Pada kesempitan yang ketat layaknya celana yoga, lagi-lagi kita akan mengulas salah satu karya produsen novel visual dari Stage-nana yang berjudul Narcissu: Himeko’s Epilogue. Gim ini merupakan salah satu bundle dari proyek perayaan ulang tahun Narcissu yang ke-10. Proyek itu lebih dikenal dengan nama Narcissu 10th Anniversary Anthology Project.

Proyek itu berisi kumpulan karya-karya terpilih dari Stage-nana yang terdiri dari beberapa unit novel visual yang memiliki cerita terpisah namun masih berkorelasi satu sama lain. Respon positif dari para penggemar serial Narcissu pun banyak mengalir ketika menilai karya-karya ini.

Himeko
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Setelah ulasan Ame no Marginal, Narcissu, dan Narcissu Side 2nd rampung. Penulis akan mengupas semua unit dari Narcissu 10th Anniversary Anthology Project secara terpisah! Dimulai dari bagian pertama yaitu cerita dari Himeko yang merupakan lanjutan dari Narcissu Side 2nd. Langsung saja kita mulai!

Judul: Narcissu: Himeko’s Epilogue (Narcissu 10th Anniversary Anthology Project)
Tahun Rilis: 27 Januari 2016 (Jepang), 28 Januari 2016 (versi bahasa Inggris)
Penulis: Kataoka Tomo
Produksi: Stage-nana
Penerbit: Sekai Project
Laman: stage-nana.sakura.ne.jp (Stage-nana), sekaiproject.com (Sekai Project)

Sinopsis

Bercerita tentang sisa-sisa kehidupan Himeko setelah berpisah dengan Setsumi yang telah menemani petualangan musim panasnya di Narcissu Side 2nd. Kali ini, Himeko kembali mencoba membangun komunikasi dengan 2 orang yang cukup penting bagi hidupnya; Chihiro, adiknya dan Yuka, sahabatnya yang setia.

Narcissu Himeko's Epilogue
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Skenario

Himeko: “Ahh, yeah, you really dumb… I’m fading away. Just hurry up and forget me.”
Yuka: “That’s not going to happen.”
Himeko: “Then a compromise. You can remember me just once in a while…”

―Narcissu: Himeko’s Epilogue

Sesuai dengan judulnya, Narcissu Himeko’s Epilogue, novel visual ini menceritakan babak penutup/epilog dari novel visual berjudul Narcissu Side 2nd. Karena memiliki konteks epilog, tentunya ceritanya pun tergolong singkat dan bisa diselesaikan dalam kisaran 1 hingga 2 jam.

Yang membuat novel visual ini menarik, kali ini narasi akan diceritakan oleh 3 tokoh dari perspektifnya masing-masing tanpa narasi dari Himeko. Ketiga tokoh tersebut adalah; Setsumi, Chihiro, dan Yuka.

Dalam perkembangannya, kendali cerita banyak didominasi oleh Yuka yang mendominasi jalannya narasi. Dari sudut pandang Yuka-lah, pemain/pembaca akan dibawa dalam sudut pandang yang cukup berbeda dari Narcissu Side 2nd.

Perasaan dan tindakan dari seorang sahabat yang sedang menunggu hari di mana sahabatnya akan pergi meninggalkan dunia ini: itulah inti gagasan dari novel visual ini. Salah satu arti dari persahabatan akan terlukis cukup indah namun penuh elegi.

Gambaran kondisi masyarakat pekerja kelas menengah Jepang pun terlukis cukup baik. Hari-hari penuh tekanan, ladang lembur, minim izin untuk libur, atasan yang dingin, teman sekantor yang gemar gosip adalah beberapa cuplikan kehidupan pekerja kelas menengah yang dapat kalian alami di gim ini.

Para Tokoh

Sakura Setsumi

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Pengisi Suara: Ayakawa Rino

Gadis berwatak dingin dan berekspresi datar. Selalu pintar menyembunyikan ekspresi perasaannya hingga ke titik-titik paling krusial dari penggalan hidupnya. Pesimistis akut yang menderita penyakit kronis yang sudah menahun. Dalam gim ini, peran Setsumi hanya muncul sebagai tokoh figuran.

Shinohara Chihiro

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Pengisi Suara: Gotou Yuuko

Seorang Katolik taat yang bekerja sebagai relawan di rumah sakit tempat kakaknya dirawat. Dalam gim ini, beberapa curahan hati dari Chihiro akan diekspos dengan cukup terbuka. Tergolong gadis yang sangat baik dan tidak pernah terlihat marah dalam segala kondisi dan situasi.

Shinohara Himeko

Himeko
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Pengisi Suara: Yanase Natsumi

Pasien penghuni lantai 7 yang umurnya telah divonis akan berakhir dalam jangka waktu dekat. Pejuang kehidupan yang cukup gigih dan tak ingin meninggalkan kesan sebagai orang yang kalah oleh penyakit sampai titik nadir penghabisan.

