Basilisk: Kouga Ninpou Chou (2005) merupakan anime yang diadaptasi dari novel karya Futaro Yamada yang ditulis pada tahun 1958-1959. Novel ini kemudian diadaptasi menjadi manga pada tahun 2003 oleh Masaki Segawa. Bercerita tentang kehidupan ninja pasca lengsernya Tokugawa Ieyasu.

Berlatar sejarah Jepang dengan banyak bumbu fiksi di sana-sini. Namun, unsur fiksi tersebutlah yang membikin anime ini semakin seksi. Para ninja dengan varian ninpou-nya saling bertarung demi mendapatkan predikat terkuat. Tapi untuk apakah semua pertarungan itu hadir?

Sinopsis

Bercerita tentang dua insan yang mabuk asmara, uniknya mereka ninja: Oboro sang ninja dari Iga Tsubagakure dan Gennosuke Kouga dari Kouga Manjidani. Mereka adalah calon pemimpin kedua klan yang saling jatuh cinta. Mereka berencana untuk melakukan pernikahan dan menyatukan kedua klan yang dibayang-bayangi oleh dendam kesumat ratusan tahun.

Kedua klan ninja tersebut bersembunyi dari masyarkat karena mereka dianggap berbahaya dan bisa disamakan sebagai “senjata rahasia” oleh Imperium Jepang. Bila ninja dan ninpou-nya terekspos di masyarkat, dikhawatirkan akan terjadi chaos yang berkepanjangan.,

Kedua klan itu sangat doyan perang, dendam kesumat atas alasan yang kabur itu berhenti oleh gencatan senjata yang diprakarsarai oleh Hanzo generasi pertama. Yah, bisa dibilang semacam dendam ala geng motor atau suporter sepak bola yang tidak pernah jelas apa untungnya.

Awal abad ke-16, Tokugawa Ieyasu (mantan Shogun) memutuskan untuk menunjuk salah satu keturunannya sebagai pewaris tahta. Hattori Hanzo menyuruh kedua klan itu untuk menghentikan gencatan senjata di antara mereka.

Mereka menyuruh kedua klan bertarung dengan mengusung 10 ninja terbaik untuk saling membunuh. Siapapun yang berhasil menjadi orang terakhir yang hidup akan mewakilkan 2 dari salah satu keturunan Ieyasu sebagai Shogun selanjutnya.

Sialnya, keputusan itu hadir ketika kedua klan sedang melakukan rekonsiliasi damai dalam upaya menyatukan kedua klan tersebut serta melupakan dendam masa lalu. Ya, rencana pernikahan atas kedua calon pemimpin klan (Oboro dan Gennosuke) pun di ujung tanduk.

Apakah Oboro dan Gennosuke akan saling bertarung demi kepentingan penguasa?

Konflik

Ulasan mengenai konflik akan menjadi fokus utama dalam review ini. Kalau mau disederhanakan, Basilik: Kouga Ninpou Chou hampir mirip dengan kondisi pasangan dalam karya salah satu First Folio Shakespeare bertajuk tragedi: Romeo and Juliet. Namun tentu saja, Romeo dan Juliet bukanlah ninja apalagi tinja. [1]

Konflik eksternal dalam Basilik: Kouga Ninpou Chou sangat beragam dan menarik. Konflik eksternal dapat dibedakan menjadi dua sub-kategori, yaitu konflik fisik dan konflik sosial.

Konflik fisik dalam anime ini yang nantinya bakal kalian nikmati. Kalian bisa melihat bagaimana para ninja beradu ninpou, mengeluarkan darah, mati, tersiksa. Suasana latar pertarungan di pegunungan, lautan, kuil, gelapnya malam, panasnya siang akan membuat para ninja saling beradu taktik, kemampuan, dan keberuntungan.

Banyak juga konflik fisik yang bermuara pada adegan-adegan pemerkosaan, sehingga anime ini tidak cocok bagi balita, anak-anak, remaja sange-an, dan om-om cabul. Tak bisa terelakkan, memang beberapa ninpou dalam anime ini ditujukan untuk menghabisi lawan jenis, seperti ninpou milik Akeginu, Okoi, dan Kagerou. The Art of Seduction ala novel Namaku Mata Hari (My Name is Mata Hari) karya Remy Sylado.

Sub-kategori kedua dari konflik eksternal adalah konflik sosial. Salah satu konflik sosial yang dipakai adalah ‘penggorengan isu’ masa lalu, isu hantu-hantu Oda Nobunaga macam isu hantu-hantu komunis. Pada tahun 1581, Oda Nobunaga memberangus Iga Tsubagakure, isu yang tersebar kala itu adalah Oda bekerjasama dengan Kouga Manjidani untuk menghancurkan Iga Tsubagakure. Padahal, isu itu disebar oleh ninja pendendam macam Yakushiji Tenzen dari desa Iga.

Mirisnya, invasi Oda Nobunaga itu terjadi ketika Iga no Ogen dan Kouga Danjou (Nenek dan Kakek dari Oboro dan Gennosuke) sedang berpacaran. Mirip kisah Oboro dan Gennosuke, Ogen dan Danjou pun sedang berupaya untuk melakukan rekonsiliasi atas dendam kedua klan tersebut. Sayangnya, Ogen terbakar isu yang telah digoreng oleh Tenzen. Cinta antara Ogen dan Danjou pun berangsur tumbuh menjadi hasrat saling bunuh.

kouga ninpou
Ilustrasi Oda Nobunaga saat invasi ke Iga Tsubagakure (vignette.wikia.nocookie.net)

Konflik sosial yang tak kalah penting lainnya adalah kebjiakan politik dari rezim Tokugawa. Upacara seremonial untuk menentukan Shogun selanjutnya harus termanifestasikan dari bangkai para ninja yang sedang mengusahakan perdamaian. Mungkin karena Bhinneka Tunggal Ika belum berhembus ke arah Asia Timur?

