Untouchable adalah serial drama korea yang baru-baru ini khatam alias selesai tayang. Drama Korea yang tentunya dari Korea Selatan karena Korea Utara menjadi sarangnya kediktatoran sehingga kemungkinannya tipis untuk berkreasi di negara tersebut. Untouchable berani menampilkan sesuatu yang beda di antara belantara judul drama Korea yang pernah dan akan ada.

Ketika terbesit tentang drama Korea atau yang dalam akronim Indonesia akrab disebut drakor, ingatan kita kerap terpelanting tentang serial drama yang digemari remaja perempuan atau ibu-ibu yang gemar menonton karena aktor-aktornya yang “ganteng” dalam estetika dandanan penyanyi K-pop.

Kalau laki-laki yang nonton drakor, stereotipe yang melekat adalah mereka memburu wajah-wajah oriental yang cantik, mulus, dan tentunya putih. Karena putih itu cantik menurut produk pemutih. Ketertarikan menonton bisa jadi karena mereka penyanyi K-pop atau pun aktris dari reality show Korea yang memang sudah banyak basis fansnya.

Ceritanya pun kerap seputar cinta, perselingkuhan, kehidupan keluarga dan juga seks. Jangan lupa bumbu si kaya dan si miskin yang dirakit sedemikian rupa dan diterima penontonnya dengan lapang dada. Tidak seperti sinetron yang kurang matang merakit stereotipe itu sehingga kurang bisa diterima kaum muda bin jaman now.

Adegan Oppa-Oppa-an, Saranghaeyo, dan sarang burung pun kadang tersaji sampai terlalu hiperbola alias berlebihan dan kerap merusak alur cerita. Tidak lupa, rentetan drakor yang diadaptasi dari manhwamanga bahkan J-Dorama pun kerap hadir meramaikan bursa drama Korea.

Dari semua subjektifitas di atas, Virtual Verbal akan mengulas secara ringkas tentang Untouchable yang boleh jadi telah mengaburkan semua keluhan-keluhan di atas.

Berkenalan dengan Untouchable

Untouchable merupakan drakor yang tayang mulai tanggal 24 November 2017 dan berakhir pada tanggal 20 Januari 2018. Tayang sebanyak 2 episode per minggu, dan hanya vakum selama sepekan akibat perayaan Tahun Baru Masehi.

Untouchable
(hancinema.net)

Untouchable disutradarai oleh Jo Nam-gook (조남국), yang telah aktif menyutradarai serial drama sejak tahun 2007. Drakor ini didukung oleh salah satu perusahaan broadcasting Korea bernama JTBC.

Narasi dan gagasan besar yang diusung Untouchable-lah yang membuat drakor ini menarik. Yaitu sebuah kompleksitas dari berlapis-lapisnya realitas pada salah satu kota di Korea Selatan bernama Bookchun atau bisa dilafalkan sebagai Bukcheon.

Rahasia tergelap dari kota ini pun kerap terlewatkan oleh para penduduknya. Rahasia bahwa pemimpin dari kota mereka adalah seorang Diktator keji yang tak segan membunuh siapa pun atas nama pembangunan dan kesejahteraan.

Sinopsis

Jang Joon-seo (diperankan oleh Jin Goo) merupakan seorang detektif yang mempunyai sejarah panjang dengan kota Bukcheon. Karena beberapa masalah dengan keluarganya, dia memilih untuk menjalani kehidupan di luar kota bersama dengan istrinya Yoon Jeong-hye (diperankan oleh Kyung Soo-jin).

Untouchable
(Aksi Jin-Goo saat memerankan Joon-seo, sumber: hancinema.net)

Hingga pada suatu waktu, Joon-seo mengetahui bahwa Jeong-hye akhirnya dibunuh di Bukcheon. Menurut keterangan dari beberapa detektif Bukcheon, Jeong-hye dibunuh karena mengetahui motif besar perihal kematian ayahnya yang juga seorang detektif.

