Novel visual berjudul Comuncation with Sonico atau akrab dikenal sebagai Sonicomi adalah novel visual interaktif yang berfokus pada figur bernama Super Sonico sebagai model grafis (graphic idol/gravure model). Dalam jalan cerita novel visual ini, pemain akan berperan sebagai fotografer tak bernama (yang kolom namanya dapat diisi sesuai dengan kehendak pemain) yang sangat pandai mengabadikan momen-momen berbentuk lanskap, namun sangat buruk dalam memotret model manusia.

Dalam novel visual ini, sang pemain berperan sebagai fotografer magang di bawah bimbingan fotografer terkenal sekaligus mentornya yang bernama Arakin. Nampaknya Arakin adalah tipe mentor yang ingin muridnya mengasah kelemahan murid-muridnya dalam hal fotografi. Terbukti dengan dia memberikan sang fotografer magang tugas yang cukup berat dan menyangkut kelemahan sang fotografer: fokus pada foto model.

Dari titik inilah, dia bertemu Super Sonico yang memutuskan untuk menjadi model grafis (graphic idol/gravure model). Ini merupakan pertemuan kedua sang fotografer dengan Sonico, setelah sebelumnya mereka berdua bertemu dan terlibat dalam suatu insiden saling berbenturan dalam sebuah moshing di sebuah mosh pit.

Arakin tak tanggung-tanggung untuk membuat muridnya menjadi fotografer yang serba bisa, dia memberikan sang fotografer magang tugas penting sebagai fotografer pribadi dari Super Sonico. Di titik inilah ritme permainan mulai berkembang dari sekedar rentetan teks ke permainan yang lebih interaktif dan menantang.

Bentuk dan Jenis Interaksi dalam Permainan

Ada empat jenis interaksi dalam novel visual Sonicomi. Hal pertama adalah jenis interaksi berbasis pilihan ganda dalam  bentuk teks untuk menentukan ke arah mana alur cerita akan mengalir.

Jenis pilihan seperti ini dapat ditemui pada novel visual pada umumnya.Yang kedua adalah interaksi dengan Sonico berbentuk simulasi sentuhan. Dengan mengarahkan pointer, ada kalanya pemain dituntut untuk menyentuh beberapa bagian tubuh dari Sonico. Biasanya, para pemain mesum akan sedikit lebih usil dalam interaksi model ini.

Bentuk interaksi yang ketiga adalah “mengamati.” Pemain akan menghadapi game interface dengan judul Look untuk mengamati dan mencoba memainkan intuisi tentang kondisi batin (mood) dari Sonico. Lagi-lagi, biasanya para pemain mesum tidak mengindahkan instruksi dalam gim dan mengarahkan pointer ke “arah lain” daripada mengarahkan pointer ke arah wajah Sonico untuk mencoba membaca ekspresi wajah Sonico.

Bentuk interaksi yang terakhir dalam Sonicomi adalah berbincang dengan Sonico. Sama seperti novel visual pada umumnya, pemain akan mendapatkan simulasi berbincang dengan Sonico yang ditandai dengan munculnya kolom pertanyaan berbentuk pilihan ganda sebagai cara untuk berkomunikasi dengan Sonico.

Terkadang, Nitroplus sebagai pengembang menyisipkan beberapa jawaban mesum dalam kolom pilihan ganda. Jangan terlalu senang dulu dengan kondisi tersebut! Karena jika kalian menjawab dengan vulgar dan asal-asalan, suasana hati Sonico pun akan hancur dan menyebabkan jalan cerita dari novel visual ini bisa jadi amburadul.

Bila kalian menghargai dan mencoba mengerti posisi Sonico secara profesional, suasana hati Sonico pun akan menjadi gembira. Ekspresi kegembiraan dan kenyamanan Sonic akan ditandai dengan munculnya bentuk simbol hati berwarna merah muda apabila kalian berhasil menjawab pertanyaan dengan benar dan sewajarnya.

Selain beberapa bentuk interaksi yang telah disebutkan, misi utama kalian adalah menemukan jati diri Sonico dalam hal modeling. Untuk menjawab misi tersebut, kalian bertugas untuk menemukan busana yang tepat bagi Sonico saat sesi pemotretan.

Ada 2 hal yang sangat krusial untuk kalian perhatikan dalam menentukan busana yang tepat untuk Sonico: yang pertama adalah parameter yang akan menentukan ke arah mana fase tren yang akan Sonico geluti. Parameter dari fase tren akan menentukan ke arah mana akhir cerita dari gim Sonicomi. Yang kedua adalah instruksi dari klien yang akan menentukan skor dari permainan pada kolom outfit score.

Setelah menentukan tema dari busana, kalian akan melakukan simulasi sesi pemotretan bersama dengan Sonico. Kalian akan mengalami pengalaman permainan first person shooter saat pemain menjalani fase ini. Pemain dituntut untuk mengkombinasikan kecepatan menekan keyboard dan mouse layakanya bermain gim FPS.

Target berbentuk lingkaran akan muncul secara acak dan pemain dituntut untuk mengarahkan cursor ke arah lingkaran tersebut alam waktu yang tepat. Kombinasi tombol seperti W, S, A, D, spasi, ctrl, klik kiri, dan klik kanan akan sangat sering digunakan ketika sesi pemotretan. Tentunya, bagi yang sudah terbiasa bermain gim FPS, ini bukanlah suatu kendala yang berarti.

Setelah sesi permainan berakhir, kalian akan mendapatkan skor yang tergantung dengan akumulasi dari kombinasi busana, dan kelincahan kalian meraih combo saat sesi pemotretan. Hasil dari akumulasi tersebut akan menghasilkan skor dan termanifestasi menjadi kurs mata uang virtual bernama Sonicoin.

Nantinya, setelah pasca-berakhirnya permainan kalian akan dapat menukarkan Sonicoin tersebut dengan bermacam busana yang dapat kalian beli dari Ouka Shop yang dapat kalian akses dari kolom interface berjudul extras.

Gim ini cocok bagi para perancang busana atau para pemain yang menyukai estetika busana dari subkultur Jepang. Seperti telah kita ketahui bersama, Jepang sangat berani memainkan eksperimen “kawin-silang” antara akar budaya mereka dengan busana-busana model kontemporer.

Pasca-akhir Permainan

Bermain Sonicomi tidak akan menyita banyak waktu. Hanya terdapat 7 episode dalam novel visual ini. Yang akan menyita banyak waktu adalah jika pemain sudah kepincut dengan gim ini. Alasannya? Banyak sekali busana-busana yang keren dalam Ouka Shop yang harus ditukar dengan Sonicoin. Sedangkan, jalan untuk mendapatkan Sonicoin adalah dengan memainkan permainan ini berulang kali.

Tidak sampai disitu, akan ada 18 Epilog (ending) dalam Sonicomi. Setiap epilog akan memberikan para pemain satu set busana yang tentunya akan membuat pemain makin penasaran dengan busana tersebut. Set busana yang didapatkan dari epilog tidak tersedia di Ouka Shop, sehingga bagi pemain yang sudah kepincut pastinya akan melakukan mode try hard untuk mendapatkannya.

Kelebihan

Novel visual seperti ini memberikan kesegaran tersendiri dalam semesta novel visual. Bermacam penggabungan interaksi dalam permainan akan membuat para pemain semakin aktif dan partisipatif dalam menggerekan mouse dan keyboard. Tidak seperti novel visual pada umumnya yang dapat dimainkan dengan sebelah tangan.

Pemilihan musik latar, pengisi suara, dan musik pengiring yang sangat bersinergi dalam suasana permainan akan memicu pemain semakin bersemangat memainkan novel visual ini. Bahkan, pada suatu titik pemain akan bisa menyaksikan aksi panggung Sonico bersama dengan lantunan variasi lagu yang ia mainkan.

Penggabungan unsur 3 dimensi dan 2 dimensi yang apik akan membuat pemain melihat perspektif baru dalam menyaksikan ciri khas dari estetika subkultur Jepang. Nitroplus, selaku pengembang berhasil menghadirkan gaya penggambaran manga dalam bentuk 3 dimensi tanpa menghilangkan akar budayanya.

Kekurangan

Bermain Sonicomi akan cukup membuat batin kalian remuk ketika kalian harus tiba-tiba pergi atau melakukan aktifitas lain secara mendadak, kenapa? Karena kalian tidak bisa melakukan manuver save sembarangan. Savepoint biasanya muncul sebelum/sesudah sesi pemotretan atau transisi antar episode dalam permainan.

Banyak pertanyaan vulgar dalam pilihan ganda saat berinteraksi dengan Sonico. Meskipun mungkin Nitroplus sengaja melakukan hal ini untuk memberikan semacam fanservice, namun hal ini penulis anggap sedikit mengganggu permainan. Karena konteks dari permainan ini tidak mengandung unsur seksual, seharusnya pertanyaan vulgar dan mesum dapat dibuang jauh-jauh dari gim ini.

Penutup

Sonicomi adalah upaya Nitroplus untuk memperkenalkan maskot dari perusahaan mereka yang bernama Super Sonico. Maskot mereka yang satu ini memang digambarkan sebagai gadis anime dengan proporsi dada yang besar dan periang. Beberapa action figure dari Sonico sendiri kerap diproduksi dengan tampilan busana yang minim.

Nitroplus dikenal sebagai pengembang novel visual legendaris yang berhasil menetaskan bermacam novel visual legendaris seperti Phantom of Inferno, Saya no Uta, Kimi to Kanojo to Kanojo no Koi, Tokyo Necro, Lamento, Togainu no Chi, dan DRAMAtical Murder. 

Meskipun beberapa novel visual keluaran Nitroplus memiliki konten seksual, namun kedalaman narasi cerita serta estetika yang mereka hadirkan dalam novel visual melahirkan suatu karya yang memberikan cakrawala baru dalam menyikapi suatu karya.

Terkadang hal itu seperti mengadirkan dilema bagi para pemain yang memang kebetulan anti terhadap konten mesum namun peduli dengan sastra dan estetika.

Bagi kalian yang pensaran dengan novel visual ini, tentunya kalian dapat mengakses gim ini dalam platform Steam dengan kisaran harga seratus limapuluh ribuan saja.