God of War, mendengar namanya saja mungkin gamers yang pernah memainkannya di masa kejayaan Playstation 2, Playstation Portable, hingga Playstation 3 langsung ingat dengan sang karakter utama berkepala plontos dengan tato merah yang menghiasi tubuh kekarnya, tak lupa senjata ikonik yang terbilang unik dikala itu, yaitu sebuah pedang yang dapat mengeluarkan api yang dirantai di kedua tangannya.

Dialah Kratos “The Ghost of Sparta” seorang prajurit spartan yang sangat membenci para dewa-dewi Yunani karena telah menghancurkan kehidupannya. Rasa amarah dan kebencian yang memang cukup rasional jika melihat kehidupannya yang kelam dan dihantui oleh perasaan bersalah akibat dimanfaatkan oleh sang dewa perang Ares.

Berhasil membalaskan dendamnya dan mendapatkan posisi jabatan sebagai dewa perang selanjutnya malah membuka sebuah kebenaran yang mendorongnya menjadi semakin membenci para dewa sehingga membulatkan tekad untuk meruntuhkan Mount Olympus beserta para dewa-dewi didalamnya.

Dendamnya pun terbalaskan, namun akibat perbuatannya tersebut malah menimbulkan kehancuran dan bencana besar di daratan Yunani, namun dalam situasi terakhir Kratos akhirnya melakukan perbuatan baik dengan melepaskan kekuatan Hope (harapan) dalam tubuhnya yang pernah digunakan untuk mengalahkan Ares.

Sejak saat itu ia menghilang dari daratan Yunani dan memutuskan untuk menetap di daratan Norse (Skandinavia) dengan tujuan untuk lari dari masa lalunya dan memulai kehidupan baru. Itulah kira-kira sekilas cerita dari kisah kehidupan Kratos yang dikemas dalam sebuah franchise game fenomenal karya Sony Santa Monica Studio.

Petualangan Epic Ayah dan Anak

God of War

Sejak awal permainan kita sebagai player akan langsung dibawa pada momen menyedihkan dimana Kratos dan sang anak Atreus baru saja kehilangan istri sekaligus ibu tercinta Faye.

Sebelum meninggal Faye meminta Kratos dan Atreus untuk menaburkan abu jenazahnya di puncak tertinggi Norse, tentu permintaan tersebut akan sulit untuk dilakukan mengingat Atreus yang masih kecil dianggap belum siap untuk menempuh petualangan besar yang penuh dengan rintangan ini.

Kratos pun mengajak Atreus berburu untuk melihat seberapa siapkah sang anak untuk menemaninya memulai kembali petualangan besar demi memenuhi permintaan terakhir sang istri tercinta.

God of War

Perburuan berakhir dengan hasil yang menyatakan bahwa Atreus masih belum siap, meskipun ia terampil dalam berburu, dan memiliki otak yang cerdas, ia masih harus banyak belajar karena dinilai belum cukup tanggap terhadap ancaman yang berada dihadapannya serta masih belum pandai mengendalikan emosinya.

God of War

Sehingga Kratos berniat memberikan waktu lebih lama untuk Atreus hingga benar-benar siap, sampai akhirnya seseorang pria misterius tiba-tiba mengetuk pintu rumah Kratos secara kasar mengatakan bahwa tujuan kedatangannya adalah mencari seseorang dan ia juga mengetahui kebenaran dibalik siapa sebenarnya Kratos.

God of War

Pertarungan pun terjadi, terlihat pula bahwa berbeda dengan dirinya yang dulu, kali ini Kratos bertarung dengan tujuan untuk membela diri.

Pertarungan tersebut sekaligus menyadarkan Kratos bahwa memang sudah tidak ada waktu lagi untuk menunda perjalanan ini, mengingat para dewa norse sepertinya telah mengetehui keberadaanya dan mulai menganggapnya sebagai ancaman.

Ia juga berkfikir bahwa mungkin saja petualangan yang menantinya ini bisa dijadikan sebagai metode latihan terbaik untuk mengembangkan sang anak. Maka petualangan ayah dan anak pun dimulai.

God of War

Yang menarik dari game ini adalah interaksi antara Kratos dan Atreus di sepanjang permainan, seiring progress cerita kamu akan melihat seorang Kratos yang lebih dewasa berusaha untuk mendidik sang anak untuk lebih bijak dalam setiap mengambil keputusan agar tidak terjerumus dalam penyesalan seperti dirinya dimasa lalu.

God of War

Namun meskipun demikian di satu sisi ia masihlah seorang pria yang memiliki harga diri yang tinggi, seorang ayah yang tegas dan sulit untuk di pahami yang mungkin saja mengingatkannya dengan ayah kandung kita sendiri.

Setidaknya itulah yang dialami penulis saat memainkannya, kamu juga harus memainkannya untuk memahami sendiri apa yang dimaksud penulis.

Perubahan Angle Kamera yang Kontroversial

God of War

Diawal perkenalan lewat trailer pertamanya pada acara E3 2016 silam, perubahan pada angle kamera dalam gameplaynya langsung memicu perdebatan dikalangan para fans, banyak yang menyayangkannya karena dengan mengubahnya dinilai dapat menghilangkan identitas dari franchise ini.

