Selama bertahun-tahun, banyak peneliti yang mencoba untuk meneliti efek kekerasan dalam games terhadap agresifitas seseorang dalam kehidupan nyata/sosial. Meskipun ada beberapa hasil penelitian yang mengklaim bahwa games adalah salah satu penyebab seseorang melakukan kekerasan, namun ada juga penelitian yang menyimpulkan bahwa tidak ada kaitan antara games dengan agresifitas seseorang.

Salah satunya adalah hasil penelitian yang berasal dari sekelompok peneliti dari Jerman ini. Mereka melakukan penelitian terhadap lima belas gamers pria yang semuanya pernah bermain games dengan unsur kekerasan seperti Call of Duty dan Battlefield, setidaknya selama empat tahun kebelakang dengan rata-rata memainkan games tesebut dua jam per hari. Memanfaatkan teknologi FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging), penelitian ini kemudian menghasilkan beberapa hasil yang cukup menarik.

Kekerasan Dalam Games
Sumber: indiatoday.intoday.in

Demi mengesampingkan efek jangka pendek, semua pria tersebut dilarang untuk bermain games setidaknya selama tiga jam sebelum penelitian berlangsung. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya perbedaan antara mereka yang memainkan games dengan unsur kekerasan dengan yang tidak. “Jadi dari data FMRI kami games dengan unsur kekerasan yang tidak menyebabkan desensitisasi emosional jangka panjang dan penarikan respons saraf yang berkaitan dengan empati,” jelas penelitian tersebut.

Secara keseluruhan, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dampak kekerasan terhadap tingkat emosional seseorang mungkin terasa untuk jangka pendek saja dan bukan penyebab agresifitas dalam jangka panjang. Tentu saja penelitian ini sudah cukup untuk membuktikan kaitan antara games dengan tingkat agresifitas seseorang, walaupun penelitian lain pun ada yang menyebutkan sebaliknya.

Kembali ke gamers nya itu sendiri, bagaimana mereka bisa memilah mana yang baik mana yang buruk dari apa yang disajikan dalam video games, karena senyata-nyata nya visual maupun cerita dari games, semua itu adalah sebuah karya seni fiksi yang bertujuan untuk menghibur.