Kepatuhan buta mayoritas ninja pada rezim penguasa pun melahirkan derita. Hanya orang-orang yang tergerak atas dasar cinta dan damai yang berani menentangnya. Bentuk perlawanan ninja yang satu ini pun berujung melankolis dan tragis.

Konflik internal (konflik kejiwaan atau konflik batin) dalam Basilisk: Kouga Ninpou Chou pun cukup menyayat hati. Pertentangan antara dua keinginan, keyakinan, pilihan yang berbeda, harapan-harapan campur aduk, kusut, dan sengkarut. Sayangnya zaman itu tidak seperti jaman now yang rata-rata jeroan dari konflik batin manusia berserakan di sosial media.

Ya, konflik batin yang mungkin mengundang tawa bila yang update-nya laki-laki dan terkadang mengundang permodusan dan jebakan bila yang update-nya perempuan.

Ninpou

Istilah ninpou terjalin dari dua unsur kata. Yang pertama, “nin,” secara harfiah berarti kesabaran, ketekunan, dan diam-diam. Nin juga dapat diartikan berkomposisi pada dua karakter (pedang dan hati/pikiran) atau sebagai pedang yang ditempatkan di atas hati/pikiran. Ada dua makna simbolis perihal hal itu. Yang pertama, pedang memaksa hati/pikiran untuk tetap diam agar bisa bertahan. Kedua, bahwa hati/pikiran harus setajam dan semurni pedang.

Kata kedua berasala dari kata “ho,” secara filosofis lebih rumit dan memiliki kedalaman makna dan berkonotasi kuat pada konotasi dalam Buddhisme. Dalam bahasa Jepang modern, kata ini merujuk pada kata “hukum” (seperti istilah dalam sistem hukum). Namun, dalam istilah “ninpou” terkandung makna tradisi esoterik Buddhisme yang kental dengan Hukum Buddha Universal.

Hasil penggabungan dengan kata “nin” menghasilkan sebuah istilah ninpou yang bisa dipahami sebagai realitas dari ketekunan terakhir dan tersembunyi. Namun, kita tidak bisa secara kaku mendefinisikan atau menafsirkan ninpou dengan satu cara. [2]

Konsepsi ninpou dalam Basilik: Kouga Ninpou Chou sendiri dapat diartikan dari jurus-jurus ninja yang dilahirkan dari penggabungan antara kerja keras serta faktor mutasi genetik. Misal, ada sebagian ninpou yang bermanifestasi sebagai jurus bela diri mematikan dan tergolong aneh.

Contoh ninpou adalah jurus beracun milik Kagero. Ketika gadis cantik ini sedang birahi, seluruh tubuhnya akan mengandung racun. Kematian mutlak bagi orang yang menyentuh, mencium, dan bersetubuh denganya dalam kondisi ini. Mirip dengan Poison Ivy dari film Batman & Robin.

Ada pula tokoh yang tidak memiliki ninpou, contohnya Oboro. Gadis ini tidak memiliki kelebihan fisik dan tidak mahir dalam berkelahi. Tapi, dia punya kekuatan genetik yang terdapat pada matanya yang dalam novelnya disebut sebagai Hitomi no Jutsu atau Mystic Eyes dalam anime-nya.

Kouga Ninpou
Mystic Eyes milik Oboro(boblastic.com)

Oboro bisa mematahkan semua jenis ninpou milik lawan hanya dengan mengaktivasi Hitomi no Jutsu-nya dengan cara memandang mata lawannya.

Gennosuke Kouga juga punya kemampuan yang hampir sama dengan Oboro. Bedanya, jurus yang bernama Dojutsu itu berfungsi sebagai jurus hipnotis yang dapat menyuruh lawan-lawannya bunuh diri hanya dengan kontak mata.

Penutup

Anime ini cocok bagi yang doyan dengan sejarah Jepang era Sengoku dan ninja beserta ninpou-nya. Mungkin bisa termasuk dalam Sejarah Visual dengan bumbu fiksi. Kalau adegan pemerkosaan relatif mungkin ya? Kimpoi kuy? [3]

Kalau yang lebih suka ‘melotot’ dengan sudut pandang drama, anime ini pun cocok bagi kalian. Salah satu, kutipan cinta dalam bentuk My beloved, please die pun akan cukup mengundang spekulasi. Apakah karena saling cintanya, kau harus mati? Atau karena ‘penjara-penjara keadaan’ yang memaksa kita hanya bisa saling mencintai ketika mati?

Entahlah, mungkin spekulasi itu harus kalian jawab sendiri dengan menonton Basilik: Kouga Ninpou Cho. Jangan lupa, bijaklah! Sekalipun kalian ingin menunjukan bentuk cinta kalian yang paling ekstrim, perlebarlah pandangan kalian dalam menyikapi hidup yang yolo ini. [4]


[1] First Folio dari William Shakespeare terbagi dalam 3 kategori yaitu Comedies, Histories, dan TragediesRomeo and Juliet merupakan karya ke-3 Shakespeare (setelah Troilus and Cressida dan Coriolanus) dalam kategori Tragedies.

[2] Penjelasan lengkap tentang ninpou dapat dilihat di www.ninpo.org/martial_traditions/ninpo.html

[3] Kimpoi berasal dari bahasa batak yang berarti menikah atau melakukan hubungan badan.

[4] Bahasa slang internasional yang berarti You Only Live Once.