Microtransactions, mungkin kamu yang mengikuti perkembangan industri game saat ini sudah tidak asing lagi dengan model bisnis yang seringkali diterapkan pada game-game favorit-mu. Microtransactions sendiri bisa diartikan sebuah model bisnis di mana pengguna dapat membeli barang virtual melalui pembayaran mikro, untuk lebih jelasnya kamu bisa membacanya disini.

Namun, yang penulis ingin bahas kali ini adalah siapa sebenarnya yang harus disalahkan perihal booming-nya model bisnis ini. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba untuk membahasnya agar pengetahuan kita sebagai gamers semakin bertambah dan tidak diam saja membiarkannya terus merajalela di industri game yang kita cintai ini.

Perkembangan Teknologi

Microtransactions

Tidak bisa dipungkiri akibat perkembangan teknologi saat ini, para publisher punya banyak cara untuk memperoleh keuntungan lebih besar dari produk game yang telah dibuat oleh para developer dibawah naungannya.

Karena walau bagaimanapun industri game juga merupakan salah satu industri bisnis yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin dengan modal sekecil mungkin.

Dengan internet yang semakin mudah diakses, dan dukungan dari platform gaming-nya secara langsung, membuat peluang untuk menerapkan model bisnis ini kian terbuka lebar. Sehingga bukan menjadi suatu keanehan jika peluang ini dimanfaatkan untuk menghadirkan microtransaction dalam sebuah game.

Publisher Kapitalis yang Gila Keuntungan

Microtransactions

Inilah yang sering menjadi kekeliruan para gamer, seringkali kita yang tidak tahu harus menyalahkan kepada siapa, selalu berujung menyalahkan gamenya ataupun developeryang mengembangkan game tersebut. Padahal sebenarnya akibat dari permintaan publisher-lah yang sebenarnya berujung diterapkannya microtransaction dalam suatu game.

Karena seperti yang penulis katakan sebelumnya bahwa biar bagaimanapun industri game juga merupakan salah satu industri bisnis dengan tujuan untuk meraih keuntungan maksimal dengan modal seminimal mungkin.

Sayangnya, rata-rata publisher besar kapitalis seperti EA dan Activision, terkadang tak ragu untuk menerapkan strategi yang cukup gila dan memicu kontroversi, sehingga malah merugikan player-nya yang akibatnya mencederai pengalaman selama memainkan game-game yang telah diracik oleh para developer dibawah naungannya. Akhirnya reputasi developer-nya pun menjadi buruk dan tidak dipercaya lagi oleh para gamer.

Strategi Bisnis yang Sedang Populer

Microtransactions

Model bisnis microtransaction ini sebenarnya telah lama diterapkan oleh beberapa publisher game-game mobile yang memang terbilang sukses dan terbukti ampuh untuk mendapatkan keuntungan lebih. Maka wajar saja bila strategi ini kemudian diikuti dan dicontoh oleh para publisher lainnya dengan maksud yang sama.

Membuatnya kemudian populer dan seringkali diterapkan demi mendapatkan keuntungan maksimal disetiap penjualan suatu game. Memang sulit rasanya untuk menentang strategi bisnis ini, mengingat mau bagaimanapun pasti publisher tersebut akan melakukan segala macam cara untuk tetap menerapkannya.

Itulah kira-kira penyebab sebenarnya dari fenomena negatif yang sedang terjadi di Industri game saat ini tersebut. Sebuah model bisnis yang memang sulit untuk dihindarkan karena pada dasarnya industri game juga tidak ada bedanya dengan industri kebanyakan yang memiliki tujuan utama untuk meraup keuntungan.

Namun paling tidak kita hanya harus menyadarinya saja dengan mengurangi atau mungkin menghindari segala macam hal-hal berbau microtransaction.

Sekian dari penulis, dan terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini!