[imdb]http://www.imdb.com/title/tt1677720/[/imdb]


Pecinta film mana yang tidak kenal Steven Spielberg? Filmmaker asal Amerika ini merupakan salah satu yang terbaik di bidangnya. Banyak film box office lahir dari tangan dinginnya seperti E.T. , Jurassic Park, Indiana Jones, dan masih banyak film lainnya. Di tahun 2018 ini Spielberg melahirkan kembali sebuah film dengan tema budaya pop, Ready Player One.

Setting film ini adalah tahun 2045, dimana saat itu dunia bagi kebanyakan orang sudah tidak lagi menyenangkan. Saking tidak menyenangkannya, orang-orang melarikan diri ke dunia virtual yang bernama OASIS. OASIS sendiri merupakan dunia virtual reality dimana setiap orang disana menggunakan avatar sebagai identitas diri mereka. Mereka berlomba untuk memenangkan Easter Egg yang disembunyikan oleh pembuat OASIS yang sudah meninggal.

Konflik Dunia Virtual dan Dunia Nyata

Topik penting yang diceritakan adalah tentang bagaimana seorang remaja bernama Wade Watts/Parzival (Tye Sheridan) yang bosan dengan dunia nyata melakukan pelarian dengan bermain Virtual Reality. Wade yang di dunia nyata tertutup dan cenderung membosankan, mendapatkan banyak hal dan kepuasan yang tidak dia dapatkan di dunia nyata. Kepintaran di dalam dunia Virtual menarik perhatian perusahaan yang mempunyai misi tersembunyi yaitu Innovative Online Industries (IOI).

Nolan Sorrento (Ben Mendelsohn) yang merupakan pendiri dari IOI berambisi menemukan Easter Egg yang ada di dalam OASIS. Diketahui, ternyata siapapun yang mendapatkan Easter Egg tersebut akan mendapatkan semua saham dari OASIS. Inilah yang kemudian memicu konflik Nolan dan Wade yang berimbas tidak hanya di dunia virtual saja, namun sampai ke dunia nyata.

Perpaduan dunia virtual dan dunia nyata yang ditampilkan oleh Spielberg berhasil dalam film ini. Bagaimana Spielberg menampilkan dunia virtual yang terkoneksi dengan dunia nyata namun tidak berlebihan dan kekanak-kanakan. Kekhawatiran film ini menjadi sebuah film yang hanya mengandalkan budaya pop yang terkenal tanpa jalan cerita dan visual yang menarik terbantahkan. Hasilnya? Silahkan kamu tonton sendiri filmnya.

Ready Player One

A Tribute To Pop Culture?

Sejak awal trailer film ini muncul, banyak diperlihatkan berbagai macam karakter baik dari film maupun dari games. Setelah menonton film nya, bisa dibilang memang film ini sangat memanjakan para penikmat budaya pop. Memang bukan pertama kali budaya pop dimunculkan dalam sebuah film, Wreck It Ralph pernah melakukannya. Namun dengan budaya pop yang ditampilkan sebanyak ini, rasanya baru di film ini saja.

Namun, dengan banyaknya budaya pop yang dihadirkan disini menimbulkan dua sisi yang berlawanan. Pertama sisi yang sangat mengerti budaya pop ini sehingga ketika mereka melihat banyaknya referensi yang muncul baik dari film, games, maupun musik, mereka dipuaskan dan dibawa bernostalgia. Sisi lainnya adalah bagi mereka yang tidak mengerti tentang budaya pop akan cenderung mengkerutkan dahi dan bertanya “Itu siapa? Ini apa? Kok ada itu? Itu mainan apa? Itu karakter darimana” dan berbagai macam pertanyan lainnya.

Ready Player One

Alur Cerita yang Membingungkan dan Membosankan Di Awal

Mungkin ketika kalian menonton nanti akan merasa kebingungan dengan alur ceritanya. Ada beberapa plot hole yang rasanya membuat munculnya kebingungan tersebut. Bahkan banyaknya narasi ditambah kebingungan kalian akan membuat awal film terasa membosankan dan menganggap film ini tidak begitu menarik. Untungnya akhir film membuat semua yang terasa membosankan diawal bisa terobati.

Ditambah dengan banyaknya referensi budaya pop dari tahun 90an, rasanya film ini lebih cocok untuk orang yang lahir di tahun tersebut dibandingkan generasi milenial saat ini. Ya walaupun tema yang diangkat sama dengan kondisi dan realita yang terjadi saat ini.

Kondisi yang Sama Dengan Realita yang Ada Saat Ini

Apa yang diperlihatkan film ini bisa dibilang merupakan kondisi yang sama dengan kondisi lingkungan kita yang ada saat ini. Bagaimana perangkat Virtual Reality sekarang semakin populer, bagaimana games dalam hal ini E-Sports yang mulai diperhitungkan, bagaimana banyak orang yang menghabiskan waktu dengan online dibandingkan bersosialisai, dan bagaimana gamers yang menjadi geek.

Gamers yang cenderung jadi orang yang anti sosial, avatar wanita yang dikira dimainkan oleh pria (fenomena game online dimana pemain pria menyukai menggunakan karakter wanita), gamers online yang jago dan pintar di dunia game ternyata masih anak kecil, merupakan beberapa hal yang sama dengan kondisi kita saat ini digambarkan dalam film ini.

Yes or No?

Bagi penggemar dan penikmat budaya pop, Ready Player One sangat direkomendasikan untuk ditonton. Kalian akan di manjakan dengan berbagai macam budaya pop yang terkenal dari dulu hingga sekarang, membuat kalian senyum-senyum sendiri ketika menontonnya sambil bernostalgia. Jangan lupakan nama Steven Spielberg sendiri yang jadi jaminan film ini layak ditonton.

Kondisi yang sama dengan lingkungan dan realita kita saat ini juga membuat kalian film ini terasa hidup karena mengangkat tema yang kebetulan cocok dan pas untuk saat ini. Dimana teknologi sepenuhnya bisa hal baik sekaligus hal buruk dalam waktu yang bersamaan.

Hal penting yang harus dipelajari dari film ini adalah: Dunia virtual memang menyenangkan dan menghibur, namun satu yang pasti, jangan habiskan waktumu disana dan jangan kamu meninggalkan dunia nyata yang jauh lebih penting, karena hidup itu sosialisasi.

So, tunggu apalagi? Untuk yang belum menonton, segera tonton film ini!