Kali ini kita akan membahas tentang Pulau Raftel yang digembar-gemborkan sebagai lokasi One Piece yang menjadi tujuan akhir para kru bajak laut pada serial One Piece. Serial One Piece telah mendapatkan hati dari berjuta-juta orang di dunia yang menyebabkan serial ini begitu antusias dibicarakan di forum-forum yang ingin memprediksi akan hal yang akan terjadi di episode selanjutnya.

Buah Ope-ope dan Harta Mariejoa

Sebelum masuk kepada teori pulau Raftel, adakalanya kita membahas terlebih dahulu sejarah yang mengelilinginya, dan misteri yang bersangkut-paut dengan pulau tersebut. Diceritakan oleh Oda pada saat Doflamingo bertarung melawan Law yang akhirnya menceritakan bahwa dirinya mengetahui harta nasional Mariejoa dan apabila Dofy menggunakannya, seluruh dunia akan terguncang.

Sebenarnya apa yang membuat harta Mariejoa dapat membuat seseorang dapat menaklukan segalanya? Itu karena mereka dapat hidup abadi seperti Gorosei yang telah hidup dari waktu dahulu. Doflamingo awalnya akan melakukan operasi awet muda pada dirinya apabila dirinya dapat menemukan orang yang sangat loyal kepadanya. Tetapi karena Law memakannya, maka usaha tersebut manjadi gagal karena Law sendiri memiliki dendam kepada Doflamingo sehingga membantu Luffy untuk mengalahkannya.

Harta Meriejoa adalah Uranus

Banyak yang mengatakan bahwa 3 senjata purba yang ada didunia onepiece dibuat oleh 3 klan yang hidup di alam kedamaian, ini terlihat pada cover enel yang memperlihatkan gambar kuno, yang bisa saja mewakili ras yang membuat 3 senjata kuno tersebut. Ras pertama adalah penduduk Skypiea yang menciptakan Pluton, yang kedua adalah manusia ikan yang menciptakan Poseidon, dan yang ketiga adalah manusia biasa yang menciptakan Uranus. Apabila kita melihat pada mitologi yunani kuno, dikatakan bahwa Uranus adalah dewa yang memiliki keabadian, meskipun kita semua belum tahu apakah Uranus adalah makhluk atau benda.

Pulau Raftel

Kita semua tahu bahwa untuk mencapai pulau Raftel, dibutuhkan pengetahuan untuk memahami Poneglyph yang menjadi kunci menuju pulau tersebut. Nekomamushi dan Inuarashi menceritakan bahwa terdapat 4 poneglyph kunci yang menunjukkan tempat, apabila ditarik garis antara tempat tersebut, munculah pulau terakhir, yaitu Raftel. dan merekapun mengatakan bahwa tidak ada yang pernah melihat pulau tersebut selama ratusan tahun. Jadi, bisa diasumsikan pulau Raftel tersebut bukanlah terletak dipermukaan laut, melainkan di bawah laut.

Pulau Raftel

Selain Road Poneglyph, ada juga poneglyph yang menceritakan tentang Joy Boy seperti pada Poneglyph Pulau Manusia Ikan yang menceritakan permintaan maaf Joy Boy. dan hal ini akan menghubungkan kita kepada sejarah zaman kekosongan dan Kerajaan kuno. Simak selengkapnya pada part berikutnya.