Hai Virtual Vriends, kalo udah baca artikel sebelumnya tentang renungan bagi gamers yang berpasangan dengan non-gamers, sekarang mari kita coba sama-sama merenenung mengenai para gamers yang bepasangan dengan gamers lain dan akan disebut sebagai “Pasangan Gamers” dalam artikel ini. Sempat disinggung bahwa hal ini lebih mudah jika dibandingkan dengan gamers yang bepasangan dengan non-gamers, tapi perlu digaris bawahi, yang dimaksud dari lebih mudah disini adalah dalam konteks kesamaan ‘dunia’ yang sudah sama-sama awam mereka geluti sebagai gamers, bukan dalam hal lain.

Banyak pasangan gamers yang bertemu melalui on-line games, terutama bagi para penggemar game MMORPG (Massive Multiplayer Online Role-Playing Game) yang lebih membutuhkan banyak interaksi simultan dan berulang antar pemain. Hal inilah yang membikin terbukanya kemungkinan atas perasaan cinta dan kasih sayang antar sesama gamers, seiring dengan perkembangan meningkatkatnya keyakinan, perasaan, dan perilaku gamers yang memberi afeksi antara satu dengan yang lain. Hal ini akan semakin menarik dan menantang karena pada awalnya interaksi yang terjalin hanyalah berbentuk teks, emoji, dan suara, kecenderungan selanjutnya biasanya terjalin melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Selain MMORPG, mungkin banyak yang bertemu melalui game yang bergenre lain, namun pada umumnya pra-kondisi utama yang memicu hadirnya pasangan gamers adalah on-line games. Umumnya, pasangan gamers yang tegolong dalam kategori ini menjalani hubungan jarak jauh (long distance relationship). Selain dari kecenderungan tersebut, akan ada banyak varian yang mendukung dan membentuk jalinan asmara antara pasangan gamers. Mungkin dari pasangan muda-mudi atau pasangan suami-istri yang ingin mencoba mencari suasana baru sambil mengekspresikan cinta kasih mereka dalam on-line games. Umumnya, pasangan gamers yang satu ini tinggal berdekatan atau bahkan tinggal satu rumah (bagi yang suami-istri).

Setelah mencoba mendeskripsikan asal muasal bagaimana pasangan gamers lahir di kehidupan nyata dan virtual, mari kita mencoba bersama-sama untuk membahas dan merenungkan hal-hal yang umumnya patut direnungkan dalam realita pasangan gamers:

Kesadaran Diri yang Menjadi Eksistensi

Dewasa ini, merasa asing dari diri sendiri merupakan hal yang paling umum dirasakan oleh manusia, menyadari tarian jiwa (cycle of soul) dan potensi kecerdasan kita pada potensi untuk melakukan bermacam hal adalah suatu hal yang patut kita renungkan, dengan kata lain, adalah kodrat manusia untuk dilahirkan dengan potensi yang cenderung beragam. Hal inilah yang perlu digali, terutama bagi pasangan gamers yang bermain dalam satu judul game yang sama. Kalau kita seret hal tersebut ke dalam ranah game, kita bisa mengambil contoh dalam game MMORPG: baiknya para pasangan mengambil peran yang berbeda dalam klasifikasi job-class, hal yang paling umum adalah salah seorang mengambil peran sebagai supporter atau healer class dan yang seorang lagi mengambil peran sebagai DPS (Damage Per Second) atau Tanker class, dengan kombinasi kedua class tersebut, akan menjadi lebih mudah untuk melakukan dungeon raid, leveling, dan main quests dalam game, sinergi yang sempurna karena kalian akan menjadi lebih membutuhkan satu sama lain, hal ini dapat membantu melatih sinergi kalian yang melahirkan suatu simbiosis yang saling menguntungkan dan tak terpisahkan.

Kemandirian ekonomi adalah hal yang cukup vital, baik di dunia nyata, dan juga dunia virtual, khususnya on-line games. Hal ini juga yang bisa menjadi titik pertimbangan bagi para pasangan dalam dunia virtual. Kalian bisa mencari bahan-bahan (materials) bersama, dan hasilnya bisa kalian jual atau gunakan untuk keperluan bersama, menjadi kuat secara tim akan lebih ringan bila dilakukan bersama, hal ini juga bisa menghindari kalian dari para scammer dan tukang riba yang sering bercokol dikebanyakan on-line games. Kalian juga bisa menjual rare drops dari Boss, raid group, treasure chests dan membagi hasilnya secara adil antar pasangan. Hal tersebut, secara tidak langsung akan melatih kepercayaan dan kejujuran kalian antar pasangan, yang notabene dapat berguna di kehidupan nyata kalian.

