Lagi-lagi tahun ini, turnamen utama dari permainan MOBA berjudul Dota 2 berhasil memecahkan rekor sebagai turnamen esport yang memiliki total hadiah $ 20,860,608 dalam turnamen The International dan hal itu masih akan terus meningkat. Dengan hadiah sebesar itu, terkadang muncul sebuah pertanyaan: Sebenarnya darimana asal dana tersebut?

Tak mungkin dari uang pinjaman ke rente ecek-ecek yang terkadang nge-spam ponsel kita dengan tawaran talangan dana dari jaminan BPKB kendaraan tentunya. Hmm, jangan-jangan ini ada hubungannya dengan The Federal Reserve Conspiracy? Ahh, terlalu jauh, ngomong-ngomong uang yang kalau dikonversi akan menjadi 260 milyar rupiah ini apabila dibelikan tahu bulat akan jadi berapa banyak ya?

Dota 2 memang sebuah fenomena, dan turnamen terbesarnya ibarat Piala Dunia dengan jutaan euforia. Konon, bila dihitung-hitung, para pemain pro dalam skema internasional berperluang untuk mendulang sejumlah uang yang jumlahnya hampir sama dengan gabungan penghasilan para pemain League of Legends, Counter-Strike : Global Offensive, StarCraft II, dan Counter-Strike 1.6 dijadikan satu. Ehm, 260 milyar rupiah untuk sebuah turnamen? Gimana bisa ya sebuah game yang dulunya hanya sebuah customized game dalam Warcraft III bisa mengakumulasikan nikmat dunia yang sebesar itu hanya untuk sebuah turnamen?

Jawaban singkatnya, crowdfunding. Apa sih crowdfunding itu? Sebuah tren penggalangan dana si 99% (kita, dalam kasus ini khususnya sang pemain) ke si 1% (panitia penyelenggara), masih ingat koin buat Prita? Ya, semacam itulah, bedanya dalam Dota 2, kita mendapatkan kompensasi berupa item virtual (itemall) dalam crowdfunding-nya.

International
Compendium The International 2013 (https://steamcommunity.com)

Sejak tahun 2013, Valve bereksperimen untuk mengembangkan bisnisnya melalui sebuah in-game app yang dinamakan Compendium. Compendium menjajakan barang-barang virtual, seperti courier (kurir dalam permainan yang berfungsi sebagai pengantar barang), tampilan-tampilan wajah untuk heroes dalam Dota 2 (heads-up display), dan juga cosmetic skin (semacam avatar yang akan membuat tampilan heroes-mu berbeda) dalam permainan.

Kemudian, 25 persen dari hasil penjualan Compendium akan masuk ke dalam kas untuk mendanai turnamen The International setiap tahunnya. Hal inilah yang dikemudian hari akan menjadi penopang utama dana di The International.

Panggung utama The International 6 (youtube.com)

Tahun pun berlalu, sistem Compendium pun berkembang, seperti tambahan sistem loot box yang mengandalkan RNG (random number generator) alias semacam sistem keberuntungan buatan, kamu secara tidak langsung disuruh membeli kotak, lalu kamu buka, dan kemudian berharap untuk hoki-hoki-an mendapatkan barang virtual langka yang bisa kamu jual, tukarkan, atau pamerkan pada pemain lain.

kredit foto: dota2.com

Awal mulanya, akses-akses eksklusif terhadap effigies (kamu bisa narsis membuat patung berhala dalam permainan yang bisa kamu corat-coret dengan kutipan-kutipanmu), user-interface (tampilan eksklusif saat kamu memainkan permainan), dan voice lines (mengganti suara narator yang seram dalam permainan sesuai dengan pilihan suara narator eksklusif yang Valve sediakan) adalah pertanda yang bisa kamu pamerkan karena kamu sudah menjadi konsumen Compendium.

International
sumber foto: reddit

Tahun ini, Compendium semakin berkembang, bila pada tahun 2013 Compendium adalah semacam pembelian barang virtual dalam sekali beli, di tahun ini kamu bisa meng-upgrade Compendium-mu, semakin tinggi, eh! Semakin konsumtif kamu mengakses Compendium ke level yang lebih tinggi, semakin tinggi juga kesempatanmu untuk mendapatkan barang-barang virtual eksklusif yang Valve tawarkan.

Dota 2 adalah video game yang berkembang karena komunitasnya, mengapresiasi kreatifitas pengembang, pemain, dan penggiat seni di Dota 2 dalam bentuk crowdfunding juga merupakan suatu usaha yang penulis kira cukup positif. Mungkin sehabis membaca berita ini, rekan-rekan yang membaca Virtual Verbal bisa lebih terbuka untuk mencoba memanfaatkan sistem crowdfunding dalam mengembangkan kreatifitasnya? Mungkin dengan Kickstarter? Menarik massa yang mengapresiasi kreatifitas kita adalah salah satu jalannya, kreatifitas berdasarkan kerja keras positif ya, bukannya berkreasi untuk menipu.