Ahhhhh… Microtransaction… Topik yang selalu menjadi perbincangan para gamer di zaman modern seperti sekarang ini, dimana kebutuhan pengembang game dari waktu ke waktu kian meningkat seiring meningkatnya kompeksitas dari kualitas game itu sendiri. Karena memang harus dimaklumi, pemasukan dari game yang terus menerus mengalir lebih menggiurkan daripada pemasukan dari penjualan yang hanya terjadi sekali ketika game tersebut dibeli oleh konsumen.

Microtransaction sendiri menurut istilah adalah micropayment yang tergabung menjadi salah satu model bisnis yang terdiri dari transaksi dengan skala kecil tetapi terus berulang hingga kepenuhan konsumen dapat terpuaskan secara maksimal. Kebanyakan dari microtransaction ada pada game mobile dan sebagiannya ada pada game PC atau konsol yang mengusung konsep multiplayer.

Free-to-Play seringkali membubuhkan microtransaction yang sering disebut dengan game “freemium”, dimana pembelian item in-game seringkali dapat memberikan keuntungan yang lebih baik daripada pemain yang bermain dengan metode “gratisan”.

Freemium games terkadang menjengkelkan ketika pemain yang berkomitmen dan memiliki skill bermain yang bagus, akan kalah dengan pemain premium yang membeli item bagus dengan cara cepat dan lebih kuat. Freemium terkadang membuat game menjadi broken atau imbalance, dan membuat game tersebut sepi akan pemain.

Microtransaction

Sistem microtransaction yang lebih modern adalah loot box, yang menjadi kontroversi ketika salah satu perusahaan pengembang game melakukan “abuse” pada judul game AAA yang akhirnya lari kepada gambling dan mendapat kecaman dari berbagai pihak termasuk penggemar game itu sendiri. Contohnya, ya Vriends tau sendiri kan yaa..

Microtransaction itu sendiri memang masih terdapat garis tipis antara kebutuhan dan keserakahan. Jika dilihat dari segi kebutuhan, microtransaction memiliki andil yang besar pada sektor pengembangan berkelanjutan dari game itu sendiri.

Balancing meta, membubuhkan konten baru, menjaga kondisi server, dan kondisi lainnya yang terjadi selama game tersebut dimainkan menjadi salah satu alasan adanya microtransaction. Tetapi terkadang barang atau jasa premium yang ditawarkan semakin tidak masuk akal dan tidak sehat, para gamer akhirnya dibuat dilema.

Microtransaction

Sebenarnya sekarang sudah banyak sekali pencegahan pemerintah di Amerika dan Eropa untuk membongkar praktik bisnis seperti ini, tetapi pada akhirnya kembali kepada fitrah para gamer sebagai penikmat yang setia. Apakah microtransaction ada pada game yang sedang Vriends mainkan? Comment dibawah and see you soon!