Biasanya, sekuel dari sebuah film yang sukses sebelumnya kerap kali memunculkan stigma negatif orang-orang yang menunggunya. Bukan hal yang aneh sebenarnya, melihat contoh beberapa film Marvel saja seperti Iron Man 2 maupun Avengers: Age of Ultron. Di satu sisi, memang kualitas filmnya yang memang tidak lebih bagus dari yang pertama atau mungkin ekspetasi kita yang terlalu tinggi terhadap film tersebut. Meski begitu, tidak semua sekuel tidak memuaskan, Deadpool 2 salah satunya.

Humor Segar Sepanjang Film

Kalau tidak ada humor bukan Deadpool namanya. Yup, humor khas Deadpool menjadi hal yang mungkin akan kamu ingat terus ketika kamu keluar bioskop. Humor yang kasar, humor yang sarkas, sampai humor yang kotor pun ada disini. Walaupun mungkin di beberapa tempat ada humor yang terkesan dipaksakan, namun kadar nya hanya sedikit dibandingkan humor yang benar-benar membuatmu tertawa lepas. Penempatannya pas!

Hampir di setiap momen selalu ada humor yang ditampilkan. Deadpool dengan mulutnya yang ’ember’ dan ‘gila’ banyak menyelotehkan humor receh bahkan ketika sedang bertarung, bersedih, sampai serius pun tidak lepas dari humor. Humornya pun banyak mengambil referensi pop culture, baik dari komik, musik, film, bintang film, sampai studio film lain. Untuk yang referensi pop culture nya kurang, pasti bakal bengong dan tidak mengerti apa yg disampaikan.

Review Deadpool 2

Banyak Kejutan dan Plot Twist

Ada kebaikan ada kejahatan, kebaikan melawan kejahatan, akhirnya kebaikan menang melawan kejahatan. Sebuah rumus yang melekat erat di film superhero. Namun, sepertinya rumus yang ‘membosankan’ tersebut mulai dilanggar. Setelah ending yang begitu dramatis dan tidak tertebak di Avengers: Infinity War, Deadpool 2 pun menawarkan ending yang benar-benar tidak terduga.

Alur cerita film ini dijamin akan membuat kamu terkejut. Sejujurnya, plot twist di film ini merupakan keunggulan yang membedakan dengan film superhero lainnya, setelah humornya tentunya. Kamu akan digiring keluar dari pakem rumus superhero yang sudah ada sebelumnya, dan ini adalah faktor pembeda yang membuat film ini tidak hanya hubungan antara kebaikan dan kejahatan.

Review Deadpool 2

Thanos atau Cable?

Rasanya baru kali ini menonton sebuah film dimana salah satu karakter penting dari sebuah film ada di 2 film sekaligus. Entah sengaja atau kebetulan, Josh Brolin sang pemeran Thanos di Avengers: Infinity War dan Cable di Deadpool 2 ini tampak ‘mengintimidasi’ dan sukses menjadi seseorang yang penting di kedua film nya.

Tanpa mengesampingkan karakter lainnya, Josh Brolin lagi-lagi sukses memainkan seorang antagonis. Memang tanpa jadi peran antagonis sekalipun penampilan Josh Brolin terkesan galak dan berwibawa. Kesuksesan yang pantas dicapai oleh Thanos, eh Josh Brolin.

Review Deadpool 2

Yes or No?

Idealnya sebuah sekuel seharusnya seperti apa yang ditampilkan Deadpool 2. Jauh lebih bagus dibandingkan yang pertama, tidak seperti beberapa film sekuel yang justru malah tidak lebih bagus daripada film indonesia. Film ini melebihi ekspetasi penulis, bisa jauh mengungguli film pertamanya. Pencapaian yang luar biasa untuk Deadpool 2 apalagi harus ‘head 2 head’ dengan Avengers: Infinity War di waktu yang hampir sama.

Walaupun dibumbui pertarungan sadis dan berdarah-darah, cinta, kepercayaan, dan keluarga merupakan tema penting dari Deadpool 2. Tidak sekedar action saja, arti kemanusiaan pun diperlihatkan oleh Deadpool yang notabene merupakan seseorang yang ‘gila’. Namun tidak disarankan untuk ditonton oleh anak-anak, dikarenakan banyak adegan sadis yang diperlihatkan serta dialog-dialog dan humor dewasa.

Untuk yang butuh sesuatu yang fresh dari superhero, butuh tertawa lepas dan terhibur, Deadpool 2 sangat direkomendasikan oleh penulis. Satu kata untuk film ini: GILA!!! Sudahkah waktunya mengucapkan selamat tinggal untuk superhero mainstream?