Lagi-lagi, kita akan membahas salah satu novel visual produksi Stage-nana yang mempunyai ciri khas sering mempublikasikan cerita yang muram dan menyentuh. Setelah sebelumnya kita telah mengulas Ame no Marginal dan Narcissukali ini kita akan meneruskan untuk membahas prekuel dari Narcissu yang berjudul Narcissu Side 2nd.

Tidak seperti Visual Art’s Key yang suka mencampuradukkan humor dan kesedihan dalam satu bungkusan, Stage-nana adalah salah satu produsen novel visual yang konsisten membahas perihal hal-hal tabu dan menyedihkan secara “lebih gelap”. Topik-topik itu dikemas secara puitis, sehingga gagasan-gagasan yang dibawa terlantun secara estetis.

Daripada banyak lama, mari kita mulai saja ulasannya!

Judul: Narcissu Side 2nd
Tahun Rilis: 25 Mei 2007 (Jepang), 31 Maret 2010 (versi bahasa Inggris)
Produksi: Stage-nana
Laman: stage-nana.sakura.ne.jpneechin.net/narcissu
Judul Lagu Pembuka: Narcissus
Lirik: Riya
Penyanyi: Eufonius
Komposer: Hajime Kikuchi

Sinopsis

Mengisahkan peristiwa yang terjadi 6 tahun sebelum Setsumi bertemu dengan Yuu sang protagonis dalam NarcissuSetsumi belum menjadi penghuni dari lantai 7 kala itu, dia masih berstatus pasien rawat jalan. Namun, kesedihan yang terpancar akibat penyakitnya sudah terekam dengan sangat muram di sini.

Suatu waktu, dia bertemu dengan seorang Onee-chan bernama Himeko di rumah sakit. Pertemuan mereka terlukis secara canggung dan rumit. Setsumi yang pendiam, pemurung, dan jutek berhadapan dengan Himeko yang terlihat seperti seorang gadis seumuran anak kuliahan yang terlihat selalu ceria. Sifat mereka terlihat agak berlawanan satu sama lain, tapi pada akhirnya mereka pun berteman.

Himeko memperkenalkan dirinya sebagai pasien dari lantai 7, tempat yang terkenal sebagai tempat bagi pasien-pasien yang sudah tidak mempunyai harapan hidup alias divonis: menunggu ajal. Himeko pun memohon pada Setsumi agar sering-sering menjenguknya untuk melepas rasa bosan.

Waktu di antara mereka pun makin terikat. Di tahun 1999 yang berlatar musim panas, Setsumi pun menjalani pertemanan yang penuh dengan warna bersama Himeko. Dengan membawa catatan perihal “10 Hal yang Ingin Aku Lakukan Sebelum Mati,” Himeko pun mengajak Setsumi untuk menjalani sisa-sisa kehidupannya.

Skenario

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Seperti Narcissutak ada kebaruan, tetap konsisten dengan kinetic novel-nya yang berarti cerita ini tidak bercabang alias hanya memilki cerita tunggal. Yang sedikit membedakan, Narcissu Side 2nd memiliki cerita yang lebih panjang dari sekuelnya. Memiliki 18 bab dan 1 prolog. Narcissu sendiri hanya memiliki 7 bab dan 1 prolog.

Ungkapan keputusasaan yang puitis adalah hal yang bakal Anda temukan jika memainkan novel visual ini. Belum lagi ungkapan-ungkapan dan curahan hati perihal pertanyaan-pertanyaan perihal kehidupan yang seringkali berujung kontradiktif dengan pikiran dari kerumunan masyarakat menambah kesan yang mendalam ketika membacanya.

Tema-tema tentang eksistensi perihal ketuhanan dan arti kehidupan yang berdekatan dengan kematian adalah gagasan-gagasan yang padat dibahas dalam Narcissu Side 2nd. Penulis artikel, yang telah memainkan sebagian besar gim karya Stage-nana merasakan bahwa semua karya Stage-nana tak pernah luput dari pertanyaan-pertanyaan tentang memaknai eksistensi ketuhanan.