Pikirannya sebelum menerjang kematian adalah: perasaan orang-orang tersayang yang akan merasa ditinggalkan. Berusaha membuat tegar orang-orang yang berarti bagi hidupnya sebelum rohnya terlepas dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Akishima Yuka

Yuka-Himeko
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Pengisi Suara: Iwai Yukiko

Perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Di sela kesibukannya, ia masih tetap berusaha mengunjungi sahabat baiknya yang berangsur terbujur lemah di bangsal rumah sakit.

Tergolong perempuan yang “gak enakan” alias takut untuk mengekspresikan perasaannya yang jujur kepada orang-orang disekitarnya. Terlalu menjaga perasaan lawan bicaranya, sehingga mengenyampingkan ekspresi jiwanya yang berwarna.

Grafis

Himeko's epilogue menu
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Kabar baik bagi para penggemar Narcissu yang menginginkan grafis yang lebih baik! Dalam antologi ini, grafis telah diremajakan sedemikian rupa sehingga nilai estetis di dalam novel visual ini kembali bertambah. Bagi yang menggemari versi klasik dari Narcissujangan kecewa! Masih ada classic mode yang akan membawa Anda dalam petualangan yang sama dengan seri sebelumnya.

Berikut gambar komparasi antara versi klasik dan modern:

Himeko's epilogue
Versi klasik (kredit: Stage-nana, Sekai Project)
Himeko's epilogue
Versi baru (kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Versi klasik masih berkutat pada visualisasi pada layar dengan perbandingan 1 berbanding 4 dari bidang layar. Hal ini seakan ingin mengatakan: ‘hei, lebih fokuslah kepada teks ketimbang gambar!‘ Minimnya ilustrasi tentang tokoh-tokohnya pada versi klasik pun seakan ingin menuntut pembaca agar tidak kehilangan relasi imajinasinya masing-masing dalam menikmati cerita.

Versi baru disusun dengan kebaruan visualisasi pada layar dengan perbandingan 3 berbanding 4 dari bidang layar. Ilustrasi tentang kegiatan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita pun ditambahkan dengan cukup banyak bila dibandingkan dengan versi klasik.

Grafis pun nampak terlihat lebih detail dalam konsep pengilustrasiannya. Hebatnya, dalam versi ini, pemain akan tetap dibawa pada kondisi berimajinasi yang cenderung hampir sama dalam versi klasik karena perbandingan ilustrasi para karakter masih kalah banyak dengan ilustrasi dari suasana atau objek-objek lain di dalam cerita.

Penggambaran karakter yang tidak utuh dan setengah-setengah seperti yang terdapat pada versi klasik pun masih tetap dipertahankan. Kurang lebih artinya, versi baru ingin lebih banyak mendikte imajinasi pembaca, namun tidak terlalu mengeksploitasinya.

Sistem

Himeko's Epilogue
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Sistemnya masih tergolong sederhana dan tidak mengalami begitu banyak perubahan. Mode standar yang biasanya terdapat dalam novel visual bernama auto-read pun masih tidak ada. Catatan kaki (footnote) pun tidak ditemukan dalam gim ini.

Himeko's Epilogue System
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Mungkin, pertimbangannya adalah gim ini tergolong singkat, sehingga fitur-fitur tersebut tidak masuk ke dalam golongan urgensi. Penulis menganggap, hal tersebut masih bisa dikompromikan dan tidak begitu mengganggu pengalaman membaca dalam novel visual.

Musik

Tak ada yang spesial dan baru. Mayoritas musik yang terdapat dalam gim ini masih berkorelasi dengan Narcissu Side 2nd. Masih relevan, karena ini merupakan epilog tersembunyi dari novel visual tersebut. Lagu terbaru yang menjadi lagu pembuka dari antologi ini akan terlantun di bagian akhir dari cerita.

Kesimpulan dan Penutup

Novel visual ini adalah sambungan dari Narcissu Side 2nd dengan tambahan fitur cerita dan grafis yang baru. Bagi yang tak puas dengan sikap Himeko kepada adik dan sahabatnya yang cenderung jahat dalam Side 2nd― cerita ini adalah penebusannya.

Dalam novel visual ini kalian bisa melihat ekspresi jiwa dari Himeko yang sebenarnya kepada kedua tokoh tersebut. Gelora penebusan dari penyesalan yang pernah ia lakukan pada orang-orang yang ia cintai. Gim ini cocok bagi para penggemar dari serial Narcissu yang telah mencicipi bulir-bulir kesedihan dan kegalauan yang diciptakan dari serial ini.

Dengan banyaknya tokoh perempuan, gim ini tidak bisa dibilang secara serampangan tersegementasi hanya buat perempuan. Laki-laki pun dapat memainkannya karena menurut penulis, tema-tema persahabatan, kegalauan, dan kematian dapat menembus batas-batas gender. Intinya, gagasan besar selalu bisa menembus batasan-batasan dari aturan dan pikiran-pikiran manusia yang tersekat.