Just Because! merupakan anime yang berfokus pada kehidupan anak SMA negeri Sakura. Anime ini tidak diadaptasi dari game, light novelvisual novel, ataupun manga . Yaanime ini benar-benar orisinil hadir dalam hanya dalam format anime

Just Because!
Izumi Eita dan Natsume Mio (wall.alphacoders.com)

Bila kalian merasa penggambaran tokoh dalam anime ini mirip seperti Getsuyoubi no Tawawa, mungkin intuisi kalian cukup tajam. Just Because! dan Getsuyoubi no Tawawa lahir dari rumah produksi yang sama bernama Pine Jam.

Tidak seperti pendahulunya, anime Just Because! memiliki muatan drama romansa remaja yang cukup serius, jomplang dengan Getsuyoubi no Tawawa yang lebih berfokus pada manuver fans service di setiap episodenya.

Latar Cerita

Bila rata-rata cerita dalam school life anime  berfokus pada protagonis kelas 2 SMA, dalam Just Because! para tokoh utama adalah para siswa yang hampir menghadapi kelulusan. Murid-murid SMA dari suatu daerah di Kanagawa kini punya cerita.

Harus berpisah dengan ekstrakulikuler, mejeng, bermain, sampai hura-hura harus dilakukan para siswa senior ini. Semua demi meraih kelulusan. Terkadang, beberapa siswa ini berandai-andai untuk menyatakan perasaan cinta mereka kepada orang yang mereka sukai sebelum lulus.

Namun, hal itu akan berpengaruh besar pada kondisi mental para siswa yang harus menghadapi dilema antara cinta dan kelulusan. Kalau menyatakan, mungkin kemungkinan besar ditolak karena siswa kelas 3 memang sudah seharusnya berfokus pada ujian nasional.

Yang membuat suasana berbeda pada pra-kelulusan adalah hadirnya seorang siswa kelas 3 yang pindah secara mendadak di akhir semester. Tidak disangka, ternyata siswa ini mempunyai ikatan batin dengan Kanagawa karena pernah tinggal di daerah ini beberapa tahun sebelumnya. Fragmen-fragmen masa lalu yang membekas di batin teman-teman masa kecil si murid pindahanlah yang nantinya akan membuka jalan cerita.

Sinopsis

Cerita akan berfokus pada Izumi Eita, sang murid pindahan. Pada hari pertama pindah Eita bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya yang bernama Souma Haruto. Ternyata, Haruto sedang kasmaran dengan seorang gadis yang mahir bermain terompet dan tergabung dalam ekskul orkes. Gadis itu bernama Morikawa Hazuki.

Haruto tahu bahwa Eita adalah mantan pitcher handal sewaktu mereka kecil. Dia menyuruh Eita untuk berlatih tanding dengan Haruto sebagai batter/hitter dan Eita sebagai picther. Haruto bernazar, jika dia berhasil melakukan home run, dia akan menyatakan cintanya pada Hazuki. Haruto akhirnya berhasil mencetak home run.

Just Because!
Hazuki dan Haruto (Sakamoto Hiromi)

Dalam jalan cerita, akhirnya Haruto ‘digantung’ oleh Hazuki. Dengan pertimbangan seperti kelulusan, kuliah, dan pertama kali ‘ditembak’ oleh cowok, Hazuki pun tidak bisa menjanjikan apa-apa selain memberi dia waktu yang panjang untuk berpikir.

Disisi lain, Eita mengetahui siapa sebenarnya gadis yang telah menyukainya sedari kecil, dialah Natsume Mio. Dari gelagatnya, Eita sangat peduli (care) dengan Mio. Namun, sayang rasa kepedulian tidak bisa ia ubah menjadi rasa kasih sayang, mengingat Eita tahu bahwa Mio menyukai Haruto.

Just Because!

Alkisah, rasa kasih dan peduli yang dimiliki Eita pun tercium oleh seorang adik kelasnya yang bernama Komiya Ena. Ena adalah seorang gadis yang tekun, terutama pada hal yang menyangkut tentang hobi yang ia punyai dan dalami: fotografi.

Just Because!
Komiya Ena

Walaupun Eita adalah seorang cowok yang cuek dan cenderng dingin,’ hal itu tidak berpengaruh dihadapan Ena si gadis yang easygoing, cerewet, dan serba kepo. Eita dan Ena ibarat yin dan yang, saling melengkapi: yang satu pendiam dan yang satu cerewet, Haruto pun sempat bergumam bahwa Eita nampak lebih ‘hidup’ jika berinteraksi di dekat Eina. Walau terkadang Eita harus berubah jadi cowok yang agak tsundere.

Awalnya, Ena mendukung langkah Eita untuk menyatakan isi hatinya pada Mio, namun nampaknya malah Ena yang jadi kepincut dan kasmaran dengan Eita. Setelah Eita membuka ‘topeng’ dari dirinya yang terlihat ‘dingin,’ Ena sadar bahwa Eita merupakan cowok yang baik dan perhatian.

Just Because!
Eita, Ena, dan Mio (tumblr.com)

Akhirnya, Mio yang perlahan menyadari kasih dan kepedulian Eita yang lebih besar dan nyata pun melepas Haruto. Dia akhirnya menyadari dirinya menyukai Eita. Namun sayang, ia sekarang harus bersaing secara terbuka dengan Ena: Si adik kelas ini bahkan meminta izin pada Mio untuk mengajak Eita berkencan. Walaupun Mio berkata: dame alias no alias jangan, Ena tetap berani bersaing secara terbuka.

Yah, persis sepertinya judulnya: Just Because! alias ‘hanya karena’ dalam bahasa Indonesia. Banyak sekali ‘hanya karena’ yang akan kalian temukan dalam novel ini. Mau tau sebanyak apa ‘hanya karena’-nya? Entahlah, mungkin banyak!

Hanya karena aku menolakmu, bukan berarti aku mengabaikan perasaan cintamu. Hanya karena aku pernah menyukaimu, bukan berarti aku tidak bisa menumbuhkan rasa cinta pada orang yang benar-benar peduli padaku. Hanya karena aku tahu kau menyukai seseorang, bukan berarti aku berhenti peduli padamu, bukan berarti aku berhenti menunggu. Hanya karena kalian saling menyukai, aku tidak akan menyerah sampai kalian benar-bernar resmi, tanpa peduli aku mungkin bakal sakit hati.

Antara pegulatan batin, keinginan meraih masa depan, dan mengenal perasaan saling menyukai yang masih dini. Perasaan cinta yang ditransformasikan menjadi tindakan untuk saling membangun, bukan saling menggombal atau saling berkontak fisik untuk menemui birahi. Cinta remaja yang sehat, ala kadarnya,  jauh dari peluk-pelukan atau gandeng-gandengan berlebihan, dan tentunya jauh dari perilaku pada video skandal 3gp.

Daripada kalian bingung dengan tumpukan ‘hanya karena’ di atas, mungkin sebaiknya kalian bergegas menonton anime-nya? Yang suka genre romance pasti bakal suka.