Final Fantasy XV, game dengan Hype yang tinggi diawal namun berujung kekecewaan dengan banyaknya plot hole (plot yang hilang) pada cerita, dan bisa dikatakan terlalu terburu-buru di akhir cerita. Itulah kira-kira yang penulis rasakan ketika memainkan game ini di saat rilis pertama kali tahun 2016 silam. Beberapa potongan cerita yang pernah diperlihatkan di trailer sebelumnya serasa hilang dan dipotong untuk mengejar waktu perilisan yang kian mendekat saat itu.

Semua terjadi karena banyaknya masalah yang terjadi ketika pembuatan game ini, dari mulai pergantian nama yang asalnya Final Fantasy Versus XIII sebuah game spin-off yang rencananya akan menjadi satu dunia dengan Final Fantasy XIII dikala itu, namun Square Enix memutuskan untuk menjadikan game ini sebagai game utama yang mengemban nama Final Fantasy XV. Lalu pergantian Engine yang dulunya menggunakan Crystal Tools menjadi Luminous Engine. Hingga pergantian tim pengembang dan game director yang asalnya Tetsuya Nomura menjadi Hajime Tabata yang membuat game ini harus memulai pengembangannya dari awal pada tahun 2013 silam.

Masalah tersebut sangat mempengaruhi kualitas pada game ini, membuat fans kecewa hingga Square Enix pun menjanjikan perbaikan dan penambahan beberapa fitur lewat patch yang dilepas secara berkala.

Akhirnya setelah hampir dua tahun dari waktu perilisan, versi lebih sempurna dari game ini yang menyandang nama Final Fantasy XV Royal Edition untuk versi konsol dan Final Fantasy XV Windows Edition untuk versi PC dirilis. Lantas bagaimana kira-kira pengalaman penulis setelah menjajal kembali game ini? semua akan dikupas dalam review kali ini!

Cerita Epik yang Lebih sempurna

Noctis seorang pangeran dari kerajaan Lucis yang ditemani oleh tiga orang sahabatnya yaitu Gladio, Ignis, dan Prompto menuju Altissia!

Kamu akan berperan sebagai Noctis Lucis Caelum, seorang pangeran dari kerajaan Lucis yang ditemani oleh tiga orang sahabatnya yaitu Gladiolus Amicitia, Ignis Scientia, dan Prompto Argentum meninggalkan kerajaannya menuju Altissia untuk menikahi Lunafreya Nox Fleuret seorang putri dari kerajaan Tenebrae yang telah dijajah oleh Niflheim Empire.

Namun ternyata Niflheim Empire memanfaatkan Lunafreya agar mereka bisa merebut kristal yang telah melindungi kerajaan Lucis selama bertahun-tahun, kamu harus menonton Kingsglaive: Final Fantasy XV agar lebih mengerti soal latar belakang cerita dalam Final Fantasy XV ini.

Kingsglaive: Final Fantasy XV, film CGI yang dibuat sebagai pelengkap cerita dari Final Fantasy XV

Mengetahui kerajaannya telah diserang dan kristal telah direbut, Noctis dan kawan-kawan pun memutuskan untuk kembali ke kerajaannya. Namun mereka harus menunda niatnya tersebut setelah Cor Leonis yang merupakan salah satu pelindung kerajaan menyuruh Noctis untuk mengumpulkan kekuatan para leluhurnya dan memperoleh kekuatan untuk memanggil para Astral.

Sebelum merebut kembali kristal dari tangan Niflheim, Noctis harus mengumpulkan kekuatan dari para leluhurnya dan kemampuan untuk memanggil para Astral

Tugas Noctis dan kawan-kawan selanjutnya adalah bertemu dengan Luna dan merebut kembali kristal dari tangan Niflheim. Final Fantasy XV bisa dibilang merupakan sebuah game dengan cerita tentang persahabatan, pengorbanan, dan harapan. Mengapa demikian? kamu harus memainkannya terlebih dahulu agar mengerti dengan maksud perkataan penulis. Tambahan cutscene dan DLC yang sudah terdapat dalam Royal Edition dan Windows Edition ini juga akan menyempurnakan cerita epik dan memorable pada game ini!

Lengkap dengan Semua DLC

Seperti yang penulis bilang diawal, saat pertama kali rilis Final Fantasy XV ini masih jauh dari kata sempurna terutama dari segi cerita. Banyak sekali plot cerita yang terasa hilang dan beberapa tokoh antagonis yang sudah diperkenalkan berujung tidak diceritakan kembali, menghasilkan banyak tanda tanya besar yang mendorong kekecewaan para fans semakin besar.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi? ternyata Square Enix bermaksud untuk memotongnya agar bisa dijual secara terpisah lewat DLC karakter yaitu Episode Gladio, Episode Prompto, Episode Ignis, dan Comrade. Bahkan tidak hanya itu saja mereka juga menjual Royal Pack Upgrade yang berisi konten tambahan yang cukup penting secara terpisah untuk gamers yang sudah membeli versi original-nya.

Tentu sebuah kebijakan yang sangat tidak baik dilakukan oleh perusahaan yang sudah meraup keuntungan besar dari penjualan game ini. Jadi buat kalian yang belum membeli ataupun memainkannya sama sekali, beruntunglah kalian karena versi Royal Edition dan Windows Edition ini akan memuat semua konten yang disebutkan diatas dengan harga yang terbilang lebih murah ketimbang rilis pertamanya.

Gameplay System Keren

Menurut penulis sistem pertarungan yang terdapat dalam Final Fantasy XV ini bisa dibilang merupakan yang terbaik dari keseluruhan Final Fantasy franchise setidaknya sampai saat ini. Karena Final Fantasy XV ini benar-benar mengimplementasikan combat system full action yang keren.