Disinyalir, orang-orang berkuasa di Bukcheon turut andil dalam pembunuhan Jeong-hye beserta ayahnya. Hal inilah yang menuntut Joon-seo kembali ke kota kelahirannya. Detektif yang menggenggam dendam dan mengetahui bahwa apabila ini ada hubungannya dengan penguasa Bukcheon, berarti keluarga Jang alias keluarga dari Jang Joon-seo sendirilah yang ikut berkontribusi dalam kematian istrinya.

Jang Boem-ho (diperankan oleh Park Geun-hyung) merupakan walikota terpilih di kota Bukcheon. Keluarga Jang sudah mendominasi pemilihan umum di kota itu selama beberapa generasi. Semacam dinasti yang mungkin bisa disamakan dengan skandal penyalahgunaan kekuasaan yang pernah terjadi di Banten belakangan ini, bahkan seabad setelah Multatuli menuntut keadilan hadir di Banten.

Dengan kepercayaan pemilih yang telah bertransformasi menjadi massa mengambang, Jang Boem-ho menjalankan kekuasaannya dengan serangkaian teror dan pencitraan. Dia mengontrol salah satu sekolah swasta favorit untuk menjadikan calon-calon pemimpin Bukcheon sebagai pendukung setianya.

Sekolah tersebut mendapat citra positif karena alumnusnya adalah salah satu mantan presiden Korea Selatan bernama Goo Yong-chan (diperankan oleh Choi Jong-won). Putri dari Goo Yong-chan bernama Goo Ja-kyeong (diperankan oleh Goo Joon-hee) pun menikah dengan putra Jang Boem-ho yang juga merupakan kakak kandung dari Joon-seo yang bernama Jang Gi-seo (diperankan oleh Kim Sung-kyun).

Gi-seo dipersiapkan oleh ayahnya sebagai generasi penerus dari pemimpin dinasti di Bukcheon. Hidupnya ibarat boneka yang terus hidup di bawah bayang-bayang dari ekspektasi dan ambisi besar ayahnya.

Cerita pun mulai memasuki babak yang penuh dengan ketegangan ketika Joon-seo mencoba mengobrak-abrik kejahatan sistematis yang telah bercokol lama di Bukcheon. Ironisnya, ia harus mengahadapi ayah dan kakak kandungnya untuk membuka tabir tersebut.

Niat awal Joon-seo bukan atas nama keadilan, tapi dendam yang teramat dalam kepada orang-orang yang merampas istri yang ia cintai. Petualangan berbahaya Joon-seo pun akan ditemani oleh beberapa detektif yang kehidupannya turut dirampas oleh keluarga Jang. Ditambah dengan seorang kehadiran jaksa cantik bernama Seo I-ra (diperankan oleh Jung Eun-ji).

Untouchable
(Aksi Jung Eun-ji saat memerankan Seo I-ra, sumber: hancinema.net)

Menarik karena Racikan Konflik

Untouchable tergolong drakor yang cukup gamblang membuka tabir realita. Kenapa realita? Karena drakor ini cukup berani membuka sekian banyak rahasia umum perihal kelicikan yang kerap terjadi di lingkaran para penguasa.

Untouchable
(hancinema.net)

Kelicikan dalam suasana elektoral, pemanfaatan kekuasaan demi kepentingan segelintir individu, kontrol atas media-media arus utama, institusi pelindung masyarakat berubah menjadi penjahat, pengorganisiran para pesakitan menjadi semacam paramiliter pun dipotret secara gemilang dan cukup rapih sehingga setidaknya kalau drakor ini dibilang fiksi tapi konflik-konflik dari kebusukan para pemimimpin dalam Untouchable terlihat dan mengalir bagai serpihan kenyataan yang terkadang kita temukan di berbagai belahan dunia.

