Hai Virtual Vriends! Kamu gamers dan udah punya pasangan yang kira-kira cocok buat kamu? Kami merangkum beberapa renungan agar gamers tidak hanya sukses dalam dunia virtual, tapi juga dalam hal percintaan. Semoga hal ini dapat membantu kalian menjadi gamers yang lebih bertanggung jawab, baik dalam dunia virtual, maupun kenyataan, langsung aja guys!

Untuk kali ini, VV akan mencoba membahas renungan buat gamers yang berpasangan dengan non-gamers, hal ini lebih sulit dan membutuhkan saling pengertian yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan pasangan sesama gamers. Apa aja sih hal yang bisa kalian renungkan sebagai gamers yang berpasangan dengan non-gamers? 

Jangan Acuhkan Dia saat Kamu sedang Asyik Bermain Game 

Renungan pertama, adalah hal yang sangat krusial bagi kelanggengan hubungan gamers. Perempuan atau laki-laki yang mau menerima gamers adalah orang-orang yang mencoba mengapreasiasi latar belakang para gamers yang notabene dihakimi sebagai orang-orang yang cenderung madesu (masa depan suram) dan tak berprinsip. Yang gamers butuhkan adalah semua pembuktian atas kepercayaan mereka (non-gamers). Sebagai contoh: ketika pasangan kalian rela menemani gamers bermain ke warnet sambil menunggu waktu makan siang atau menonton bioskop, sebaiknya gamers jangan terlalu tenggelam dalam permainan! Ingatlah, bahwa kamu sedang bersama pasanganmu, jangan gengsi, jangan jaim, ajaklah mengobrol tentang permainan yang kamu mainkan, jelaskanlah tentang permainan yang kamu mainkan secara sabar, jangan emosian, berikanlah ekspresi kesedihanmu padanya ketika kamu kalah bermain, bergembiralah bersamanya ketika kamu sedang menguasai jalannya permainan, jadikanlah eksistensinya sebagai penyemangatmu dalam bermain, jangan salahkan dia kalau kamu sedang kalah bermain. Hal-hal itu memang terlihat kecil, tapi hal itu sangat berarti bagi mereka. Kalau ada situasi yang tak mengizinkanmu untuk berkomunikasi secara verbal, gunakanlah bahasa tubuh, tetap berikanlah mereka senyuman atau ekspresi-ekspresi yang dapat membuat pasanganmu terhibur.

Bagaimana cara bersikap jika kalian sedang tidak dalam satu tempat? Tentu saja kalian masih harus berkomunikasi, jika gamers sedang dalam kondisi yang membutuhkan konsentrasi tinggi dalam bermain dan permainan tidak bisa dijeda (pause), sebaiknya gamers sudah mengkomunikasikan hal tersebut pada pasangannya sebelum permainan dimulai, jangan keasyikan! Bersikap adillah, setelah satu permainan selesai atau setelah ada momen ketika gamers bisa menjeda sebuah game, sebaiknya kalian melakukan jeda dan berkomunikasilah! Tidak perlu berlebihan dan jangan terlalu sedikit dalam berkomunikasi, kecuali tingkat kepercayaan kalian sudah sampai pada cap lvl (level maksimal).

Bagaimana cara bersikap jika kalian sedang berkencan ditempat gamers? Kamu mengundangnya untuk berkencan ke tempatmu? Atau dia kangen dan berinisiatif untuk mengunjungimu dan kamu sedang bermain game? Solusinya mudah, sebaiknya berhenti bermain game ketika hal tersebut terjadi, tapi kalau kalian berada dalam suasana competitive matchmaking dalam game, coba selesaikanlah game kalian dengan menggunakan prinsip yang masih tetap sama seperti yang telah kita renungkan. Ada solusi lain, mencari games yang bisa dimainkan secara berpasangan, tujuan utama kalian bukan untuk menjadi yang terbaik dalam games itu, namun untuk mencari kesenangan (fun) yang tentunya harus bisa kalian nikmati secara berpasangan. ‘Semua senang, dan tak ada yang tersakiti’.

Hindarilah Kebiasaan untuk Berkata Kotor dalam Bermain Games

Renungan kedua, candaan atau jokes dalam video games terutama dalam on-line games akhir-akhir ini semakin vulgar, bila kebablasan hal tersebut akan berubah menjadi perkataan kotor yang serampangan dan vulgar. Mungkin hal itu dapat diterima dalam dunia virtual terutama bagi sesama gamers. Sayangnya hal itu akan membiasakan gamers untuk menyeret hal-hal vulgar itu ke dunia nyata. Bila kamu memiliki pasangan yang non-gamers dan mempraktekan vulgaritas itu kepada dia dan lingkungannya, tentu saja itu bisa menghasilkan sebuah blunder yang bisa memicu lahirnya konflik di antara kalian. Konflik tersebut akan berangsur-angsur mengeruhkan kisah perjalanan hati kalian.  Hal-hal vulgar itu mungkin relevan dalam konteks games, namun sebaiknya jangan pernah tarik hal itu ke dunia nyata, hal itu cuman akan menambah asosiasi negatif masyarakat kepada kaum gamers. Buatlah sebuah terminologi baru untuk menghajar orang-orang yang senang menstempel kalian dengan negativitas. Ciptakanlah sebuah istilah baru, misalkanlah contoh: Gamers BerimanGamers Romantis, Gamers Entrepreneur, Gamers Sastrawan, Gamers Seniman, dll. Buktikan bahwa video games adalah inspirasi dan energi kreatif kita untuk mengembangkan potensi diri.