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Satge-nana)

Pembahasan tentang ketuhanan itu tersaji dengan baik dan tidak ofensif, melainkan sangat-sangat manusiawi dan cenderung jujur tanpa hipokrisi. Ini adalah salah satu kelebihan Stage-nana dalam mengelola gagasan tentang ketuhanan. Di Indonesia jaman now, bila ada penulis yang membahas tentang hal abu-abu seperti ini, hidupnya bakal cenderung sangat sulit, karyanya juga bakal sulit diterima, dan banyak penerbit cetak/daring (online) tidak berani atau tabu mempublikasikannya. Kalau cerita mesum, percintaan remaja, dan komedi masih banyak, pokoknya basah: oleh hasrat, oleh keringat, liur tertawaan, dan oleh (silahkan merenung).

Penulis artikel jadi ingat, ada seorang penulis (tidak usah saya sebut) yang melarang membaca sebuah buku berjudul Atheis karya Achdiat Karta Mihardja. Mungkin karena judulnya? Kenyataannya, Achdiat Karta Mihardja adalah seorang yang mengikuti tarikat Kadariyah Naksabandiah. Sejauh yang penulis artikel baca, isi dari buku tersebut adalah gambaran dari pergeseran nilai-nilai di kehidupan masyarakat Indonesia yang isinya masih cenderung relevan sampai sekarang. Sama sekali bukan mengajak Anda untuk menjadi atheis.

Kembali ke Narcissu Side 2nd, novel visual ini bakal menyeret Anda untuk bersimpati dan merasakan imajinasi psikologis dari dua tokoh utama dalam novel visual ini; Setsumi dan Himeko. Bagaimana bila aku menjadi…ini dan itu. Narasi pun bakal makin terasa kuat membuyarkan mental Anda karena dibawakan dengan gaya tulisan Perspektif Orang Pertama.

Elegi dari Setsumi dan Himeko yang akan bercerita, lubuk hati mereka yang tersesat di ambang kebingungan. Lubuk hati yang bercerita tentang alangkah berbedanya kehidupan mereka dengan rata-rata manusia pada umumnya. Tangisan, kemurungan, kesedihan, keputusasaan yang pekat namun puitis.

Voice acting-nya pun dibawakan secara baik. Seperti kita ketahui, seni mengisi suara di Jepang sudah masuk pada level yang diterima oleh para penggemar kebudayaan pop Jepang hampir di seluruh dunia. PR paling besar pada seni peran di Indonesia adalah perihal ini! Walau ranah animasi Indonesia sudah berkembang dengan perlahan, faktor penunjang penting untuk menghidupkan karakter agar memiliki “jiwa” adalah PR yang sangat krusial.

Para Tokoh Utama

Sakura Setsumi

Pengisi Suara: Ayakawa Rino

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Gadis berumur 15 tahun yang telah mengidap suatu penyakit dalam jangka waktu yang sudah cukup lama. Pemurung, ekspresinya datar, dan kata-katanya pun cenderung tanpa intonasi yang bervariasi. Tidak bisa bersekolah karena penyakit kronis membuatnya sering memakai seragam sekolahnya hampir setiap hari.

Shinohara Himeko

Pengisi Suara: Yanase Natsumi

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Gadis tomboi yang gemar sekali berkendara. Sebelum sakit, dia banyak mengabiskan waktunya untuk merawat mobil kesayangannya: Eunos Roadster/Mazda MX-5 Miata. Hafal semua rute berkendara di Jepang setelah mempelajarinya saat menjadi pasien lantai 7.

Pembawaanya selalu ceria, baik hati, dan menyenangkan. Keceriaannya kerap terlukis sebagai tameng untuk menutupi keputusasaanya yang terus berangsur meningkat.

Mengklaim dirinya sebagai penganut “Katolik palsu”. Karena beberapa peristiwa, ia nampak berubah sebagai seorang yang cenderung agnostik. Terlepas dari semua itu, ia sering mengutip beberapa kutipan dari kitab Yesaya sebagai penyemangat hidup.

Akishima Yuka

Pengisi Suara: Iwai Yukiko

Narcissu Side 2nd
(Kredit; Stage-nana)

Figurnya memang terlukis samar-samar di Narcissu Side 2nd. Yuka adalah BFF alias sahabat baik dari Himeko. Tak pernah absen untuk menjenguk Himeko pada saat ia dirawat. Figur sahabat yang baik, karena dia bisa memposisikan dirinya untuk Himeko hampir di segala kondisi.

