Nama Panji Tengkorak mungkin akan terdengar kurang familiar bagi generasi kekinian. Namun, bagi para pemuda akhir 60-an dan awal 70-an, nama Panji Tengkorak bisa jadi merupakan tokoh pahlawan fiktif pujaan mereka.

Hans Jaladara adalah pengarang dari komik silat legendaris ini. Beliau adalah salah satu pengarang yang mampu mempopulerkan cerita silat khas nusantara dalam bentuk komik. Panji Tengkorak adalah salah satu artefak dari konsep komik silat Indonesia yang kepopulerannya kian terkubur di atas kemunculan manga dan manhwa yang berhasil menancapkan identitasnya pada para penggemar komik, khususnya di Indonesia.

Panji Tengkorak
Hans Jaladara (kiri) bersama Seno Gumira Ajidarma (www.hansjaladara.com)

Kali ini, bersama Virtual Verbal, mari kita gali lagi tentang kisah si Panji Tengkorak ini. Tak ada salahnya menggali harta karun ini, mungkin saja, di dalam kuburan tua, kita dapat menemukan ribuan makna yang bisa kita jadikan peta dalam berkarya.

Sedikit Bocoran

Dalam serial pertama komik ini, digambarkan seseorang yang penampakannya acak-acakan mirip gembel kelaparan: pakaiannya lusuh penuh tambalan, berjalan bungkuk sembari memegang tongkat bagaikan orang penyakitan, memakai caping serta topeng tengkorak yang menyeramkan.

Panji TengkorakPenampilannya memang sungguh tak meyakinkan, tapi dialah sang pahlawan, si Pengemis dari Kidul. Dia berhasil mempecundangi beberapa begundal ketika ia sampai pada perbatasan desa dan setelah ia memasuki desa tersebut, ternyata desa itu sedang berada dalam teror kekuasaan gerombolan bandit pimpinan Temperese.

Seiring waktu berjalan, Pengemis itu berhasil membabat Temperese dan gerombolannya sekaligus menyelamatkan Mariani, gadis yang hampir saja dijadikan istri secara paksa oleh Temperese. Adik Mariani yang bernama Warti pun berhasil Panji selamatkan setelah sempat diculik oleh Temperese. Tanpa pamrih, si Pengemis pun pergi setelah menyelamatkan Mariani, Warti, dan warga desa tersebut.

Dalam serial kedua berjudul Panji Tengkorak: Dewi Bunga, terungkaplah wajah dibalik topeng tengkorak itu. Ternyata, Pengemis yang berpenampilan buruk itu adalah seorang pemuda rupawan. Pengemis itu memperkenalkan dirinya sebagai Panji.

Cangkang luar yang Panji pakai ternyata hanyalah sebuah siasat untuk menutupi ikrar masa lalunya yang cukup kelam. Konflik yang hadir dalam cerita Panji Tengkorak sebagian besar berasal dari ketegangan dalam dunia persilatan di masa lampau.

Petualangan Panji pun akan semakin berat seiring dengan bergulirnya waktu. Tanggung jawabnya sebagai seorang pendekar seakan memanggilnya untuk membersihkan dunia persilatan dari noda-noda persilatan aliran sesat yang akan menjadi takdirnya.

Para Lakon Utama

  • Panji Tengkorak/Pengemis Sakti dari Kidul/Iblis dari Kidul

Panji TengkorakPendekar tampan yang menyembunyikan sosok aslinya dalam balutan penampilan yang mirip pengemis bertopeng tengkorak. Memiliki sebilah pedang yang tersembunyi dalam bentuk sepotong tongkat yang kerap ia gunakan untuk membasmi musuh-musuhnya. Murid terakhir dari seorang pendekar sesat bernama Nagamas yang terkenal menguasai jurus-jurus dan aji-ajian aliran hitam yang langka dan mematikan.

Menjadi duda setelah istrinya yang bernama Murni dibunuh oleh kelompok penjahat bertopeng yang mengincar kitab pusaka perguruan Nagamas. Terpukul oleh kejadian itu, dia memutuskan untuk menyembunyikan ketampanannya dengan cara berpenampilan seperti pengemis buruk rupa.

Selain bentuk kesetiaan terhadap mendiang istrinya, Panji takut apabila kelak ada perempuan lain yang mencintainya, perempuan itu akan mengalami nasib sama seperti yang dialami istrinya. Dengan tampang mirip pengemis buruk rupa, ia berharap bisa terhindar dari skema dicintai dan mencintai.