Ajaklah Dia Bermain Games yang Kamu Mainkan

Renungan ketiga, setelah membuatnya mengerti seluk beluk games yang kamu mainkan. ada baiknya jika kamu mencoba untuk mengajaknya mencoba bermain games tersebut. Tapi ingat, jangan sampa hal tersebut mengganggu aktifitas dia, memposisikan waktu yang tepat adalah hal yang sangat penting untuk melakukan hal ini. Apabila ia tertarik, ajarkanlah dia bermain, semangatilah dia untuk berkembang dalam permainan, sama seperti kamu mencoba memberikan semangat di kehidupan nyata. Namun, apabila tidak tertarik dan terlihat tidak antusias saat memainkannya, sebaiknya jangan kamu paksakan, cari beberapa alternatif lain selain opsi tersebut.

Mencoba untuk Menengok Dunia yang Dia sukai

Renungan  keempat, bersikap adil dalam berpasangan merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam menjalankan suatu hubungan asmara. Jangan sampai kamu (gamers) hanya ingin menunjukan duniamu, tanpa mempedulikan dan tidak ingin mencoba mengerti tentang ‘dunia’ yang pasanganmu geluti. Cobalah untuk mengerti kegiatannya, hobinya, kesukaannya, dan juga hal-hal yang ia kurang suka, semakin kalian mencoba mengerti satu sama lain, semakin meleburlah kalian dalam menjalankan kehidupan, imajinasi psikologis pun akan lahir yang akan membantu kalian untuk saling mengisi kekosongan, puncaknya, jika dia berdarah, kamu pun akan ikut merasakan sakit yang ia rasakan. Menekan ego dan menyamakan persepsi  akan mendewasakan hubungan kalian berdua ke tahap yang takkan pernah bisa terbayar oleh kata-kata.

Mencari Kegiatan yang Sifatnya Netral dan Bisa Kalian Nikmati Berdua

Renungan kelima, hal ini tak kalah pentingnya, mencoba menetralkan dua insan yang memiliki perbedaan dalam hal kegiatan, hobi, dan kesukaan. Kencan merupakan hal yang sudah pasti harus bisa kalian nikmati secara bersamaan, kalau tidak, mungkin ada yang salah dan harus segera kalian evaluasi dengan keterbukaan pikiran. Mungkin kalian berdua bisa berinovasi dengan mencoba menemukan bermacam kegiatan yang sama-sama kalian suka, di luar kegiatan khusus yang kalian suka. Sebagai contoh: mungkin bisa kalian mulai dengan mencoba berolahraga, mengunjungi toko buku atau perpustakaan, dan bahkan mungkin memasak. Cakupan dari hal ini sangat luas, dibutuhkan bermacam penyesuaian kondisi kenyataan dari latar belakang kehidupan kalian yang beragam, dan faktor saling pengertian yang harus terus-menerus kalian latih adalah kunci untuk hal yang satu ini.

Renungkan dan Mengevaluasi Hasil

Renungan keenam, seperti yang telah disebutkan dalam paragraf sebelumnya, ada bermacam kemungkinan dan jalan yang mungkin tak dapat terkualifikasi oleh artikel ringkas ini, teruslah renungkan semua hal yang kira-kira dapat terus memperkuat hubungan kalian. Intinya adalah keseimbangan, jangan berlebihan, pun jangan kekurangan, dan selalu berusaha positif dalam menjalani hubungan, sesuaikan semua hal dengan keadaan, lingkungan, dan kondisi kesiapan batin kalian. Evaluasi itu penting, apabila terjadi konflik semacam pertengkaran, jangan berasumsi tanpa pernah menggali hubungan kausalitas (hubungan sebab-akibat) yang menyebabkan hal tersebut, jujurlah pada diri sendiri, setelah kalian rasa cukup untuk introspeksi, baru kalian bisa menilai kesalahan pasangan kalian. Semuanya kembali ke tangan kalian, satu hal lagi, ini hanya bersifat renungan, bukan sebuah kompas atau peta yang akan menunjukan ke arah mana hubungan kalian berjalan. Kalian berdualah yang harus memastikan cinta kalian bukan sebuah kekeliruan, ketidakpahaman, dan ketidaksadaran kalian terhadap diri sendiri, manusia lain, dan terlebih ketidaksadaraan kalian akan Tuhan.