Shinohara Chihiro

Pengisi Suara: Gotou Yuuko

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Adik kandung dari Himeko. Dia adalah seorang relawan yang membantu merawat pasien-pasien lantai 7. Seorang Katolik yang taat dan selalu berdoa di Gereja sebelah rumahnya demi kesembuhan kakak tercintanya. Hubungannya dengan Himeko cenderung merenggang ketika Himeko menjadi pasien lantai 7.

Chihiro pun sering menanyakan perkembangan perihal kakaknya melalui Setsumi. Akhirnya, ia pun mengetahui bahwa Himeko masih sangat menyayanginya.

Grafis

Seperti karya-karya Stage-nana sebelumnya, kesederhanaan tetap mereka junjung tinggi dan telah menjadi ciri khas. Jarang menampilkan visualiasi dari karakter-karakternya dan lebih berfokus pada ilustrasi mengenai suasana-suasana dalam gim.

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Stage-nana tidak terlalu ingin mendikte imajinasi pembaca melalui visualisasi. Cukup ilustrasi sederhana dan teks-teks dengan jeda yang diatur sedemikian rupa. Mungkin ada beberapa penikmat novel visual yang kurang menerima kemasan seperti ini, terutama pembaca yang lebih gemar bermain eroge atau nukige yang bakal dengan sangat sadis menimbang grafis.

Sistem

Grafis yang sederhana pun bersanding dengan sistem yang kelewat sederhana. Mode seperti auto-read juga tidak terapat dalam gim ini. Jadi bagi penggemar novel visual dengan mode auto-readkalian bakal dipaksa untuk memainkannya dengan sistem click and go ibarat kalian membuka lembaran buku secara perlahan.

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Ada banyak catatan kaki (footnote) dalam novel visual ini. Catatan kaki perihal kebudayaan Jepang akan membantu kalian lebih memahami latar belakang budaya dari Narcissu Side 2nd. Hal ini tentunya bakal sangat membantu pembaca untuk memahami novel visual ini secara lebih baik.

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Seperti gambar di atas, maksud dari teks perihal penyebutan AE86 pun dijelaskan dengan perbandingannya dengan serial manga/anime dari Initial D. Bila kalian memainkannya, Himeko akan menyebutkan teks AE86 itu sebagai “Hachi-Roku (ハチロク)” yang merupakan panggilan populer yang merujuk pada AE86 di Jepang.

Musik

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Musik dari Narcissu Side 2nd bisa dibilang sangat baik. Proposisi penempatan musik dan plot terangkai dengan sangat baik sesuai dengan suasana dalam novel visual. Bagi yang suka dengerin Depapepe, banyak musik latar yang akan mengingatkan kalian pada duo dari gitaris akustik ini.

Lagu dari Eufonius (berjudul Narcissus) dan Kako (berjudul 15 cm) pun dengan sangat baik menggambarkan tema-tema suram yang ada dalam novel visual ini. Baik untuk menemani hari-hari galau Anda yang tidak berkesempatan malam mingguan karena jomblo atau tipis dompet.

Penutup dan Kesimpulan

Novel visual ini masih sangat layak baca walaupun sudah dijebol dimensi waktu. Yah, itulah keunggulan novel visual bila dibandingkan dengan gim pada umumnya. Tidak ada keberpihakan gender dalam novel visual ini, bisa dinikmati oleh laki-laki dan perempuan tanpa takut berkubang pada stereotipe.

Perenungan, kontemplasi, refleksi, empati, simpati akan kalian temui jika kalian mencoba membaca karya ini secara lebih teliti. Pandangan dan interaksi kalian dengan orang yang mengidap suatu penyakit atau sikap kalian sebagai orang yang terkena sebuah penyakit mungkin akan berubah setelah mengikuti serial dari Narcissu.

Tapi jangan lupa, relasi kedekatan perihal sesuatu itu personal, jadi silahkan kalian artikan sendiri dengan versi kalian apabila sempat dan berminat membacanya.

Artikel ini akan penulis tutup dengan CG favorit penulis:

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)