[imdb]http://www.imdb.com/title/tt1825683/[/imdb]


Black Panther mungkin tidak terlalu populer dibandingkan Iron Man, Captain America, maupun Hulk. Namun, sejak kemunculannya pertama kali di film Captain America: Civil War (dan selanjutnya di Avengers: Infinity War) diakui membuat popularitas Black Panther melesat jauh.

Seperti film-film Marvel sebelumnya, kehadiran film Black Panther tentunya membuat hype tersendiri, khususnya untuk fans nya Marvel. Film ini memperkenalkan asal usul sang Raja Wakanda, T’Challa.

Pencurian Vibranium Memicu Konflik

Konflik dibuka pada kasus pencurian Vibranium dari Wakanda. Seperti diketahui, Vibranium sebagai logam terkuat memang berasal dari Wakanda. Vibranium pun bisa menghasilkan teknologi yang bisa di olah yang membuat Wakanda sendiri menjadi sebuah negeri yang sangat maju dan makmur, baik dari segi teknologi maupun kekayaannya.

Cerita pun berlanjut dari kejadian sebelumnya di Captain America: Civil War, dimana ayah dari T’Challa tewas akibat bom di sebuah gedung. Hal tersebut yang membuat T’Challa harus pulang ke Wakanda untuk di daulat melanjutkan tongkat estafet kerajaan dengan menjadi raja Wakanda selanjutnya.

Namun, menjadi raja Wakanda tak semulus yang dipikirkan. Banyak konflik kepentingan yang terjadi. Salah satunya adalah konflik yang disebabkan oleh sang antagonis utama dalam film ini, Erik Killmonger.

Review Black Panther

Teknologi Dibalik Budaya Afrika

Kemegahan Wakanda begitu memukau ditampilkan di film ini. Sebagai negeri dengan teknologi tinggi dan kekayaannya yang berlimpah, visualisasi Wakanda sangat bagus dan membuat berdecak kagum. Tidak terbayangkan sebelumya bagaimana budaya dan tradisi Afrika dipadukan dengan teknologi modern. Hasilnya? BIsa kalian lihat sendiri ketika menonton filmnya.

Hal penting yang bisa dipelajari dari film ini adalah soal tradisi dan kebudayaan. Walaupun Wakanda dipenuhi teknologi canggih, sebagai negerti yang tertutup dari dunia luar, masalah tradisi dan kebudayaan menjadi hal penting yang tetep dijunjung tinggi sebagai pedoman hidup masyarakat disana.

Bagaimana adat istiadat turun temurun dari leluhur mereka yang tetap dipertahankan, gaya berpakaian yang berbeda antar suku namun tetap seragam, senjata tradisional seperti tombak yang tetap dipakai di tengah senjata berbahan vibranium yang bisa saja di produksi, sampai dengan hewan sebagai simbol masing-masing suku.

Review Black Panther

Konflik Keluarga Menjadi Fokus Utama

Sebagai antagonis, Erik Killmonger tampil begitu sangat mengintimidasi dan badass. Bahkan menurut penulis sendiri, kharisma Erik mengalahkan tokoh protagonis utama, T’Challa. Konflik keluarga menjadi sebuah drama dibalik ketegangan dan pertarungan yang ada dalam film ini.

Alasan yang membuat Erik menjadi seorang protagonis bahkan sangat manusiawi dan bisa dimaklumi. DIbalik sisi jahat nya, ada sebuah konflik batin yang membuatnya bertindak seperti yang ditampilkan di film ini. Dan alasan nya untuk menyerang Wakanda dan menantang raja Wakanda saat iin pun terlihat sangat logis.

Konflik keluarga yang melatari perseteruan yanag terjadi akhirnya membuat seorang protagonis yang tampil begitu sangat mengintimidasi ini pun menjadi hal yang klimaks di akhir film. Benar-benar sangat dramatis dan menyentuh.

Yes or No?

Sebagai pengenalan sang raja Wakanda, film ini bisa dibilang berhasil melakukannya. Setiap karakter di film ini mendapatkan porsi yang hampir sama, pengenalan karakternya pun begitu baik, dan tidak lupa juga pengenalan Wakanda sebagai negeri yang makmur dan maju juga begitu memanjakan mata.

Satu hal yang penulis kagumi selain visual effect dan CGI di film ini adalah adegan fighting yang terjadi di sebuah club malam di Korea. Menggunakan teknik pengambilan gambar antar scene tanpa cut merupakan hal luar biasa dan membuat situasi ketegangan pertarungan begitu terasa nyata.

Layak kah film ini ditonton? Tentu saja! Kalian tidak akan merasakan bosan ketika nonton film ini. Dengan durasi 2 jam 15 menit , plot yang disajikan begitu rapih dan tidak membingungkan. Adakah hubungan dengan film sebelumnya? Sebagai film khas Marvel tentu saja ada, selain tentunya untuk menyambut film Marvel selanjutnya, Avengers: Infinity Wars.

Hal penting yang harus dipelajari dari film ini adalah: Jangan lah menjadi katak dalam tempurung, dalam artian tidak mau terbuka dengan dunia luar. Jangan takut juga untuk berbagi, karena sesungguhnya berbagi tidak akan membuat rugi.

So, tunggu apalagi? Untuk yang belum menonton, segera tonton film ini! Jangan lupa, ada 2 post credit di akhir film ini.