Akhirnya, ulasan terkahir dari Narcissu 10th Anniversary Anthology Project yang berjudul Narcissu Sumire pun akan kita ulas. Banyak kebaruan dan kompleksitas yang tidak terduga-duga dari novel visual yang satu ini. Seperti apa bentuk konkritnya? Jadi, mari lekas tancap gas dan kita ulas!

Judul: Narcissu Sumire / ナルキッソス スミレ  (Narcissu 10th Anniversary Anthology Project)
Produksi: Stage-nana
Penerbit: Sekai Project
Tanggal Rilis: 31 Desember 2015 (Jepang), 17 Maret 2017 (versi bahasa Inggris)
Laman: stage-nana.sakura.ne.jp (Stage-nana), sekaiproject.com (Sekai Project)
Penulis: Kataoka Tomo
Genre: Novel Visual

Sinopsis

Sumire, seorang remaja yang merasa dirinya telah mengambil beberapa “langkah yang salah” dalam hidup. Gagal dalam bersosialisasi di sekolah, membuatnya berubah menjadi seorang shut-in/hikikomori alias seorang yang kerap mengurung diri di dalam kamar dan menghabiskan waktunya dengan bermain gim.

Sumire merasa sangat asing dengan dirinya sendiri, hal itu diperparah dengan gejala penyakit kronis yang mulai mengerogotinya―2 tahun setelah menjadi hikikomori. Beberapa tahun kemudian, akhirnya ia dinobatkan menjadi pasien lantai 7 yang dikenal dengan tempat bagi orang-orang yang tinggal untuk menuju ajal.

Singkat cerita, ia kemudian bertemu lagi dengan Akari, seorang gadis yang dikenalnya beberapa tahun sebelum menjadi pasien lantai 7. Sumire yang merasa hidupnya hanya tinggal beberapa bulan pun meminta tolong kepada Akari agar dia menjadi saksi akan eksistensi Sumire.

Narcissu Sumire
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Mereka berdua pun bermain gim bersama, bepergian bersama, bekendara bersama. Semua hal itu demi menunjukan bahwa Sumire ingin merasakan seperti apa arti hidup dengan Akari sebagai saksi. Dapatkah Sumire berekspektasi sebelum mati? Apakah Akari akhirnya bisa memaknai arti dari semua perjalanan ini?

Para Lakon Utama

Sumire

“They were things beyond my reach, so I admired them…”

―Sumire, Narcissu Sumire.

Narcissu Sumire
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Pengisi Suara: Mona

Heroine alias protagonis perempuan utama dalam Narcissu Sumire. Menjadi hikikomori pada umur 12 tahun, berangsur sakit-sakitan pada umur 14 tahun, dan menjadi pasien dari lantai 7 pada umur 22 tahun.

Waktu-waktunya ia habiskan dengan bermain gim. Gim favoritnya adalah RPG. Senang dengan role-play sebagai Healer dalam gim RPG. Berharap bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan peran sebagai Healer.

Berperawakan kecil dan imut. Gadis ini cenderung super pemalu ketika berinteraksi dengan orang lain. Akari dan Setsumi adalah orang yang cenderung memotivasinya agar dapat lebih memaknai hidup sebelum mati.

Shinohara Akari

“You know, Pocari-chan, everyone here is sick. It’s just matter of whether it’s a sickness of the body or sickness of the mind.”

―Akari, Narcissu Sumire

Narcissu Sumire
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Pengisi Suara: Yanase Natsumi

Si Nemuri Hime alias Putri Tidur. Demi kabur dari Ibu tirinya, ia telah bepura-pura sakit sejak berumur 8 tahun. Menjadi pewaris sebuah perusahaan raksasa setelah ayahnya meninggal karena bunuh diri. Selalu berpura-pura tidur di ranjang rumah sakit ketika ada orang yang mengunjunginya.

Kematian ayahnya telah membuatnya berikrar untuk hidup tanpa teman, tanpa ikatan, tanpa hutang budi, dan tanpa empati. Berusaha mati-matian untuk membunuh “hatinya” selagi ia hidup.

Sakura Setsumi

Narcissu Side 2nd
(Kredit: Stage-nana)

Pengisi Suara: Ayakawa Rino

Pasien lantai 4 di sebuah rumah sakit Katolik. Rutinitasnya adalah menyiram bunga Narcissus setiap dua kali sehari. Berpapasan dengan Sumire di taman bunga rumah sakit dan kerap bertanya tempat yang diidamkan Sumire ketika nanti ia akan menghadapi kematian.

Akishima Yuka

Yuka-Himeko
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Pengisi Suara: Iwai Yukiko

Kelas menengah di sebuah perusahaan swasta. Bertemu dengan Akari di rumah sakit karena urusan bisnis. Satu-satunya orang dewasa yang berhasil menguak akting Akari saat sedang bepura-pura terlelap.

Beberapa tahun setelah kematian Himeko, Yuka pun nampak melihat bayangan gelap Himeko dalam diri Akari. Terganggu oleh perasaan itu, dia pun sedikit menuntun Akari untuk menyembuhkan diri. Mengunjungi pasien-pasien di lantai 7 adalah merupakan terapi yang Yuka anggap baik bagi Akari.

Ken-chan

Narcissu Sumire
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Teman masa kecil Akari. Pria ini akan berperan besar dalam cerita Akari’s Story. Ken-chan adalah obat, obat bagi penderitaan yang Akari hadapi saat masih berumur 8 tahun. Dia rela berpura-pura sakit pasca kesembuhannya demi menemani kesendirian Akari di rumah sakit.

Ketika Akari berangsur menutup dirinya dari Ken-chan, pria ini pun berubah menjadi seorang pemurung akut. Setelah dewasa, Ken gagal dalam ujian universitas dan berniat untuk bunuh diri dengan cara meloncat dari sebuah gedung. Dari atas sebuah gedung itulah, ia akan menyaksikan apa arti dari keabadian.

Skenario

Narcissu Sumire
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Narcissu Sumire terbagi ke dalam dua cerita besar yang cukup rumit. Apalagi ketika Anda membaca Akari’s Story. Unsur supernatural yang terdapat di dalam Akari’s Story akan membuat Anda bingung ketika membacanya. Genre fantasi dan supernatural yang biasanya hanya kita temuka dalam karya Stage-nana berjudul Ame no Marginal  turut hadir dalam Narcissu Sumire.

Akari’s Story merupakan bagian cerita yang akan menunjukkan latar belakang dari Akari. Penulis artikel harus membaca bagian ini berulang-ulang sebelum mengerti inti dari ceritanya.

Ada 2 hal yang membuat bagian ini sulit! Pertama, banyak sekali pengunaan sprites (istilah dalam komputer grafis yang merujuk pada suatu entitas visual dalam gim) yang sama pada karakter-karakter yang berbeda. Bisa dibayangkan, bagaimana cara Anda membedakan tokoh yang satu dengan yang lain bila penampakan karakter yang Anda lihat tampak mirip antara satu dengan yang lain?

Kedua, masuknya unsur supernatural dalam serial Narcissu. Yang lebih parahnya, unsur supernatural itu berhubungan dengan cara seseorang untuk lari dari kematian dan membuat sesorang bisa menjadi abadi. Bisa kita bayangkan saja, bagaimana jika serial Narcissu yang dekat dengan kematian tiba-tiba bersinggungan dengan konsep keabadian yang ada dalam Akari’s Story. Jujur, penulis sangat kecewa dengan cerita dalam Akari’s Story. Sama kecewanya ketika melihat Kakashi yang seharusnya sudah mati malah bisa hidup lagi di dalam Naruto.

Akhirnya, penulis bisa berkompromi setelah meilhat epilog dari Akari’s Story. Ternyata hal itu merupakan semacam twsisted plot yang dipersiapkan untuk lebih mengetahui latar belakang Akari. Berhati-hatilah untuk membaca bagian ini bila Anda ingin benar-benar mengerti latar belakang Akari.

Pembacaan heuristik (pembacaan secara harfiah) saja tidak cukup untuk membuat Anda mengerti, perlu dilakukan pembacaan hermeuntik (pembacan secara interpreatatif). Bagian Akari’s Story hanya penulis sarankan bagi para fans diehard dari Narcissu karena memang sangat rumit, ditambah dengan dua faktor yang penulis sebutkan di atas.

