi mendapatkan sebuah hasil yang maksimal bukan sesuatu yang menyusahkan.

Bagaimana menurutmu? Setuju dengan pendapat di atas? Mari berharap kedepannya kita akan menonton sebuah film adaptasi dari sebuah games yang sangat bagus dan memukau!