Virtual Verbal berkesempatan untuk sedikit k.e.p.o mengenai keseharian, pengalaman, dan harapan AudreyFF, NabbskyFF, dan MikochanFF sebagai atlet eSport profesional. Walaupun mereka terlihat agak jaim, namun ternyata mereka adalah perempuan-perempuan yang ramah dan sudi menerima wawancara ngalor-ngidul dari tim redaksi Virtual Verbal yang muka-mukanya mirip jones di sosial media.

Jadi, kalian jangan sungkan untuk ngefans atau mendukung jejak langkah mereka, karena sebenarnya mereka itu humblefriendly, dan down to earth kok. Tapi, jangan lupa sopan santun ya VirutalVriends, karena mau siapapun orangnya pasti akan sangat tidak nyaman dan terganggu kalau diperlakukan macam-macam. Berikut mengenai mereka berdasarkan wawancara singkat kami dengan AudreyFF sang manager FF Gaming, yuuuu!

Warna Keseharian Audrey

Sang manager yang kesehariannya berprofesi sebagai make-up artist ini sangat menyukai permainan CS:GO. Audrey sendiri mengaku tidak menemui masalah yang berarti untuk mengarungi dua bidang profesi yang berbeda, karena menurut pengalaman Audrey, kedua profesi tersebut memiliki fleksibiltas yang tidak mengakibatkan tumpang tindih satu sama lainnya. Bagi kalian yang memiliki dilema mengenai pekerjaan namun ingin mengikuti jejak Audrey sebagai pemain atau manager eSport, mungkin bisa bertukar pikiran
dengan beliau sehingga tak usah galau la yau.

Opini Audrey Perihal Diskriminasi Di Dunia eSports

Audrey beropini, memang masih banyak laki-laki yang masih meremehkan para perempuan, mengutip istilah Simone De Beauvoir, perempuan masih dianggap sebagai sesuatu yang liyan (the others) dalam kacamata mayoritas eSports laki-laki. Salah satu visi dan misi FF Gaming pun dibentuk sebagai suatu bentuk perlawanan, namun perlawanan yang tentu saja disertai dengan hal yang nyata berupa pembuktian bahwa kemampuan, bakat, dan potensi dalam semesta eSports, tidak ada sangkut pautnya dengan masalah gender.

Audrey (kiri) sedang berfoto bersama Nabbsky (tengah) dan Mikochan (kanan).

Mencoba Bermain Lebih Baik Ketika Berhadapan Dengan Kodrat

Kodrat adalah wilayah tertutup bagi ruang dialog. Menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui adalah kodrat perempuan. Meskipun tidak tertutup kemungkinan juga masih adanya ruang dialog dalam hal kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Sungguh, dimensi kodrat perempuan ini bukanlah suatu hal yang ringan, dan ketinggian derajatnya tak terukur oleh derajat yang coba dibentuk oleh struktur sosial sebagai penghormatan.

Kompetisi eSports membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Menurut Audrey, ada hal yang tidak diperhitungkan oleh laki-laki saat memandang proses biologis yang harus dihadapi oleh perempuan, yaitu masa menstruasi. Para anggota FF Gaming harus lebih mempertimbangkan hal tersebut apabila salah satu anggota mereka sedang mengalami proses tersebut dengan cara mencoba lebih mengerti apabila salah satu dari mereka menghadapi masa haid.

Video Game Favorit Selain eSports

Selain bermain CS:GO, ternyata Audrey memilih mobile games seperti Where’s My Water dan Cut The Rope sebagai permainan favoritnya, bila terlihat dari luar kedua video game ini memang nampak seperti game biasa, namun kalau kalian pernah mencoba memainkannya, kedua video game ini dapat memacu stimulus pemain untuk lebih kreatif, karena tedapat unsur permainan strategi di dalam kedua permainan tersebut.

Bisa jadi kedua permainan inilah yang membuat Audrey sukses menjadi seorang make up artist sekaligus player dan manager tim FF Gaming, karena kedua profesi tersebut sama -sama membutuhkan kreatifitas dan strategi. Ada yang tertarik untuk mencoba cara-cara yang telah diaplikasikan oleh Audrey?

Luapan Semangat Audrey Untuk Gamers Perempuan

“Yang pasti sih jangan merasa kecil hati yah, apalagi kalo kayak udah ngerasa seperti ‘gua gak punya skill nih jadi cewek, terus lagian mau berkembang susah.’ Jangan sampai berkecil hati kayak gitu karena kita sendiripun bentuk tim itu awalnya bener-bener susah banget dan emang bener-bener gak ada yang gampanglah pasti. Cuman karena semangat dan kemauan aja jadi akhirnya bisalah meraih sesuatu yang kita inginkan.”

Begitulah sedikit kutipan dari pernyataan Audrey untuk gamer perempuan. Audrey pun menambahkan, bahwa gamer-gamer perempuan itu harus berani berkompetisi, karena kepercayaan diri merupakan dasar dari perkembangan kemempuan kita untuk bermain.

Ayo gamer perempuan! Berani maju dalam belantara eSports seperti langkah AudreyFF? Siapa tahu kesempatan untuk bergabung dengan FF Gaming kelak akan datang?