Virtual Verbal berkesempatan untuk sedikit k.e.p.o mengenai keseharian, pengalaman, dan harapan AudreyFF, NabbskyFF, dan MikochanFF sebagai atlet eSport profesional. Walaupun mereka terlihat agak jaim, namun ternyata mereka adalah perempuan-perempuan yang ramah dan sudi menerima wawancara ngalor-ngidul dari tim redaksi Virtual Verbal yang muka-mukanya mirip jones di sosial media.

Jadi, kalian jangan sungkan untuk ngefans atau mendukung jejak langkah mereka, karena sebenarnya mereka itu humblefriendly, dan down to earth kok. Tapi, jangan lupa sopan santun ya VirutalVriends, karena mau siapapun orangnya pasti akan sangat tidak nyaman dan terganggu kalau diperlakukan macam-macam. Berikut mengenai mereka berdasarkan wawancara singkat kami dengan MikochanFF, salah satu anggota divisi CS:GO dari FF Gaming.

Risih Ketika Dipandang Sebelah Mata saat Bermain

Mikochan merasa, masih saja ada oknum yang melontarkan komentar-komentar yang berbau diskriminasi kala ia bermain. Semacam ada tembok dan narasi-narasi yang mendiskreditkan perempuan yang menggeluti dunia eSports.

Mungkin masih ada beberapa oknum yang menganggap bahwa emansipasi yang diperjuangkan oleh kaum perempuan sedari dulu hanyalah mitos.

Sebagian besar oknum laki-laki memang seperti terjangkit amnesia akut. Menyisihkan perempuan dari ruang ekonomi, politik, kebudayaan, pendidikan, dan agama adalah merupakan tindakan makar terhadap kehidupan.

Sarjana Hukum dan Atlet eSport

MikochanFF

Mikochan adalah salah satu anggota dari divisi CS:GO. Perempuan yang baru saja mengantongi gelar Sarjana Hukum ini sedang mencari posisi pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya sebagai salah satu generasi muda pemegang baton bagi masa depan hukum Indonesia yang lebih baik. Karena, seperti kita rasakan sendiri, terkadang hukum di negeri ini sering menyelewengkan posisi hukum, sehingga hukum jauh dari rasa berkeadilan. Jadi hati-hati bagi kalian yang memandang sebelah mata para atlet eSport perempuan, bisa jadi Miko akan mati-matian membela sang tertindas yang haus akan keadilan!

Opini Mengenai Korelasi Akurasi dan Suasana Hati

Masih masalah menstruasi, Mikochan berpendapat bahwa menstruasi adalah faktor yang berpotensi mengganggu ritme permainan. Bisa dibayangkan permainan first person shooter semacam CS:GO yang membutuhkan akurasi, konstrasi, dan determinasi ketika disambangi oleh proses menstruasi yang memang pada umumnya membikin perempuan harus bekerja ekstra keras untuk bisa memberikan performa yang baik sembari mengemban hal tersebut.

“Karena aim tuh gimana mood” -MikochanFF, 2017

Begitulah kutipan dari Mikochan menanggapi perihal menstruasi, rumus yang sangat berguna, khususnya bagi para atlet eSport perempuan dan atlet eSport laki-laki yang masih rada baper sekaligus emo kala in-game. Hal ini menjadi bukti bahwa kaum pria tidak boleh melihat atlet eSport perempuan dengan kacamata paradigma yang sempit perihal aim, mood, dan menstruasi. Ingat! Aim tuh gimana mood! Aim = Mood, A = M, dan jika -M>A = GAME OVER, CONTINUE: YES/NO?

Video Game Favorit Mikochan Selain eSports

Salah satu mobile games keluaran aplikasi LINE yang berjudul Get Rich adalah video game yang dipilih Mikochan sebagai game favoritnya. Permainan yang mirip dengan game Monopoly sangat membutuhkan aspek strategi dan faktor keberuntungan (RNG atau Random Number Generator memainkan peran besar dalam video game ini).

Peluang dan keberuntungan, menjadi minoritas dalam semesta eSports merupakan sebuah tantangan tersendiri, layaknya permainan Get Rich, MikochanFF berani untuk mengambil sebuah langkah yang cukup berani, demi mengekspresikan kecintaannya terhadap dunia eSports.

Bersama FF Gaming Menghadapi Medan Pertempuran Virtual dan Realitas

FF Gaming
MikochanFF (kanan) bersama NabbskyFF (tengah), dan AudreyFF (kiri)

Berjuang bersama kawan-kawan yang berusaha merubah sebuah paradigma, melakukan transvaluasi nilai, adalah suatu perjuangan yang kadang luput dari kacamata masyarakat. Tentu saja perjuangan yang dilakukan oleh MikochanFF bersama FF Gaming lebih ber-faedah daripada gerombolan orang yang masih terbutakan oleh hegemoni sembari mengolok-olok perjuangan eSport perempuan dari balik layar monitor.