Namun, banyak juga yang mendukungnya karena demi membuat pengalaman memainkan game ini terasa lebih dekat dengan para player-nya sekaligus agar terasa lebih fresh dari seri pendahulunya, keputusan untuk mengubahnya memang dibutuhkan.

Lalu bagaimana hasilnya? penulis merasa perubahan mode kamera ini memang salah satu langkah terbaik dari Sony Santa Monica Studio karena selain memang berhasil dikemas dengan sangat baik, kita sebagai player juga akan lebih bisa menikmati panorama keindahan alam disekitar secara menyeluruh dan immersive.

God of War

Apalagi implementasi kamera single shot tanpa cut-nya yang fantastis, membuat peralihan antara gameplay dan cutscene terjadi secara seamless (mulus) tanpa terpotong sehingga menghasilkan sensasi pengalaman bermain yang benar-benar baru. Kita sebagai player serasa ikut merasakan petualangan epic yang dialami Kratos dan Atreus.

God of War
Salah satu momen epic dari game ini

Senjata Baru Kratos

God of War

Kratos akan dibekali sebuah kapak yang bisa membekukan musuh “Leviathan Axe” dan tameng yang digunakan untuk melindungi dirinya sekaligus meng-counter serangan musuh. Kapak ini juga bisa dilemparkan layaknya sebuah bumerang yang berguna untuk mengalahkan musuh berjarak jauh. Kerennya lagi dengan cukup menekan tombol segitiga, kapak sakti ini akan kembali ke tangan pemiliknya tak peduli seberapa jauh kamu telah meninggalkannya.

Selain itu, Leviathan Axe ini juga berguna untuk menyelesaikan berbagai macam puzzledisepanjang permainan, baik itu untuk membuka peti tertentu ataupun jalan utama yang harus dilewati nantinya.

God of War
Akan ada banyak puzzle yang harus diselesaikan dengan bantuan Leviathan axe

Upgrade System yang Unik

Dengan mendatangi dwarf bersaudara Brok dan Sindri kamu bisa mengupgrade senjata utama, membuat armor baru, dan memperkuatnya. Tentu kamu harus membayarnya dengan mata uang khusus yang didapatkan disepanjang permainan, menemukan beberapa part dan item khusus yang dibutuhkan dengan membuka peti tertentu dan menyelesaikan berbagai macam side quest.

Kamu tidak perlu khawatir harus kembali ke tempat sebelumya untuk menemui kedua pandai besi ini, pasalnya Brok dan Sindri akan selalu berada ditempat yang tidak terduga untuk meng-upgrade senjata Kratos dan Atreus.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi penting seputar dunia norse dan pengalaman menarik Brok dan Sindri selama menjadi pandai besi saat mengobrol dengan mereka.

God of War
God of War

Dengan kemauan kuat untuk melakukan serangkaian sidequest dan lebih bereksplorasi dalam game ini, kamu pasti akan mendapatkan armor idaman yang diinginkan lengkap dengan Leviathan Axe yang lebih kuat dari versi original-nya.

God of War
Salah satu armor yang bisa didapatkan dengan menyelesaikan Side quest dan menemukan item tertentu dalam game

Visual yang Mengagumkan

Tidak adalagi kata yang tepat untuk menggambarkan visual keseluruhan game ini selain “mengagumkan”. Meskipun dimainkan di Playstation 4 biasa dengan monitor full HD tanpa fitur HDR didalamnya sudah membuat penulis tercengang dengan visual yang ada. Setiap daerah yang dilewati Kratos dan Atreus memiliki keunikan dan keindahannya masing-masing.

God of War
God of War

Penulis disini hanya menampilkan beberapa daerah diawal-awal permainan saja karena memang game ini akan lebih baik dimainkan, disimak, dan dirasakan sendiri untuk mendapatkan pengalaman yang lebih sempurna.

Musik yang Epic

Salah satu elemen terpenting dalam sebuah game ini berhasil diracik dengan baik oleh komposer Bear McCreary dengan musik epic-nya. Kamu akan merasakan kesedihan yang dialami Kratos dan Atreus diawal permainan, pengalaman luar biasa yang dialami keduanya disepanjang permainan, hingga hubungan ayah dan anak yang semakin menguat di akhir permainan. Benar-benar menyempurnakan pengalaman memainkan game ini.

Kesimpulan

Tidak dapat diragukan lagi, God of War adalah sebuah game Masterpiece yang wajib dimainkan para gamer. Sebuah kombinasi antara jalinan cerita solidgameplay keren, visual memukau dan musik yang epic dalam sebuah game. Banyak kejutan, dan momen yang bisa buat para pemainnya tercengang, sekali lagi penulis tidak ingin terlalu banyak membocorkannya karena memang game ini harus dimainkan dan dirasakan sendiri untuk mendapatkan pengalaman bermain yang lebih maksimal. Selain itu, kita juga diajarkan lebih dalam mengenai mitology norse yang mungkin kebanyakan dari kita hanya mengenalnya dari komik ataupun film Marvel Thor. Oleh karena itu, God of War merupakan game sempurna yang mungkin saja akan menjadi acuan kriteria tertinggi standar penilaian game-game yang akan datang.