Eien no Aselia merupakan gim besutan pengembang asal Jepang bernama Xuse. Tema besarnya adalah menghadirkan narasi cerita fantasi yang bertema ksatria berpedang dengan fitur SRPG di dalamnya. SRPG adalah akronim dari Simulation Role-playing gameyang merupakan istilah gim populer yang digunakan di Jepang untuk merujuk pada RPG yang menitikberatkan pada taktik pertarungan.

Memburu Naga, konflik kerajaan, romansa, dan sihir akan menjadi warna yang akan menghiasi petualangan pemain dalam Eien no Aselia. Tak ketinggalan, multiple endingyang menjadi ciri khas dari novel visual pun dapat pemain raih di gim ini. Hal itu akan semakin seru ketika seni seiyuu (pengisi suara) pun akan singgah ditelinga pemain sebagai penyemangat dan penghibur dalam petualangan ini.

Baiklah, untuk lebih lengkapnya, mari bersama-sama kita ulas bersama Virtual Verbal!

eien no aselia
(kredit: JAST Densetsu, Xuse)

Judul: Eien no Aselia (JPN) / Aselia the Eternal (US)
Pengembang: Xuse
Penerbit: Cyber Front & Xuse & Mippon Ichi (JPN), JAST USA (versi bahasa Inggris)
Penulis Skenario: Zashiki Neko
Desain Karakter: Hitomaru
Tahun Rilis: 2003 (JPN), 2011 (versi bahasa Inggris)

Sinopsis

Untuk menyelamatkan adiknya dari penyakit yang tak kunjung sembuh, Takamine Yuuto membuat perjanjian dengan entitas asing yang berjenis Eternity Sword. Setelah membuat kontrak dengan Eternity Sword bernama Desire, Yuuto harus bersiap dibertarung ketika pertarungan Eternity Sword terjadi. Tujuan dari pertarungan itu adalah menghancurkan Eternity Sword lain untuk menghisap segala kekuatannya demi menjadi Eternity Sword yang terkuat.

Akhirnya, waktu pertarungan pun tiba. Yuuto, adiknya yang bernama Kaori, dan beberapa sahabatnya pun terlempar ke dunia bernama Phantasmagoria untuk bertarung. Dengan bimbingan dari seorang pendeta misterius bernama Kurahashi Tokimi, mereka pun terjebak dalam pertarungan hidup-mati.

Di Phantasmagoria, Yuuto pun bertemu dengan Spirit bernama Aselia, Esperia, dan Orpha. Di bawah bendera Kerajaan Rakios, Yuuto dan teman-temannya akan berpetualangan membuka tabir-tabir gelap tentang pertarungan Eternity Sword. Bisakah Yuuto bertahan di bawah tekanan Desire yang sangat ingin mengendalikan tubuhnya menjadi mesin pembunuh?

Karakter Utama

Takamine Yuuto

Protagonis dari Eien no Aselia. Pemuda ini sangat menyayangi adiknya—-karena adiknyalah satu-satunya keluarga yang ia punya. Kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Pemilik Eternity Sword bernama Desire. Sifatnya lembut dan memiliki empati yang tinggi. Desire selalu menganggu pemuda ini agar lepas kendali.

Takamine Kaori

Gadis manja dan cengeng. Adik dari Yuuto. Terlalu bergantung pada kakaknya, ketika mereka terpisah, isak tangis adalah rutinitasnya. Sifat cengeng dan manjanya akan berangsur berkurang dalam petualangnya di Phantasmagoria.

Aselia Bluespirit

Eien no Aselia
(kredit: Xuse)

Entitas berjenis Spirit yang hanya bisa eksis di dunia Phantasmagoria yang memilki mana dan ether. Cenderung pendiam dan menjurus ke kuudere. Sikapnya yang pendiam ternyata tidak mencegahnya untuk memiliki sikap rela berkorban. Orientasi bertarungnya adalah menyerang dan menangkal sihir defensif dan ofensif.

