Enam tahun lamanya franchise Soucalibur vakum pasca seri kelimanya yang rilis di PS3 dan Xbox 360 tahun 2012 silam. Bahkan setelah munculnya konsol next-gen pun, salah satu game fighting legendaris ini belum mau menunjukan seri terbarunya, menghasilkan tanda tanya besar apakah Bandai Namco akan melanjutkan seri ini atau memang berniat menguburnya dalam-dalam?

Untungnya pada acara The Game Awards 2017 yang lalu secara mengejutkan Motohiro Okubo sang Produser mengumumkan Soulcalibur VI sebagai bagian dari perayaan 20 tahun franchise Soulcalibur. Menggunakan tenknologi engine yang sama dengan “saudaranya” Tekken 7 yaitu Unreal Engine 4, game ini tampak memukau baik itu dari segi visual maupun gameplay yang dihadirkan pada trailer pertamanya dikala itu.

Beberapa bulan kemudian, akhirnya sang game fighting legendaris pun kembali meramaikan industri game saat ini. Namun, alih-alih menjadi seri lanjutan dari Soulcalibur V, seri keenam ini diposisikan sebagai reboot dari keseluruhan Soulcalibur franchise, sehingga para player pendatang baru pun bisa datang untuk menikmati cerita yang dihadirkan tanpa adanya keharusan untuk memainkan seri sebelumnya.

Masih mengusung tema pertarungan senjata, game ini menghadirkan kembali para karakter lamanya seperti Mitsurugi, Kilik, Sophitia, Taki, Seong Mi-Na,Cervantes, Siegfried, dan tentu saja sang musuh utama Nightmare. Menariknya, seri keenam ini juga menghadirkan karakter tamu dari salah satu game terbaik ganerasi saat ini yaitu Geralt of Rivia dari The Witcher series.

Lantas bagaimanakah pengalaman penulis memainkan Soulcalibur VI? Semua akan penulis jelaskan dalam review kali ini!

Cerita Menarik dari Dua Perspektif

Mode cerita yang ada pada Soulcalibur VI ini dikemas menjadi dua persperktif yaitu dari latar belakang tiap karakter dengan Kilik sebagai tokoh utamanya dalam sebuah mode bernama Soul Chronicle, dan dari petualangan karakter ciptaan kita sendiri dalam mode bernama Libra of Soul.

Soul Chronicle

Kisah petualangan Kilik, Maxi, dan Xianghua memburu pedang Soul Edge

Soul Chronicle menceritakan kisah Kilik yang merupakan salah satu murid terbaik di sebuah perguruan bela diri, suatu malam terjadi kekacauan akibat para murid perguruan yang tiba-tiba mengamuk dan memiliki semacam kekuatan kegelapan, Kilik harus kehilangan teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudarinya sendiri saat itu, ia juga mendengar rumor kemunculan sebuah pedang terkutuk bernama Soul Edge yang dipegang oleh Nightmare. Kilik juga dikejutkan bahwa sebenarnya dalam dirinya tersimpan kekuatan kegelapan yang sama berbahayanya.

Saat itu ia pun membulatkan tekat untuk memburu Nightmare untuk menghancurkan Soul Edge demi mencegah terjadinya kekacauan dunia dan berharap kekuatan kegelapan yang tersimpan dalam tubuhnya tidak menimbulkan kekacauan yang sama.

Dalam perjalanannya, Kilik akan ditemani oleh Maxi dan Xianghua yang memiliki andil besar dalam perkembangan cerita. Mode Soul Chronicle ini juga memungkinkan kita bermain sebagai karakter lain dan menikmati cerita dari persepektif tiap karakternya.

Libra of Soul

Buat karakter utamamu sendiri

Libra of Soul merupakan sebuah mode cerita dimana kita akan diminta untuk membuat karakter original buatan kita sendiri dengan garis cerita yang sama dengan Soul Chronicle namun lebih mengeksplorasi kisah belakang layar dari apa yang terjadi di cerita utama.

Format gameplay-nya sendiri dibumbui dengan elemen RPG didalamnya, mode cerita ini akan menuntut kita bergerak dari satu titik point peta ke titik peta yang lain, di beberapa titik akan ada opsi untuk menentukan pilihan dengan jawaban yang akan menentukan jenis pertarungan seperti apa yang akan kita hadapi.

