Bagi yang mengenal seberapa populernya Fate series—belum tentu kenal dengan Tsukihime. Novel visual ini adalah karya pertama dari developer bernama TYPE-MOON yang sangat sukses mengangkat Fate/Stay Night menjadi salah satu franchise tersukses sampai saat ini. Developer yang berangkat dari sekumpulan komunitas doujin ini pun sukses besar karena pundi-pundi yang mereka dapat dari hak cipta.

Ciri khas dari TYPE-MOON adalah adegan-adegan cerita yang banyak mengambil cuplikan ketika malam menjelang. Tak heran mereka mengambil kata “MOON” sebagai ikon nama. Cerita fantasi dengan perpaduan sihir, legenda, dan mitos pun diracik dengan begitu apik sehingga melahirkan perspektif baru yang siap dinikmati oleh penggemarnya.

Selain hal di atas, setiap cerita yang ditulis oleh penulis skenario utama mereka yang bernama Nasu Kinoko—selalu mempunyai korelasi dengan serial TYPE-MOON yang lain. Ya! TsukihimeFate/Stay NightKara no Kyoukai (Garden of Sinners), Tsuki no Sango, dan Mahou Tsukai no Yoru (Witch on the Holy Night) mempunyai korelasi cerita walaupun hanya sekedar minor. Semua karya tersebut terkadang disebut sebaga Nasuverse (Nasu Kinoko-Universe). Penulis yang satu ini sangat terinspirasi oleh episode pertama dari Neon Genesis Evangelion ketika ia masih di bangku SMA.

Perlu digarisbawahi, Tsukihime yang akan penulis bahas adalah versi novel visualnya—bukan versi anime-nya yang hanya mengadaptasi salah satu episode dari novel visual Tsukihime itu sendiri.

Langsung saja kita mulai ulasannya!

tsukihime

Judul: Tsukihime
Produksi: TYPE-MOON
Penerbit: TYPE-MOON, Mirror Moon (versi bahasa Inggris)
Penulis: Nasu Kinoko
Tahun rilis: 2000

Memasuki era milenium sebuah doujin circle bernama TYPE-MOON merakit novel visual berjudul Tsukihime. Kepopulerannya pun meledak di seluruh Jepang pada tahun itu. TYPE-MOON berhasil mempopulerkan cerita vampir dengan bumbu-bumbu modernisasi yang unik. Tema vampir kontemporer baru meledak di Amerika Serikat sekitar tahun 2005 ketika novel Twilight meledak dan popularitasnya mendunia hingga diangkat menjadi layar lebar.

Yang hebat dari TYPE-MOON adalah, selang 4 tahun setelah pembuatan Tsukihime, karya ke-2 mereka yang berjudul Fate/Stay Night mendapatkan respon positif dan popularitasnya meroket jauh dari karya mereka yang pertama. Konsisten membuat karya yang baik secara berturut-turut merupakan hal yang cukup sulit di dunia hiburan.

Sinopsis

Shiki Tohno mengalami kecelakaan tragis saat masih kecil, untungnya dia selamat. Setelah kecelakaan, pengelihatannya akan dunia berubah ketika sejauh ia memandang—dirinya selalu melihat garis hitam yang jika ia potong dengan menggunakan benda tajam, benda/makhluk hidup itupun langsung hancur seketika.

Hampir gila karena agnosia, tiba-tiba seorang perempuan muda datang dan memperkenalkan dirinya sebagai Aozaki Aoko. Perempuan yang mendaku sebagai penyihir tersebut pun kemudian akrab dengan Shiki yang selalu menyendiri di sebuah pohon dekat rumah sakit.

(Kredit: TYPE-MOON)

Setelah Shiki menghancurkan pohon dengan sebuah pisau buah (tentunya setelah menggoreskan pisau tersebut pada garis-garis hitam yang dia lihat), Aozaki Aoko pun memberikannya sebuah kacamata yang mampu menghilangkan pengelihatannya akan garis hitam tersebut jika dipakai.

Aozaki Aoko kemudian berpesan kepada Shiki untuk menggunakan kemampuannya untuk melindungi, bukan merusak. Setelah percakapan tersebut perempuan itu pun pergi dan menghilang. Sejak saat itu, mereka pun tidak pernah bertemu lagi.

Sekitar 8 tahun kemudian, Shiki pun tumbuh menjadi seorang pelajar yang menginjak bangku SMA. Singkat cerita, ia berpapasan dengan seorang gadis cantik berambut emas. Shiki pun tiba-tiba kehilangan kontrol atas tubuh dan pikirannya: dorongan yang tiba-tiba membuatnya ingin membunuh gadis tersebut.

Tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)

Setelah membuntutinya, dia pun membunuh dan memutilasi gadis itu menjadi tujuh belas bagian. Dipenuhi perasaan bersalah, Shiki yang setengah sadar saat membunuh gadis itu—pun kabur dari TKP.