Esperia Greenspirit

Eien no Aselia
(kredit: Xuse)

Satu ras dengan Aselia. Gadis ini sangat jago masak dan mengerjakan pekerjaan rumah, tipikal istri idaman. Sangat sopan dan memiliki naluri keibuan. Orientasi bertarungnya adalah bertahan dan menyembuhkan.

Oruphaliru Redspirit (Orpha)

Eien no aselia
(kredit: Xuse)

Satu ras dengan Aselia dan Esperia. Gadis ini masih sangat-sangat polos dan kadang tidak bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. Ciri fisik dan gelagatnya mirip stereotipe kebudayaan pop Jepang berjuluk loli. Orientasi bertarungnya adalah sihir ofensif yang berdampak AoE (Area of Effect).

Uruka Blackspirit

Eien no Aselia
(kredit: Xuse)

Satu ras dengan Aselia, Esperia, dan Orpha. Petarung yang memiliki manifestasi dari prinsip-prinsip bushido. Orientasi bertarungnya adalah serangan cepat dengan teknik Iaido (teknik pedang dengan memanfaatkan lontaran dari sarung pedang).

Lesteena Dai Rakios

Eien no Aselia
(kredit: Xuse)

Putri mahkota dari Kerajaan Rakios. Harus rela mengorbankan masa mudanya demi menjalankan pemerintahan di Kerajaan. Tipikal pemimpin yang selalu mengusung jalur-jalur diplomatis sebelum berperang. Gadis ini dituntut sebagai pemimpin, bukan petarung.

Misaki Kyouko

Eien no Aselia
(kredit: Xuse)

Teman sekelas Yuuto. Sifat dan gelagatnya cenderung Otoko-oona alias tomboy. Ikut terlibat dalam pertarungan Eternity Sword karena ketidaksengajaan. Teknik bertarungnya sangat cocok untuk membasmi Boss atau musuh dengan Health Pointstinggi di gim ini.

Kurahashi Tokimi

Eien no aselia
(kredit: Xuse)

Pendeta dari salah satu Kuil Shinto dari klan Kurahashi. Satu-satunya orang yang memiliki dua bilah Eternity Sword. Orientasi bertarungnya adalah memanipulasi waktu. Tugasnya adalah menjaga keseimbangan dunia dari para perusak dunia paralel. Gadis ini masuk dalam golongan Eternal sehingga tidak bisa menua. Umurnya telah mencapai ribuan tahun tapi memiliki tampang gadis muda karena hal tersebut.

Plot

Tipikal novel visual bertemakan romansa, pemain dituntut menemukan akhir cerita dengan karakter kesayangannya. Untuk mencapai semua itu, pemain dituntut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berserakan seantero permainan untuk menemukan ending yang ideal.

Selain menjawab pertanyaan, kedekatan pemain dengan karakter kesayangannya saat bertarung pun menjadi hal krusial untuk meningkatkan afeksi protagonis dengan tokoh perempuannya. Untuk memenuhi semua itu, protagonis harus di-set satu party dengan tokoh perempuan kesayangannya. Untuk menghindari skema cinta yang tidak diinginkan, pemain dituntut untuk memisahkan protagonis dengan karakter perempuan utama ke party yang hanya beranggotakan tokoh-tokoh minor (side characters).

Plot di gim ini akan memberikan ruang kepada pemain untuk lebih mengetahui latar belakang dari tokoh-tokohnya secara lebih mendalam. Gim ini memberikan ruang agar karakter-karakternya berkembang dan punya banyak porsi cerita di dalamnya.

Alur yang bercabang terkadang akan membuat pemain terjebak dalam cerita yang tidak diiingkan, Fakotr-faktor yang pemain lakukan saat dalam mode pertarungan adalah kunci untuk lepas dari jebakan alur yang bercabang dan membingungkan. Memanfaatkan sistem save/load kadang sangat membantu.