Setelah hampir mati oleh Pukulan Naga Sakti yang dihujamkan Kebobeok, Panji berhasil kabur ke tempat tersembunyi yang bernama Alas Purba, lembah terpencil yang berisikan flora dan fauna zaman purbakala. Di sanalah ia bertemu Kakek Harimau Tua Bertangan Sakti dan cucunya Andini.

Demi menolong Panji dan mengehentikan kekejaman Kebobeok yang sakti mandraguna, Kakek Harimau Tua pun memberikan ilmu tenaga dari hasil latihannya selama 100 tahun kepada Panji. Namun, Kakek Harimau Tua harus tutup usia karena efek samping penyaluran tenaga dalam― tersebut.

Demi menghentikan kebejatan Kebobeok, Panji pun melatih sebuah jurus rahasia yang ia ciptakan di Alas Purba. Jurus sakti yang dinamakan Tinju Alas Purba pun tercipta, sebuah tinju yang dapat menghancurkan objek apapun sampai terburai seperti debu. Dengan jurus baru dan tekad untuk menyelamatkan dunia dari teror Kebobeok, Panji pun kembali ke dunia luar sekaligus membimbing Andini keluar dari Alas Purba.

  • Mariani

Panji TengkorakSeorang gadis biasa, kakak Mariani yang telah terperdaya oleh Temperese―harus mati oleh Panji karena suatu tragedi. Setelah diselamatkan Panji dan melihat ketulusan beliau dalam membela kebajikan, Mariani kian menyimpan hati untuk Panji.

Mariani terpaksa harus menjadi pengelana setelah adik kandungnya yang bernama Warti hilang karena berusaha melacak jejak si Panji Tengkorak. Saat berkelana dan menghadapi situasi berbahaya, takdir yang kembali mempertemukannya dengan Panji selalu berhasil menyelamatkan raganya, namun perasaan cinta Mariani? Tetap terkunci dalam hati.

Panji Tengkorak

Panji pun sebenarnya menaruh hati pada Mariani, namun pertemuan Panji dan Mariani yang semakin intens malah semakin sering menyeret Mariani dalam situasi yang berbahaya dan membuat Panji pun menahan perasaan itu.

Di ujung cerita, Mariani akan menjadi salah satu murid perguruan Teratai Merah, kisah cinta mereka akan kandas oleh seorang tokoh bernama Nesia. Sebelum memutuskan untuk berpisah dari Mariani, Panji memberikan senjata pedang tongkat yang menjadi salah satu simbol jati diri Panji sebagai pendekar kepada Mariani.

Walaupun kisah cinta mereka kandas secara simbolik, namun dalam lubuk hati mereka yang terdalam, Panji dan Mariani terus saling mencintai, menyayangi, dan menghormati.

  • Dewi Bunga

Panji TengkorakPendekar sakti yang melemparkan kelopak bunga bertenaga dalam sebagai salah satu ciri khasnya dalam bertarung. Anak kandung dari Lakada, seorang pendekar aliran sesat dan gemar membunuh yang tewas dalam genggaman Panji.

Selalu penuh dengan tata krama dalam bersikap, berbanding terbalik dengan ayahnya yang seorang pendekar keji. Salah satu perempuan yang ditolong oleh Panji dari kepungan komplotan Kebobeok

Sempat ingin membunuh Pengemis Sakti dari Kidul dengan tujuan membalas dendam kematian ayahnya. Namun, setelah mengetahui latar belakang ayahnya dan juga sosok Pengemis Sakti dari Kidul yang ternyata juga adalah Panji, dendam dan amarah pendekar cantik ini mulai sirna digantikan oleh rasa cinta.

  • Andini

Panji TengkorakGadis cantik dan sakti, cucu dari Harimau Tua Bertangan Sakti. Setelah seluruh keluarganya dibunuh oleh Kebobeok, Andini yang masih bayi diasuh oleh Harimau Tua Bertangan Sakti dan mengasingkan diri di lembah Alas Purba selama 20 tahun.

Andini adalah gadis yang pertama kali menolong Panji setelah ia tersesat dan sekarat di Alas Purba. Gadis inilah yang merawat Panji dan mengawasi Panji dalam mengembangkan jurus Tinju Alas Purba.