Libra of Soul menuntut kita bergerak dari satu titik point peta ke titik peta yang lain

Beberapa kondisi akan menuntut kita untuk mengambil satu di antara dua opsi yang ada, yaitu antara memilih jawaban yang merujuk ke jalan cahaya maupun kegelapan yang akan berpengaruh pada jalan cerita selanjutnya.

Setelah menyelesaikan pertarungan, kita akan mendapatkan experiece point untuk menaikan level karakter, senjata baru yang bisa digunakan, dan makanan yang nantinya bisa dikonsumsi untuk mendapatkan buff atau bonus tertentu. Kita juga akan mendapatkan Gold mata uang dalam game ini yang bisa kita gunakan untuk membeli senjata, armor, makanan atau bahkan ditukarkan dengan Soul Point (SP).

Format Cerita Dikemas Terlalu Jadul

What?

Sayangnya jalan cerita menarik dalam game ini harus ternodai dengan format yang dikemas terlalu jadul. Dalam Soul Chronicle sendiri alih-alih dihadirkan dengan format sinematik dengan visual Unreal Engine 4 ala Tekken 7, game ini malah mengemasnya dalam format gambar statis yang mengharuskan kita untuk mengimajinasikan setiap peristiwanya sendiri.

Penceritaannya kini menggunakan gaya visual novel yang diperkaya sulih suara, ilustrasi serta latar belakang untuk memperkuat narasinya namun tetap saja sulit untuk merasakan peristiwa penting yang terjadi pada tiap karakternya.

Sulit untuk merasakan emosi yang dirasakan tokoh utama ketika ada karakter yang harus meregang nyawa

Rasanya sulit untuk merasakan emosi yang dirasakan tokoh utama ketika ada beberapa karakter yang harus meregang nyawa. Walaupun ada beberapa momen mengunakan gaya cutscene senematik namun porsinya sangat sedikit.

Libra of Soul lebih parah lagi kita malah akan disuguhkan cerita dalam bentuk teks minim suara yang membuatnya sulit untuk dinikmati.

Libra of Soul terlalu mengandalkan bar percakapan yang kadang terlalu bertele-tele

Percakapan tiap karakternya pun kadang terasa panjang dan bertele-tele sehingga ada keinginan untuk langsung saja meloncat dari satu pertarungan ke pertarungan lainnya melewati setiap percakapan menggunakan fitur skip.

Visual Memukau

Visual memukau dengan implementasi Unreal Engine 4

Implementasi Unreal Engine 4 memang membuat game ini terasa cantik, indah, serta memukau dari segi visual. Detail tiap karakter dan stage-nya tampak begitu istimewa ditambah dengan efek partikel serangan yang terasa ditonjolkan memperkuat suasana gameplay yang ada.

Disertai efek kehancuran lingkungan

Ditambah dengan efek kehancuran yang bisa terjadi baik itu pada armor tiap karakternya maupun lingkungan sekitar ketika kita melancarkan serangan dengan damage yang kuat menambah sensasi imersif dalam game ini.

Sistem Pertarungan Seru

Soulcalibur VI bisa dikatakan sebagai salah satu game fighting dengan sistem pertarungan terseru yang pernah penulis mainkan. Terlihat jelas bahwa Bandai Namco memang berfokus memaksimalkan gameplay yang ada pada game ini.

Seperti yang penulis katakan diawal, game ini masih berfokus pada pertarungan senjata antar karakter, tidak semua karakter menggunakan pedang sebagai senjata utama, sehingga masing-masing karakter memiliki karakteristik serangan yang berbeda-beda, ada yang memiliki kombo lambat namun mampu menghasilkan damage yang besar begitupun sebaliknya. Pola serangan dibagi menjadi vertikal, horizantal, tendangan, dan bertahan. Ada juga Critical Edge yang merupakan serangan pamungkas tiap karakter dengan animasi sinematik saat dieksesusi.

Reversal Edge menghasilkan efek adu serangan dengan animasi keren

Namun serangan paling seru dalam game ini adalah Reversal Edge, dengan menekan satu tombol saja dua karakter akan saling melancarkan serangan secara bersamaan dengan gerakan lambat disertai animasi keren, siapa yang paling cepat dan tepat mengenai lawannya akan terkena damage besar yang mampu menghancurkan armor dan kostum lawan.