Apakah Virtual Vriends masih kebingungan saat membedakan antara RPG, J-RPG, dan MMORPG? Gak perlu bingung! Artikel ini akan berusaha untuk memberi pencerahan kepada kalian mengenai hal tersebut! Siapa tahu, kalian sedang mencari genre game yang cocok bagi kepribadian kalian. Baik, langsung aja nih kita mulai, dan gak usah nunggu sampe “lebaran kuda” cuman buat bikin intro.

RPG (Role-playing game)

RPG adalah singkatan dari Role-playing games. Kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia, role-playing bisa diartikan sebagai ‘memerankan’, apa sih yang kita perankan dalam RPG? Seseorang atau beberapa tokoh yang ‘hidup-matinya’ ada di tangan kita sebagai pemain game tersebut. Ibarat kita bermain drama dalam sebuah platform game, ada latar cerita, narasi, tujuan, dan pilihan. Rata-rata game RPG mengambil latar belakang cerita dari suatu babak dalam sejarah, atau berbentuk semesta fantasi dari alam pikiran sang pembuat cerita dalam game tersebut.

RPG Dragon Age Origins
RPG berjudul Dragon Age Origins, sumber gambar: zone-telechargerz.fr

Dewasa ini, dalam sebuah role-playing game, kalian akan diberikan tanggung jawab untuk mengembangkan alur cerita dalam game, sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan yang beragam dalam game tersebut. Dalam petualangan yang akan kalian tempuh, ada kalanya kalian akan bertemu dengan karakter-karakter pendukung yang dapat kalian gunakan untuk memperkuat karakter utama kalian, dalam beberapa judul kalian juga bisa memacarai karakter-karakter tersebut, bahkan kalian juga bisa membunuh karakter-karakter yang kalian tidak suka, atau  yang pikirannya tidak sejalan dengan keputusan karakter utama kalian.

Belakangan ini, alur dan akhir cerita yang beragam seakan sudah menjadi ciri khas dari game RPG, dan pesan moral pun sudah semakin kabur dalam game RPG, kalian bisa menjadi orang baik, orang jahat, atau orang yang “plin-plan” dalam game RPG. Mungkin bagi yang hidupnya sudah jenuh dengan tetek bengek dari: nilai, norma, susila, moral, yang harus kalian perankan dalam masyarakat patut untuk mencoba game RPG terkini. Jadi, hal penting yang akan kalian amati dalam game RPG terkini bukan lagi masalah ‘benar dan salah,’ namun lebih condong pada hubungan ‘sebab-akibat,’ seperti contoh: aku melakukan ini, dan inilah hasil yang aku dapat, berikut dengan dampaknya pada orang dan lingkungan sekitar.

J-RPG (Japanese Role-playing game)

Jepang, seperti yang telah kita ketahui, memiliki kebudayaan yang kental dan sudah dikenal secara global. Orang-orang yang sering kita sebut sebagai “Dai Nippon” pada masa penjajahan Jepang di Indonesia memang rajin untuk menyeret kebudayaan mereka agar selalu sejalan dengan perkembangan ilmu, pengetahuan, teknologi, dan kreatifitas secara berbarengan. Intinya, walau mereka mempelajari kebudayaan negara lain, mereka gak munafik, amnesia akut, dan malu untuk mempertontonkan kebudayaan mereka di depan masyarakat dunia.

J-RPG Ys Origin
J-RPG berjudul Ys Origin. sumber gambar: PlayStation LifeStyle

Hal tersebut juga ternyata mereka amalkan dalam genre role-playing game, mereka mengembangkan game RPG, sesuai dengan kiblat kebudayaan mereka. Apa bukti konkretnya? Silahkan teropong sendiri ciri khas dari kultur pop mereka! Cara penggambaran illustrasi? Mereka masukkan unsur gaya gambar ‘manga’ dalam J-RPG. Pengisi suara? Mereka masukkan pakem-pakem ‘seiyuu‘ dalam hal pengisiaan suara (animefreaks terkadang jijik apabila ada dubbed anime yang menghapus ekspresi olah vokal yang disajikkan oleh para seiyuu.)

Kultur Pop Jepang
Contoh manifestasi kultur pop jepang, sumber gambar: http://www.straitstimes.com

Intinya, J-RPG adalah pengembangan role-playing game yang sesuai dengan kaidah-kaidah kultur kebudayaan Jepang, terutama dari perspektif kesenian. Orang Indonesia sudah banyak berkarya dalam level global dalam hal RPG. Tapi pada realitasnya, games yang dibuat belum mampu membendung hegemoni dari kebudayaan negara lain yang lebih dominan. Salah siapa nih? Butuh riset yang lebih mendalam kalo mau berbicara hal seperti itu. Apakah mungkin creator yang cenderung mengekor (sekedar bikin, ikut-ikutan, lalu terkenal dengan mengenyampingkan identitas Indonesia) atas nama keuntungan? Atau mungkin memang masyarakat yang cenderung ignorant dan kurang mengapreasiasi hasil yang creator buat? Atau mari kambinghitamkan Pemerintah?

MMORPG (Massively multiplayer online role-playing game

Intinya kawin silang antara game daring (online game) dengan game RPG. Kalian akan membuat karakter game, dalam sebuah semesta yang memperbolehkan kalian berinteraksi secara daring dengan pemain lokal maupun global. Fitur interaksi dengan pemain lain pun akan semakin beragam, kalian bisa bikin guildpartyraid boss, jual-beli barang virtual dalam game daring, bahkan menikah dan membuat rumah.

toram mmorpg
Toram Online salah satu MMORPG. sumber gambar: MMOs.com

Ibarat kalian membangun sebuah masyarakat dalam dunia virtual yang diwadahi oleh genre MMORPG, kalian akan bertemu orang baik di dunia maya dan galak di dunia nyata, scammer (penipu macam fenomena ‘Mama minta pulsa’,) hode (avatar yang memiliki jenis kelamin berbeda dari kenyataan,) cheater (orang yang mencari jalan pintas untuk ‘meloncati’ “rintangan-rintangan” dalam game dengan cara yang tidak sesuai dengan peraturan dalam game,) dan juga bermacam istilah baru yang makin berkembang seiring dengan perkembangan MMORPG.

Kalau kita bijak, sebetulnya MMORPG bisa kita pakai sebagai ajang latihan sebelum kita memberdayakan diri kita dalam semesta realitas masyarakat yang akan kita pijak, cepat atau lambat. Kapan lagi kita bisa menertawakan miniatur dunia kita tanpa terlalu memikirkan secara dalam tentang konsekuensinya? Kapan lagi kita bisa berbuat salah dalam dunia virtual dan memperbaikinya di dunia nyata?