Sistem Permainan

Sistem permainan akan terbagi dalam dua skema besar; mode cerita dibalur mode pertarungan. Dalam mode cerita, pemain terkadang dituntut untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan menentukan akhir cerita. Sedangkan dalam mode pertarungan, pemain dituntut meraih objektif dalam setiap levelnya.

Eien no Aselia
(kredit: Xuse)

Dalam mode pertarungan, pemain akan memiliki tim yang berisikan karakter utama dan karakter minor. Pemain bisa memiliki maksimal 6 tim dalam sebuah skema pertarungan. Satu tim berisikan 3 karakter yang akan mengisi kolom ATK, DEF, dan SUP. Mengkombinasikan karakter-karakter sesuai dengan role-nya adalah tugas wajib bagi pemain untuk bisa memenangkan pertarungan.

eien no aselia
(kredit: Xuse)

Selain hal itu, pemain juga dituntut untuk bisa melakukan manajemen terhadap fasilitas-fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh Kerajaan Rakios. Membuat bangunan untuk mengumpulkan mana yang menjadi “bahan bakar” yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat karakter dan kekuatan dari Kerajaan Rakios.

Sorotan

Salah satu hal yang menarik dari gim/novel visual ini adalah kreatifitas Xuse dalam membuat bahasa baru. Ya, di dunia Phantasmagoria, bahasa pemersatunya adalah St.Yoto. Pelafalan yang cukup asing mungkin akan membuat pemain cukup terheran-heran. Perlu diakui, membuat suatu sistem bahasa adalah hal yang sangat sulit.

eien no aselia
(kredit: Xuse)

Sebagian dari Eternity Sword memiliki ambisi untuk menghancurkan. Yuuto pun harus berusaha keras agar Eternity Sword-nya yang bernama Desire tidak membuatnya kehilangan sifat-sifat kemanusiaannya. Bersama tokoh perempuan yang dipilih oleh Yuuto, pemuda itu pun berusaha untuk melepaskan kutukan dari Pedang Abadi itu dengan cara mencintai dan mengasihi. Penulis kira, tidak berlebihan jika memberikan judul “Cinta yang Bersemi dalam Pedang Abadi”.

Musik dan Pengisi Suara

Musik yang diolah cukup baik dan sangat mampu membawa pemain menjadi lebih bersemangat dalam suasana permainan. Seiiyu menjalankan perannya dengan sangat brilian dan sangat mendalami sifat-sifat dari karakternya.

eien no aselia
(kredit: Xuse)

Kesimpulan dan Penutup

Bagi yang menggemari tantangan dalam RPG, khususnya gim RPG khas Jepang, sebaiknya mencoba memainkan gim ini. Banyak sekali tantangan baru yang akan memperkaya pengalaman Anda bermain RPG.

Bagi yang menyukai novel visual bertema romansa, jangan sampai ketinggalan untuk memainkannya. Oh, jangan khawatir! Eien no Aselia ini tidak mengandung konten seksual (versi Steam). Memang di dalam versi orisinil Jepang, gim ini memiliki konten seksual dan juga ending tambahan berupa Evil Route yang menceritakan Yuuto saat berhasil dikuasai hawa nafsunya oleh Eternity Sword-nya bernama Desire.

Setelah membahas Eien no Aselia dengan cukup panjang, akhirnya ulasan ini akan Penulis tutup dengan CG favorit Penulis:

eien no aselia
(kredit: Xuse)

Catatan: Bagi yang bertanya-tanya: mengapa Penulis menyebut Novel Visual bukan Visual Novel? Dalama tata bahasa Indonesia, struktur kalimat harus mengikuti prinsip “diterangkan-menerangkan”. Berbeda dengan bahasa Inggris yang menggunakan prinsip “menerangkan-diterangkan”. Penulis mencoba semaksimal mungkin mentransliterasikan bahasa asing ke dalam struktur bahasa Indonesia dan menggunakan bahasa asing hanya sebagai pemanis. Untuk lebih jelasnya, silahkan gunakan Google dengan kata kunci: Hukum D-M.