Jang Boem-ho, ibarat penjelmaan iblis di muka bumi. Walikota yang terlihat mengidap megalomania dan hampir tak tersentuh oleh hukum. Drakor ini ibarat ingin mengisyaratkan, mungkin apabila anak kandungnya yang bernama Joon-seo tidak bertindak, kejahatan ayahnya akan semakin membusuk dan beregenerasi.

Pahlawan tidak hadir dari kesadaran kolektif rakyat dan pengorganisiran kewarasan, melainkan dari putra si diktator yang ingin membalaskan dendam pada kenyataan. Para tokohnya yang peduli akan hukum, berasal dari minoritas kawanan yang memiliki akses terhadap hukum.

Seo I-ra si jaksa cantik pun, terlukiskan seakan tidak akan turut campur pada masalah Joon-seo dan Bukcheon apabila pria yang satu ini tidak membuatnya “tertarik”. Empati yang melahirkan cinta, pengorbanan yang lantas kemudian melahirkan rasa keadilan.

Mungkin, Untouchable ingin memberitahukan jika sang protagonisnya seorang mahasiswa atau ketua serikat buruh, dia sudah tewas tidak berbekas di awal atau pertengahan episode.

Untouchable seakan ingin mengangkat tema-tema mengenai kemanusiaan dan keadilan melalui serial drama. Tema-tema seperti ini bukan barang baru di dunia layar lebar Korea Selatan. Contoh film layar lebar seperti Hanbando alias Korean Peninsula (2006) atau Ya-soo alias Running Wild (2005) kurang lebih memiliki gagasan besar yang sama seperti Untouchable. Bedanya, tema-tema seperti ini masih jarang dalam bentuk drakor.

Sedikit Perbandingan Fakta 

Penulis memang kurang akrab dengan Twice atau Big Bang. Penulis adalah penggemar kultur Korea Selatan pada awal milenium yang lebih kental dengan S.E.S, Baby Vox, atau Fly to the Sky. Tapi, penulis sedikit tahu perihal Korea Selatan, terlebih mengenai kediktatoran.

9 Maret 2017, Korea Selatan berhasil mengakhiri masa kediktatoran Park Geun-hye. Dia terpilih pada 19 Desember 2012. Park Geun-hye merupakan anak dari mantan seorang diktator Korea Selatan bernama Park Chung-hee.

Untouchable
(Demonstarasi rakyat Korea Selatan menuntut turunnya Park Geun-hye, sumber: sbs.com.au)

Kondisi penderitaan rakyat Korea Selatan di bawah Park Geun-hye terilustrasikan dengan cukup baik di artikel racikan Azhar Irfansyah (2017). Dalam artikel itu, terlukiskan bagaimana kaum muda yang makin keranjingan alkohol dan bunuh diri, bagaimana Geun-hye mendalangi nepotisme pada institusi pendidikan bernama EHWA Women University, sampai bagaimana tabiat brutal polisi di bawah kekuasaan Geun-hye yang berujung pada kematian seorang aktivis.

Tabiat-tabiat diktator ala Geun-hye, kurang lebih dapat dirasakan dalam drakor Untouchable. Yang membedakannya, Geun-hye dilengserkan oleh rakyat, sedangkan Jang Boem-ho dibuat goyah oleh? Mungkin bisa kalian tonton sendiri untuk lebih lengkapnya.

Mungkin bagi sebagian orang, termasuk penulis, Untouchable pun sedikit mengingatkan tentang suramnya masa kekuasaan Orde Baru.

Sudah saatnya, drama Korea tidak hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang lebih mementingkan simbol-simbol perempuan cantik dan laki-laki ganteng sebagai garda terdepannya. Sudah saatnya, drama Korea bukan ajang pairing sehingga aktor ini bisa ciuman dengan aktris itu.

Sudah saatnya, drama korea juga bisa dijadikan ajang refleksi dari segelintir contoh akan kejamnya peradaban.