Esok harinya, ketika Shiki sedang berangkat menuju sekolah—gadis yang kemarin ia bunuh ternyata sedang membuntutinya. Shiki pun lari terbirit-birit. Setelah kehabisan tenaga, ia pun terjebak di sebuah lorong buntu bersama dengan gadis itu.

Gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Arcueid tersebut pun marah karena pemuda itulah yang pertama kali bisa “membunuhnya”. Ternyata, gadis yang dibunuhnya mendaku sebagai seorang vampir. Dia berujar telah menghabiskan 80 persen tenaganya untuk bisa kembali bangkit dari kematian.

Gadis itu memberikan kompensasi untuk tidak membunuh Shiki dengan 1 syarat: membantunya untuk membasmi vampir yang meneror kota yang Shiki tinggali. Arcueid yang telah kehilangan lebih dari separuh tenaganya, tidak mampu untuk menghentikan teror yang ditebar oleh vampir-vampir lain.

Mengapa Arcueid memburu vampir lain padahal ia seorang vampir? Dorongan apakah yang membuat Shiki tidak bisa mengendalikan dirinya?

Karakter Utama

Shiki Tohno

Tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)

Pemuda yang berhasil selamat setelah pernah akrab dengan kematian ketika masih kecil. Setelah selamat dari kejadian tersebut, ia mendapat anugerah berupa mata mistik yang seharusnya hanya bisa dimiliki oleh ras vampir. Dengan Mystic Eyes of DeathPerception-nya, ia pun mencoba membereskan berbagai kejadian-kejadian supranatural yang sedang melanda. Bersama dengan pisau nanatsuyoru dan Mystic Eyes of DeathPerception, tidak ada benda atau makhluk yang tidak bisa ia “bunuh”.

Arcueid Brunestud

Tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)

Vampir dari golongan True Ancestor, dia dijuluki sebagai “The White Princess of the True Ancestor“. Tugas utamanya adalah memburu vampir dari golongan Dead Apostle. Perburuannya dalam mencari Dead Apostle harus tertunda karena Shiki Tohno “sempat membunuhnya”. Bila tidak sedang memburu vampir, dia bersikap layaknya gadis muda yang ramah dan cenderung polos. Vampir ini tidak pernah membunuh/menghisap manusia selama lebih dari 8000 tahun. Selalu antusias dengan rupa kebudayaan manusia.

Akiha Tohno

Tsukihime

Adik dari Shiki Tohno. Terpilih menjadi Kepala Keluarga dari Keluarga Besar Tohno setelah ayahnya yang bernama Makihisa Tohno meninggal. Dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui masa lalu dari Shiki Tohno namun mati-matian menutupinya dari Shiki. Mewarisi “darah iblis” dari ayahnya, ia bisa mengontrol api ketika bertransformasi ke fase “Vermilion”. Gadis ini sangat pandai menutupi perasaannya dengan memasang ekspresi wajah “tegas”.

Ciel

Tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)

Penyuka kari dan teh ala Jepang. Dia adalah senior Shiki Tohno di sekolahnya. Di balik semua identitas palsunya, ternyata dia adalah agen dari Burial Agency yang berafiliasi dengan Gereja. Tugas dari Burial Agency adalah memburu orang-orang yang dianggap “sesat” oleh Gereja, termasuk Dead Apostle.

Kohaku

Tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)

Pekerja Rumah Tangga di Keluarga Tohno. Dia dan adkinya—sejak kecil telah dididik untuk melayani Keluarga Tohno. Selalu tersenyum dan ceria di depan semua orang. Kohaku dan adiknya menyimpang rahasia tergelap dari Keluarga Tohno. Memiliki kemampuan yang bernama Synchronizer (memberikan transfusi energi melalui pertukaran cairan tubuh).

Hisui

Tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)

Adik dari Kohaku. Tugasnya adalah sebagai pelayan pribadi dari Shiki. Sikapnya selalu dingin dan datar. Sama seperti kakaknya, gadis ini memiliki kemampuan Synchronizer.

Sistem Permainan

Tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)

Layakna novel visual pada umumnya, Tsukihime menawarkan cerita bercabang yang perkembangannya ditentukan oleh keputusan yang pemain ambil saat memainkan permainan. Memiliki 9 ending dan 5 cerita utama berdasarkan tokoh perempuan utama.

tsukihime
(kredit: TYPE-MOON, Mirror Moon)

Saat dimainkan, kolom teks akan memenuhi bidang layar disertai lapisan illustrasi di belakang teks. Bila kalian merupakan penggemar novel visual keluaran TYPE-MOON mungkin kalian akan tahu bahwa ini merupakan salah satu ciri khas mereka.

Novel visual ini tidak memiliki Pengisi Suara dan ilustrasinya tergolong baik untuk zamannya (rilis pada tahun 2000). Ilustrasinya sendiri dikerjakan oleh Takeuchi Takashi (yang notabene merupakan ilustrator utama dari TYPE-MOON sampai hari ini). Jika kalian anggap karya beliau jelek, silahkan googling karya beliau di masa kini untuk menghilangkan rasa curiga kalian.