Terbiasa hidup di alam liar selama 20 tahun membuatnya bersikap dengan mengandalkan nalurinya. Insting itu telah membimbingnya menjadi pendekar yang ganas dan buas ketika ia keluar dari Alas Purba. Atas permintaan Harimau Tua, Panji pun ditugaskan untuk membimbing Anidini untuk mempelajari dunia luar.

Diam-diam, Andini pun menceritakan rasa cintanya terhadap Panji Tengkorak kepada Dewi Bunga. Ya, Panji, laki-laki pertama yang ia jumpai selain kakeknya, pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Walau dalam perjalanannya Andini mengetahui Panji menaruh rasa kepada Mariani, Andini pun mentransformasikan rasa cintanya dengan cara menlindungi Panji dari jurus mematikan milik Kebobeok. Andini pun meninggal dalam pelukkan Panji.

  • Nesia

Panji Tengkorak Perempuan cantik namun licik yang menghuni pulau Tiga Iblis, ilmu tenaga dalamnya tidak seberapa kuat. Namun, Nesia menguasai ilmu-ilmu mengenai racun yang bisa membunuh para lawan secara perlahan.

Dia berencana memanfaatkan Panji sebagai alat untuk membunuh Kebobeok yang telah membantai keluarganya. Setelah melihat sosok tampan dibalik topeng tengkorak milik Panji, gadis itu langsung jatuh hati.

Terbakar cemburu karena cintanya tak terbalas, Nesia meracuni Mariani, gadis yang selama ini Panji sayangi, kasihi, dan hormati. Setelah hancurnya pulau Tiga Iblis, Nesia berhasil meracuni Mariani, walaupun tindakan itu harus ditebus dengan duel melawan Muri, ahli waris perguruan Teratai Merah dan memaksa Nesia menggunakan jurus mematikan bernama Malaikat Penyedot Bumi.

Panji Tengkorak

Nesia menyuruh panji untuk menebus penawar racun bagi Mariani dengan 3 syarat: berlutut serta mencium kaki Nesia, mengatakan cinta kepada Nesia, dan menikahi Nesia. Nesia tersadar semua hal tersebut tak akan pernah merubah perasaan cinta Panji. Setelah menyesal atas seluruh perbuatannya, Nesia meminta maaf, menyatakan kembali cintanya kepada Panji, dan memohon Panji untuk berjanji tidak meninggalkannya walau ia hanya tinggal seonggok jasad.

Panji menyanggupinya, Nesia pun wafat setelahnya. Ternyata jurus Malaikat Penyedot Bumi yang mampu meningkatkan tenaga dalam Nesia untuk melawan Muri menghasilkan efek samping berupa kematian.

Panji yang terkenal seorang yang tidak pernah ingkar janji pun kemudian melebur 43 mata golok untuk membuat peti mati kokoh yang berisikan jenazah Nesia. Dia membuang jati dirinya sebagai Panji Tengkorak sembari menyeret peti mati dari mayat perempuan yang mencintainya namun tidak ia cintai sambil terus berkelana.

Ciri Khas

Ciri khas yang paling kental dalam serial Panji Tengkorak tahun 1968 ini adalah tampilnya narator yang ikut menceritakan jalan cerita dari sudut pandang orang ketiga. Kemasan yang memiliki narator pun mengingatkan kita pada suasana-suasana pada salah satu gaya dalam penulisan novel.

Hal inilah yang membuat sebagian orang menyebut serial Panji Tengkorak sebagai novel grafis. Tak ketinggalan, illustrasi-illustrasi yang didominasi oleh siluet pun seakan menjadi salah satu ciri khas dari serial Panji Tengkorak.

Ejaan Republik pun dapat membuat generasi muda mempelajari napak tilas perkembangan Bahasa Indonesia yang sampai sekarang masih sangat dinamis.

Penutup

Epos kepahlawanan dalam serial Panji Tengkorak seakan membawa kita untuk bisa berempati tentang seorang jago silat yang menempuh jalan pendekar berhati sabar. Walaupun sopan, kuat, dan tanpa pamrih―ia pun kadang bisa marah, namun tidak pernah mendendam.

Pendekar yang menganggap remeh jiwanya apabila nyawanya memang pantas dipertaruhkan demi perdamaian. Pemuda yang rela membunuh perasaannya demi melindungi orang-orang yang ia cintai dan mencintainya.

Prototipe manusia yang seakan terkutuk namun tak kenal lelah untuk menjalani hidup walau harus tertunduk.