Kamu Bermain Demi Dia dan Dia Bermain Demimu

Seperti halnya dunia nyata, di alam dunia virtual, khususnya on-line games, terdapat begitu banyak godaan terbentang pada on-line games. Kekayaan, ketenaran, barang-barang eksklusif yang hanya bisa didapatkan melalui events tertentu dalam game maupun item mall dalam game. Hal tersebut terkadang membuat para gamers ‘berubah’ menjadi “hyena” yang tega ‘menusuk’ pemain lain untuk mendapatkan bermacam eksklusivitas tersebut. Para pasangan dalam game pun tak menjadi pengecualian. Sebaiknya para pasangan jangan melupakan hal penting tersebut sebagai antisipasi apabila salah satu di antara kalian khilaf. Ingatlah, kalian bermain video game on-line untuk saling melengkapi satu sama lain, semua hal yang telah disebutkan tadi wujudnya imaterial dan cepat atau lambat akan berangsur punah, semua hal itu tidak sepadan dengan bentuk pengorbanan kalian yang wujudnya lebih konkrit. Selain itu, jangan sampai kalian bermain sendirian terlalu lama (khususnya dengan lawan jenis) dalam permainan yang kalian mainkan secara berpasangan, hal itu merupakan salah satu konflik yang kerap terjadi dan tidak disadari oleh para pemain game yang sudah berpasangan, alasan yang cukup rasional adalah salah satu pasanganmu akan merasa risih dan tidak nyaman jika kamu bermain dengan pemain lain. terutama lawan jenis. ‘Tuhan itu pencemburu, Dia memaafkan umatnya yang melakukan dosa, kecuali bagi mereka yang berpaling pada-Nya, apalagi manusia?’ Namun, ada pengecualian ketika kamu meminta izin atau memberitahukan pasanganmu bahwa kamu akan bermain dengan pemain lain, komunikasi adalah hal yang selalu diremehkan bagi para pasangan, dan tidak tersampaikannya pesan melalui komunikasi yang baik adalah konflik umum yang akan memberangus jalinan asmara kalian, sesuatu yang awalnya kecil, namun bisa berakhir fatal. Mungkin gampangnya, bila kalian telah berikrar berpasangan dalam game, sekaligus dunia nyata, ingatlah esensi utama yang lebih penting dari game itu sendiri adalah perjalanan kalian berdua yang harus selalu saling melengkapi, buka menegasi.

Jangan Terlalu Banyak Terlibat Terlalu Dalam dengan Pemain Lain yang Asal-usulnya Tidak Jelas 

Setelah berangsur-angsur menguasai seluk-beluk game yang kalian mainkan bersama dan menjadi salah satu pasangan yang mumpuni, mungkin ada suatu titik dimana kalian berdua tergugah hatinya untuk menolong pemain baru (beginner, newbie)  atau pemain yang baru kalian kenal dalam bermacam hal. Tolong menolong adalah suatu hal yang bagus, namun ingat, terkadang pemain lain malah menjadi manja dan bergantung pada kalian berdua, menolong dengan bentuk seperti ini hanya akan membebani kalian sebagai pasangan, terkadang kalian berdualah yang menjadi beradu argumen karena para oknum pemain manja itu. Tolonglah mereka seperlunya, ajari mereka dan bantu mereka, sesuai dengan kapasitas kemampuan mereka, jangan terlalu banyak memberi mereka kemudahan dari segi items dan equipments, biarkanlah mereka rasakan susahnya mendapatkan semua itu, agar tidak menjadi manja. Seperti inilah penolong sejati bertindak, dengan mengajarkan, bukan memberi sesuatu yang instan nan karbitan, ilmu tersampaikan dan hubungan kalian tidak perlu tercoreng oleh tipikal pemain-pemain jenis ini.

Waspadai Pemain yang Mendaku Sebagai Teman Virtual Namun Menjadi Penghasut dalam Game 

Dalam on-line games, banyak juga teman-teman virtual kalian yang mungkin cemburu atau tidak suka dengan kedekatan kalian berdua. Rata-rata teman virtual yang tak pernah kalian kenal di dunia nyata akan masuk kategori ini. Mereka terkadang iri dengan item mall yang dibeli oleh salah satu pasanganmu, atau mungkin mereka iri dengan pencapaian yang kalian dapat bersama dalam game itu. Mereka akan mulai menghasut salah satu di antara kalian tanpa kalian sadari, mencoba untuk menghancurkan kesamaan persepsi kalian sebagai pasangan, sekaligus menajamkan asumsi keburukan antar kalian yang kebanyakan mengada-ada untuk membuat kalian bertengkar satu sama lain. Apabila konflik sudah pecah, terkadang pasangan kalian yang sudah terhasut lebih condong membela si penghasut tersebut, titik inilah yang terkadang akan menghancurkan semua bahtera keindahan yang telah kalian rakit bersama. Kalau ini sudah terjadi, kalian harus bersiap untuk wajib menjelaskan akar permasalahan yang terjadi, mungkin bisa dengan mengambil konsep ‘pra-kondisi kausal’ (membedah sisi permasalahan dari perspektif sejarah sebab dan akibat), ibarat ‘Tak akan ada asap tanpa ada api’. Berusahalah memotret jelas akar permasalahan, niscaya si penghasutlah yang akan enyah dari kehidupan kalian berdua.

Bersiaplah Untuk Mempelajari dan Memahami Kultur Budaya Lain (Khusus Bagi Gamers yang Berhubungan antar Negara)

Perbenturan antar dua kultur yang berbeda akan menjadi salah satu penyebab retaknya hubungan pasangan gamers antar negara. Kebudayaan itu tidak tunggal, sudah merupakan suatu fitrah dari Sang Pencipta, yang bisa kita lakukan adalah menentukan mana yang baik dan buruk bagi kita, sesuai dengan konsekuensi yang akan kita dapat dari hal tersebut. Hubungan istimewa antara pasangan gamers antar negara akan menjadi sempurna jika kalian berdua berhasil merontokan kegagapan kalian akan budaya negara lain. Belajar dan memahami bukan berarti kalian harus berubah dan berpikir seperti mereka, jangan pernah hapuskan identitas kalian yang mengakar, dan meniru budaya lain secara serampangan, saring mana yang baik dan buruk bagi kalian. Lebih indah lagi jika pasangan gamers melengkapi satu sama lain dari kacamata budaya.