Dengan berjuta kepenatan yang menghinggapi masyarakat urban, tentunya hiburan merupakan salah satu solusi untuk memecahkan kepenatan tersebut. Wisata kuliner bisa dijadikan salah satu alternatifnya tentunya. Kawasan Punclut, Bandung yang menawarkan suasana pegunungan bisa menjadi destinasi wisata bagi kamu para pencari suasana baru.

Punclut
Pengunjung berswafoto di salah satu gerai makanan bernama TAFSO di kawasan Punclut wisata (dok. welly).

Selain makan, tentunya kamu bisa berswafoto (selfie) dengan spotspot foto yang tentunya sangat instagramable. Panorama yang indah khas pegunungan akan menjadikan foto-foto kamu di Instagram menjadi lebih menarik tentunya. Setelah puas berfoto, tentunya kalian akan makin kelaparan dan butuh makanan-makanan yang unik tentunya.

Punclut
Salah satu suasana area makan di kawasan Punclut wisata (dok. Welly)

Jangan khawatar tentunya, bermacam gerai makanan dengan berbagai konsep masakan tersedia di area ini. Dari makanan yang cenderung western sampai makanan yang Bandung banget pun dapat kalian temui di lokasi ini. Beberapa contohnya: Pizza yang ditawarkan oleh Dago Bakery, atau menu angkringan modern yang coba ditawarkan oleh De Blank On, sampai menu-menu kasual nan unik dari gerai Lereng Anteng.

Punclut

Punclut

Punclut

Bagi kalian yang memang pemilih, kalian tentunya bisa berkeliling areal ini sebelum memutuskan menu apa yang kalian suka, pilih, dan minati. Tiap gerai memiliki konsep ruang makan yang berbeda tentunya. Namun, yang jelas semua konsep berusaha untuk menunjukan potensi keindahan alam di daerah pegunungan.

Harga-harga yang ditawarkan di tempat ini cukup varitaf dan ekonomis. Dengan harga mulai 8 ribuan ke atas, kalian sudah bisa menikmati indahnya suasana alam nan keren dan eksotis ini. Sebagai perbandingan umum, kami akan perlihatkan sedikit cuplikan menu dari salah satu gerai bernama Lereng Anteng.

Punclut
Sedikit rincian menu dari Lereng Anteng (dok. Wellly).

Areal makan di kawasan wisata ini cukup luas, jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir akan berdesak-desakkan. Tempat ini cocok bagi kalian yang ingin berwisata bareng keluarga, teman, pacar, atau calon pacar, bahkan selingkuhan kalian. Bagi yang selingkuh, terima konsekuensinya sendiri tentunya.

Dari kunjungan yang kami jalankan, nampaknya kawasan wisata ini belum rampung sepenuhnya. Masih terdapat banyak renovasi dan modifikasi yang dilakukan untuk menambah ruang hiburan demi memanjakkan para pengunjungnya.

Kalau boleh dibilang kekurangan, ada satu kekurangan dari tempat ini. Mungkin tidak disemua tempat, karena kami tidak memesan makanan di gerai yang berbeda. Yah, kami ambil contoh Lereng Anteng: setelah kami memilih spot makan dan ditawarkan menu, kami disuruh memesan dan membayar menu itu langsung ke kasir yang berada di atas areal makan. Tentunya kamu harus punya tenaga ekstra buat kembali naik ke tangga yang cukup jauh untuk tiba kembali di kasir, memesan, dan membayar makananmu.

Jika menu yang rekan kamu ingin pesan sudah sold out, tentunya kamu harus bolak-balik menanyakan temanmu yang sudah sibuk swafoto di tempat makan. Kondisi seperti itu tentunya akan sedikit merusak suasna hatimu dan fisikmu yang capek bolak-balik gak jelas.

Tips dari kami ya, kamu kalau berombongan ya ke kasir dulu, pesen, baru cari spot makan, mungkin semua itu bakal sangat membantumu agar tidak bolak-balik. Kalau masalah rasa, itu selera. Namun, yang kami rasakan, rasa dari makanan disini cukup baik, namun tidak terlalu spesial seperti kamu ke rumah makan atau lokasi street food yang punya rasa legendaris.

Punclut
(Dok. Welly)
Punclut
(Dok. Welly)
Punclut
(Dok. Welly)
Punclut
(Dok. Wellly)
Punclut
(Dok. Welly)

Gimana Virtual Vriends? Penasaran dengan tempat yang satu ini? Bagi kalian yang di Bandung mendingan langsung serbu aja tempat ini Bung dan Zus! Bagi yang di luar Bandung, ayo rajin menabung dan coba kunjungi tempat ini bila kalian ada waktu, kesempatan, dan peluang.