Kamu akan diberi kebebasan dalam menentukan senjata yang bisa kamu pilih saat bertarung nantinya. Ada pedang, pedang besar, tombak, pisau, pistol, tameng, dan masih banyak lagi. Setelah memilih senjata yang kamu inginkan, kamu bisa bebas mengaksesnya lewat tombol D-Pad pada kontroler kamu untuk mengganti senjata yang ingin kamu gunakan di tengah pertarungan, mengkombinasikannya sehingga menghasilkan serangkaian efek serangan yang berbeda-beda. Kamu pun tinggal menekan tombol O atau B untuk melancarkan serangan dan arah untuk mengarahkannya pada musuh.

Konsep ini juga sebenarnya juga membutuhkan sedikit elemen strategi, dimana kamu tidak bisa sekedar melawan musuh secara membabi-buta tetapi kamu juga harus mengetahui kapan untuk melakukan serangan, senjata apa yang sesuai ketika melawan musuh tertentu, melakukan Parry dan Counter serangan musuh, dan kapan melakukan Warp srike yang notabene akan menguras MP Noctis saat melakukannya terlalu sering.

Noctis juga bisa melancarkan serangan Link Strike yang keren ketika bertarung berdekatan dengan karakter lainnya. Tak lupa dengan Link Attack sebuah serangan yang melibatkan Gladio, Prompto, dan Ignis yang bisa diakses ketika bar berwarna hijau penuh.

Lebih Sempurna dangan Character Swap

Salah satu aspek yang membuat penulis kecewa saat memainkan versi original-nya dulu adalah absennya kebebasan untuk berganti karakter. Berbeda dengan Final Fantasy lain yang setidaknya membebaskan kita untuk mengendalikan karakter lainnya saat melakukan serangan, di Final Fantasy XV ini kita hanya bisa bermain sebagai Noctis.

Untungnya semua berubah setelah Square Enix melepaskan sebuah update gratis berupa Character Swap yang akhirnya memungkinkan kita bisa bermain sebagai Gladio, Ignis, dan Prompto saat melawan musuh dengan sistem combat-nya masing-masing. Gladio dengan hack and slash-nya, Prompto dengan third person shooter-nya, dan Ignis dengan strategi dan quick recipeh-nya yang unik. Benar-benar menyempurnakan sistem pertarungan dalam game ini.

Visual yang Indah

Salah satu game dengan visual terindah yang pernah dimainkan sampai saat ini. Dengan teknologi Luminous Engine, Final Fantasy XV hadir dengan sebuah dunia yang mampu menawarkan pemandangan dramatis dengan ragam efek yang ada, panorama alam yang indah lengkap dengan habitat monster yang ada di dalamnya.

Jelajahi Eos (Nama dunia di Final Fantasy XV) dengan menunggangi Chocobo!
Jelajahi lautannya menggunakan Royal Vesel

Walaupun skalanya tidak seluas game-game berbasis open-world pada umumnya, namun tiap regionnya memiliki identitas sendiri-sendiri. Leide sebuah region yang dipenuhi padang pasir, Duscae dengan alam liar yang dipenuhi monster-monster, dan Cleigne dengan perbukitan nan hijau. Belum lagi ketika Noctis dan kawan-kawan tiba di Altissia, sebuah kota air yang sangat indah.

Altissia kota air yang sangat indah

Alunan Musik Emosional

Salah satu aspek yang tidak pernah dilupakan dari Final Fantasy sejak dulu yaitu musiknya yang selalu memorable disetiap seri nya. Musik karya Yoko Shimomura yang dipercaya menggantikan salah satu komposer legendaris franchise ini sejak dulu yaitu Nobuo Uematsu, telah berhasil menjawab keraguan para fans dengan membawa musik yang tepat dengan apa yang sedang Noctis dan kawan-kawan alami.

Alunan musik pertarungan yang mampu memompa andrenalin, ataupun musik melankolis ketika Noctis dilanda kesedihan. Menghadirkan efek yang emosional untuk para gamers yang memainkan game ini. Alhasil buat kamu yang sudah memainkan Final Fantasy XV ini pasti tertarik untuk mengoleksi soundtrack-nya.

Kesimpulan

Final Fantasy XV Royal Edition bisa dibilang merupakan game yang terlambat untuk sempurna, mengapa demikian? karena selain beberapa alasan yang sudah dijabarkan sebelumnya, game ini sebenarnya sangat memiliki potensi untuk menjadi sempurna jika dirilis dalam keadaan benar-benar siap.

Cerita epik yang fenomenal, visual yang indah, gameplay system yang adiktif serta alunan musik yang tepat dan memorable-lah yang mendasari kesempurnaan pada game ini. Sayangnya dibutuhkan hampir dua tahun dan ekstra pengeluaran untuk membeli semua DLC agar membuat pengalaman memainkan game ini menjadi lebih sempurna, setidaknya itu yang dialami penulis.

Namun buat kalian yang sama sekali belum memainkan game ini, penulis sangat merekomendasikan untuk mencobanya apalagi penyuka game action RPG dan para fans Final Fantasy. Dengan semua DLC berbayar dan update cutscane yang sudah disertakan dalam versi ini ditambah harga yang lebih murah ketimbang membeli segala sesuatunya secara terpisah, membuat Final Fantasy XV Royal Edition dan Final Fantasy XV Windows Edition menjadi salah satu game rekomendasi kami. Sekian dan “Walk tall my friends”.