Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa akan ada film dengan superhero sebanyak ini dalam satu film. Marvel benar-benar mempersiapkan semuanya dengan baik. Dimulai dari Phase One dengan film Iron Main (2008) sebagai awal hingga akhirnya sampai kepada Avengers: Infinity War yang resmi dirilis 10 tahun kemudian (2018).

Pola yang dikembangkan Marvel antar satu film dengan film lainnya adalah keterkaitan satu sama lain, baik di dalam cerita film nya sendiri maupun yang disisipkan di Mid/Post Credit. Dan apa yang sudah dipersiapkan oleh Marvel sejak jauh-jauh hari puncaknya terjadi di Avengers: Infinity War.

Seru Sejak Awal Film Dimulai

Jika kamu membayangkan akan ada banyak pertempuran dan perkelahian seru dalam film ini, ya kamu tidak salah. Buktinya, sejak awal film ini dimulai kamu sudah disuguhi pertarungan antar karakter. Sudah pasti ada hubungan dengan film Marvel sebelumnya, yang berarti lebih baik kamu menonton film-film sebelumnya dan memastikan menonton hingga Post Credit selesai untuk lebih mengerti film ini.

Tidak banyak basa basi yang tidak diperlukan dalam keseluruhan cerita, hampir semua langsung to the point pada inti masalah dan tentunya banyaknya adegan pertarungan. Semua bermuara kepada Thanos dan bagaimana setiap supehero menghadapinya. Ini terbilang wajar, di karenakan latar belakang masalah sudah diceritakan di film-film sebelumnya.

Mungkin bila dihitung dengan angka kadar action di film ini sekitar 80%. Lagi-lagi sangat wajar mengingat banyaknya superhero yang hadir di film ini. Tema film ini adalah melawan antagonis bernama Thanos, jika superhero sebanyak itu mereka tidak banyak melakukan adegan action, justru terasa aneh bukan?

Avengers: Infinity War

Setiap Karakter Mempunyai Peran Penting

Membayangkan bagaimana banyaknya superhero dijadikan satu layar sedikitnya memunculkan kekhawatiran bagaimana mereka bisa dengan pas tampil tanpa tertutup karakter lainnya. Ingat Avengers: Age of Ultron? Memunculkan banyak superhero juga, namun karena tidak pas porsi nya malah memunculkan kekecewaan para penonton?

Dan, salut untuk Russo Brothers yang mampu menampilkan setiap karakter dengan baik dan pas, tidak berlebihan dan sesuai porsi nya. Tidak ada yang hanya sekedar lewat, sekedar jadi pemanis. Ini merupakan sebuah keberhasilan yang patut diapresiasi, membuat kesan bahu membahu antar karakter untuk melawan Thanos pun begitu terasa. Sesulit itukah melawan satu orang musuh saja?

Peran Thanos sebagai antagonis yang super kuat dan mengintimidasi terlihat sangat menonjol. Bagi yang jenuh dan bosan melihat film superhero yang lebih menonjolkan karakter protagonis dibandingkan antagonis, akan senang melihat bagaimana Thanos diperlihatkan, baik masa lalu, apa yang jadi tujuannya, hingga kenginannya mendapatkan seluruh Infinity Stone.

Jarang-jarang ada sebuah antagonis yang diperlihatkan begitu dalam seperti ini. Penulis sendiri sangat suka melihat Thanos di ekspos dengan cara seperti yang ditampilkan di film ini. Justru yang diingat sekali oleh penulis setelah menonton film ini adalah Thanos, bukan para superhero. Ini merupakan point penting yang diterjemahkan dengan baik oleh Russo Brothers terhadap karakter antagonis yang ditampilkan, tidak sekedar melakukan hal jahat, bertarung, dan kalah.

Avengers: Infinity War

Gelap, Kelam, dan Menyedihkan

Bisa dibilang, Avengers: Infinity War merupakan film Marvel yang paling gelap, kelam, dan menyedihkan hingga saat ini. Ya, walaupun ada sisipan humor khas Marvel, namun jauh apabila dibandingkan dengan Thor: Ragnarok. Melihat kekuatan Thanos, kiamat bahkan bisa diciptakan hanya melalui kepalan tangan dan jentikan jari saja.

Jika mengingat film apa yang paling mendekati kriteria ini, mungkin penulis bisa menyebut Captain America: Civil War. Civil War masih jauh dibandingkan gelap dan kelamnya Infinity War. Banyak hal yang dikorbankan akibat ulah Thanos, selain tentunya semesta yang bisa hancur seketika, korban dari pihak protagonis pun ada. Ada superhero yang mati? Lebih baik tonton saja film nya.

Avengers: Infinity War

Yes or No?

Jika bosan dengan film superhero yang begitu-begitu saja, Infinity War memberikan perspektif lain dari seorang antagonis. Dijamin kamu tidak akan kecewa jika menonton film ini, karena menyuguhkan hal beda dari sosok antagonis.

Selain itu, jangan lupakan emosi yang akan campur aduk karena antusias melihat banyak nya superhero dalam satu layar namun dengan cerita yang gelap, kelam dan sedih, pas dan tidak berlebihan. Dan mungkin di film selanjunya akan muncul beberapa superhero yang menjadi kunci pertarungan dengan Thanos.

Satu hal yang kurang menurut penulis adalah: DURASI. Hahaha… Saking menikmati film ini, 2 jam 40 menit tidak terasa. Jujur, filmya sangat bagus dan seru, wajib kamu tonton, jangan sampai kena spoiler dari teman-teman kamu.

Tidak berlebihan rasanya jika menyebut Avengers: Infinity War sebagai film terbesar dalam sejarah film superhero sampai saat ini. Puluhan superhero berkumpul menjadi satu, melawan “hanya” satu musuh yang bahkan tidak bisa mereka tandingi. Jika mereka saja tidak bisa mengatasi Thanos, apa yang terjadi dengan alam semesta khususnya bumi? Jawabannya akan bisa kita ketahui di Avengers: Infinity War – Part 2 di tahun 2019 nanti.