Thor: Ragnarok akhirnya resmi ditayangkan di Indonesia. Sebagai penggemar film-film superhero, kehadiran film Thor: Ragnarok menghadirkan kesenangan sekaligus khawatir bagi penulis. Kesenangan karena akhirnya film yang ditunggu-tunggu sudah bisa ditonton, khawatir karena takut film ini mengecewakan, seperti yang dialami oleh Iron Man 3. Namun akhirnya kekhawatiran tersebut hilang setelah menonton film nya.

Dibandingkan Thor: The Dark World, Thor: Ragnarok banyak menghadirkan elemen-elemen yang fun, baik dari visual, karakter, dialog, sampai humor yang cerdas. Soundtracknya pun sangat pas dengan kemasan keseluruhan yang ditampilkan oleh film ini, sehingga membuat penulis tidak ragu menyebut film ini merupakan film Thor terbaik dan film superhero Marvel terbaik setelah Captain America: Civil War.

Alur cerita tidak terburu-buru dan TERBANGUN DENGAN BAIK

Review Thor: Ragnarok

Film dengan durasi 130 menit ini berhasil memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, tidak bertele-tele, namun juga tidak terburu-buru. Kita benar-benar bisa mengerti jalan cerita yang ditawarkan, gampang dicerna dan mengalir begitu saja, sampai-sampai waktu 130 menit pun tidak terasa.

Bagi yang tidak menyukai film dengan alur cerita yang berbelit-belit, berat, dan gelap tidak perlu khawatir, karena Thor: Ragnarok jauh dari itu semua.

Thor: Ragnarok juga banyak memperkenalkan hal-hal baru tentang Asgard yang sebenarnya di masa lalu, selain juga petunjuk-petunjuk khas Marvel baik dari film sebelumnya maupun untuk film selanjutnya.

Visual dan soundtrack sangat bagus dan memanjakan mata

Review Thor: Ragnarok

Dunia kosmik dalam film Thor: Ragnarok begitu memanjakan mata. Visual effect yang megah, dipadukan coloring penuh warna (tidak gelap seperti film Thor sebelumnya) menambah kesan fun dan terlihat dunia dalam film ini lebih luas. Sakaar sebagai tempat dimana cerita banyak ditampilkan selain Asgard mampu memukau layaknya dunia dalam film Star Wars.

Visual yang penuh warna, tempat-tempat yang memukau, scene pertarungan yang epik, mampu dikolaborasikan dengan soundtrack yang sangat bagus. Ada kesan futuristik di soundtrack nya yang tentu saja pas dengan tema kosmik dan permainan warna yang dihadirkan Thor: Ragnarok ini.

Setiap karakter mempunyai porsi yang pas

Review Thor: Ragnarok

Dari trailer, kita bisa melihat pertarungan antara Thor dengan Hulk. Menurut penulis, pertarungan keduanya merupakan salah satu scene utama yang ingin dilihat oleh penonton. Dan ternyata memang benar, pertarungan keduanya memang salah satu scene terbaik di film ini.

Hulk di film ini tidak sekedar menjadi pelengkap cerita, namun memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap jalan cerita keseluruhan. Hulk mencuri perhatian dengan gaya bicaranya yang seperti ‘bayi besar’ dan kelakuannya yang diluar Bruce Banner ternyata mengundang tawa.

Begitu juga dengan Valkyrie yang badass nya dapet banget, Hela sebagai antagonis utama tampil kharismatik, sadis sekaligus seksi pada saat yang bersamaan, dan tentu saja Loki yang memang sudah menawan sejak awal kemunculannya di film Marvel sebelumnya.

Kehadiran Stan Lee sebagai ‘cameo wajib’ di film ini juga tidak sekedar cameo seperti di film-film Marvel sebelumnya. Stan Lee membawa dampak yang begitu terlihat terhadap Thor. Apa itu? Lebih baik kamu tonton filmnya.

Humor yang cerdas sepanjang film

Review Thor: Ragnarok

Dibandingkan dengan semua film Marvel yang pernah ada, rasanya Thor: Ragnarok merupakan film dengan humor terbanyak dalam satu film. Banyak nya humor di sepanjang film dijamin tidak akan membuat kamu boring, karena menyelipkan humor-humor yang yang fresh dan juga cerdas yang penulis sendiri tidak berhenti tertawa dan ingin menontonnya kembali.

Bahkan Bruce Banner yang di film-film Marvel sebelumnya ditampilkan sebagai seorang yang selalu serius, di film ini mampu membuat kita tertawa. Sisi lain dari Bruce Banner maupun dalam wujud Hulk yang mampu mencuri perhatian dengan humor-humor segarnya merupakan salah satu poin penting yang membuat film ini wajib untuk ditonton.

Satu-satunya yang mengganjal bagi penulis adalah kehadiran Doctor Strange. Walaupun berhasil membuat tertawa akan ulahnya terhadap Thor dan Loki dan membuka jalan pertemuan dengan Odin dan Hela, namun entah kenapa penulis merasa kehadirannya terasa tanggung. Tapi masih bisa dimaklumi mungkin sebagai perkenalan saja antara Doctor Strange sebagai ‘superhero baru’ dengan Thor anggota Avengers sejak lama.

Review Thor: Ragnarok

Mungkin bagi para penonton yang mengharapkan Thor yang lebih serius dan gelap akan sedikit kecewa dengan Thor yang ditampilkan oleh Taika Waititi di Thor: Ragnarok ini. Thor: Ragnarok jauh melewati dua film sebelumnya, sangat berbeda, lebih fun dan lebih ringan.

Thor: Ragnarok sudah bisa dibilang yang terbaik dari trilogi Thor. Visual yang memanjakan mata dan penuh warna diiringi soundtrack futuristik serta humor-humor yang cerdas dan segar membuat kamu tidak mempunyai alasan untuk tidak menonton film ini bahkan jika kamu bukan penggemar film superhero atau film-film Marvel sekalipun.