Inti dari gim ini berada dalam Sumire’s Story. Anda bisa dengan mudah mengerti cerita dari Sumire tanpa membaca Akari’s Story. Dalam Sumire’s Story, Anda akan dibawa ke dalam ingatan seorang hikikomori yang sedang mencari eksistensi dari kehidupan.

Seorang perempuan yang terasing dari dirinya sendiri, berusaha untuk menemukan dan memaknai hidup. Narasi cerita dibawakan dengan kondisi psikologis tokoh utama yang akrab dengan  gim.

Novel visual ini kerap memakai istilah dari gim populer yang ada di Jepang kala itu. Istilah curaga yang kerap populer digunakan di gim Final Fantasy dan penyebutan tokoh Saber yang memang populer dalam fighting game dari Fate pun nampak terlukis dan diambil dari realitas. Bahan-bahan itu digunakan sebagai salah satu diksi untuk mempertegas kesan dramatik dalam novel visual ini.

Epilognya bakal sangat menyentuh dan sangat dekat dengan penalaran psikologis seorang gamer. Menciptakan suasana suram namun dramatis. Seperti biasa, narasi besar dari serial Narcissu yang ingin meneriakan perihal eksistensi hidup pun bakal sangat mengalir kental dalam cerita.

Budaya bunuh diri yang memang kerap terjadi di Jepang pun terlihat cukup ditonjolkan. Gejolak untuk meloncat dari atas gedung atau pergi ke hutan di Aokigahara merupakan hal yang umum terjadi di Jepang untuk mengekspresikan cara untuk mati. Beberapa hal itu, tervisualisasi dalam Narcissu Sumire.

Grafis

Narcissu Sumire
(Kredit: Stage-nana, Sekai Project)

Grafisnya masih tetap sederhana. Ya, ciri khas dari Stage-nana. Namun, seperti yang sudah penulis sebutkan: penggunaan sprites yang monoton dalam Akari’s Story sangat-sangat menganggu. Penulis anggap bahwa itu merupakan suatu kesalahan yang krusial dan fatal.

Kenapa tidak sekalian menghilangkan sprites tersebut? Bukankah Stage-nana sudah biasa terkenal dengan konsep visualisasi yang kerap tidak mendikte imajinasi pemain/pembaca? Kenapa kali ini hal tersebut hadir dan cenderung malah memperkosa imajinasi pembaca?

Sistem

Sistemnya sederhana, dengan interface yang sederhana. Hal ini wajar, mengingat durasi pemainan dari serial Narcissu bisa diselesaikan dalam waktu 2-4 jam per cerita. Dan seperti biasa: tidak ada mode auto-read.

Musik

Pengolahan musik yang baik. Musik latarnya bisa membantu mempertegas suasana dalam novel visual secara lebih menyeluruh. Beberapa lagu baru muncul dalam Narcissu Sumire. Sebagian lagu, diambil dari seri Narcissu yang sebelumnya.

Kesimpulan dan Penutup

Gagasan besar dari Narcissu Sumire adalah perihal seseorang yang ingin menjalin sebuah pertemanan dengan orang yang tidak mau berteman. Rumit bukan? Hal itu tambah rumit ketika orang tersebut sedang dibayang-bayangi oleh kematian.

Penulis berkesimpulan, bahwa Narcisu Sumire ingin mengatakan bahwa kita  bisa hidup menyendiri, tapi kita tidak bisa hidup sendiri. Kontradiktif? Dalam episode hidup dari manusia, ada kalanya manusia memang harus menghadapi semua masalahnya seorang diri dan ada kalanya manusia benar-benar membutuhkan orang lain untuk memaknai hidupnya.

Manusia yang berjuang dan berusaha, agar tidak ada lagi rasa penyesalan dari keputusan hidup yang telah ia ambil. Semuanya terlukis secara estetis di nove visual ini. Patut dimainkan bagi orang-orang atau gamer yang terlalu banyak mengurung diri. Baik bagi yang mengurung raganya dalam sangkar atau bagi yang mengurung jiwanya dalam sangkar.