Terdapat konten seksual dalam novel ini. Tidak cocok dimainkan oleh seorang yang belum dewasa secara fisik dan mental.

Bila kalian menganggap Tsukihime semacam Novel Digital, tentunya tidak perlu mempersoalkan pengisi suara dan grafis bukan? Tentu cerita yang nomor satu! Ingat, umurnya sudah tidak muda lagi untuk ukuran novel visual.

Konsep Vampir dan Sihir

Roman yang satu ini menjadikan tema Vampir dan Sihir sebagai amunisi cerita. Yang membuat cerita ini Solid adalah Nasu yang matang memasak konsepnya dengan referensi-referensi dunia magis yang ia jadikan logika tersendiri di dalam novel visual ini.

Dia membuat hierarki vampir dengan begitu apik dan membagi vampir menjadi 2 golongan; True Ancestor dan Dead ApostleTrue Ancestor sendiri digambarkan sebagai kekuatan immaterial dari Bulan yang mematerialisasikan dirinya sebagai entitas bernama vampir demi melindungi Bumi dari kerusakan yang diciptakan manusia. Sedangkan Dead Apostle digambarkan sebagai manusia yang berubah menjadi vampir akibat mempraktekan sihir terlarang ataupun terkena gigitan dari True Ancestor yang korup.

True Ancestor tidak akan mati bila tidak meminum darah manusia. Vampir tipe ini pun bisa berjalan di siang hari layaknya manusia biasa. Yang membuatnya berbeda dari manusia, mereka mempunyai mata mistik dan juga kemampuan bernama MarblePhantasm (kemampuan menyatukan diri bersama realitas dan kemudian memanipulasi realitas tersebut sesuai dengan keinginan pengguna).

Dead Apostle membutuhkan darah manusia untuk meregenerasi sel-sel di tubuhnya, bila menolak—ia pun akan mati. Vampir jenis ini pun akan mati bila terkena sinar matahari. Sama seperti True Ancestor, mereka memiliki mata mistik. Sebagian dari mereka yang menjadi vampir dengan sihir memiliki kemampuan bernama RealityMarble (kemampuan mematerialisasi keinginan di dalam diri menjadi kenyataan, berbeda dengan Marble Phantasm, pengguna tidak menyatu dengan dunia untuk menghadirkan realitas ini). Kalau kalian penggemar Fate/Stay NightUnlimited Blade Works milik Emiya Shirou termasuk dalam golongan Reality Marble.

Korelasi dan Kemiripan dengan ‘Nasuverse’

Bila dilihat dari visual, Saber (F/SN) mirip dengan Arcueid dan Tohsaka Rin (F/SN) mirip dengan Akiha Tohno. Sifat mereka pun ada sebagian yang sama dan ada pula yang berbeda. “Nasib buruk” Matou Sakura (F/SN) bisa disamakan dengan “nasib buruk” dari kehidupan Kohaku dan Hisui.

Cerita masa lalu dari Aozaki Aoko sang Penyihir Biru dan penguasa Fifth Magic akan diceritakan lebih utuh di novel visual berjudul Mahou Tsukai no Yoru (2012). Dalam Tsukihime, ketika Arcueid dan Shiki membahas tentang Aozaki—-terkesan bahwa Arcueid agak ketakutan dan tidak mau berurusan dengannya.

Mystic Eyes of Death Perception juga dimiliki oleh protagonis dari anime berjudul Karano Kyoukai (Garden of Sinners) yang bernama Ryougi Shiki.

Cerita Tsukihime diadaptasi oleh TYPE-MOON dan Watanabe Productions menjadi gim fighting dengan judul Melty Blood. Gelaran kompetitifnya sempat populer di Amerika Serikat dan Jepang.

Kesimpulan dan Penutup

Bagi yang menyukai fate series dan bosan dengan relasi Master/Servant yang terlalu banyak macamnya, adaptasinya, dan penulisnya—bisa mencoba membaca novel visual yang satu ini sebagai pembuka untuk lebih memahami karya Nasu Kinoko dengan lebih utuh.

Dengan mengetahui lebih banyak karya dari Nasu Kinoko yang bermacam-macam, mudah-mudahan kita tidak lagi bosan. Tsukihime yang menjadi tonggak awal kesuksesan TYPE-MOON, bisa kita jadikan pembuka untuk memahami karya-karya dari developer yang satu ini.

Penulis akan menutup artikel ini dengan gambar dari novel visual Tsukihime yang akan di-remake. Sampai saat artikel ini ditulis, status dari novel visual ini masih TBA alias to be announced (akan diumumkan). Kapan waktunya? Kita tunggu saja.

tsukihime
(kredit: TYPE-MOON)