Kemesraan dengan Counter-Strike tidak berhenti sampai di situ. Gim ini telah mengajarkan beberapa generasi bahwa ketika kamu memegang pisau, larimu akan lebih cepat dari sebelumnya. Selain itu, mungkin menaiki kepala manusia tanpa kehilangan keseimbangan juga bisa digolongkan sebagai logika dalam gim ini. [1]

Counter
(reddit)
Counter
(YouTube)

Ya, logika konyol yang mungkin hanya akan kita temukan ketika bermain Counter-Strike. Terkadang, logika dalam gim macam dapat berlari cepat ketika memegang pisaudibutuhkan agar kita dapat membedakan antara dunia nyata dan dunia gim.

Transisi

Menginjak kelas 5, kami exodus dari PUTRI CANTIK ke sebuah warnet yang lebih modern dan mumpuni bernama VIP. Tempat ini terletak di Jalan Braga. Dipersenjatai desain kontemporer, komputer yang terlihat baru, bangku yang empuk, serta harga yang terjangkau untuk kantong pelajarVIP menjadi warnet yang layak untuk perpindahan kami.

Seingat saya, ada sekitar 50 unit komputer siap pakai di VIP. Tetap dengan sistem LAN, dan mayoritasnya tetap dipakai bermain Counter-Strike. Kali ini, banyak orang-orang dari komunitas etnis Tionghoa yang bermain. Entah status mereka pelajar atau mahasiswa, yang jelas mereka cukup piawai memainkan Counter-Strike.

Pengalaman baru yang kami dapat dari VIP adalahtempat ini menyediakan sistem statistik pasca bermain Counter-Strike. Dengan adanya sistem statistik, pemain dapat melihat komparasi kemampuan mereka pasca bermain seperti: tingkat akurasi tembakan, jumlah kill/death, senjata yang sering dipakai, dll. Dari statistik tersebut pun lahir peringkat/rankings dari pemain yang tingkatan peringkatnya ditentukan oleh banyaknya kill/death dari individu pemain.

Statistiklah yang memicu kami bermain sebaik mungkin, selama mungkin, dan semenang mungkin di VIP. Demi peringkat semu, yang sempat kami anggap nilainya mungkin melebihi peringkat kelas. Apa yang kami lihat saat membuka tabel statistik di VIP? Para anggota Meteor Garden yang bercokol di peringkat tertinggi dari statistik.

[F4] Dào Míng Sì biasa dibaca: Tomingse, Huā [F4] Zé Lèi biasa dibaca: Hua Ce Lei, [F4] Xī Mén biasa dibaca: Siemen, dan [F4] Měi Zuò bisa dibaca: Mi Cuo adalah nama-nama in game name yang bertengger di papan atas tabel peringkat jagoan CS di VIP.

Nampaknya mereka-mereka itu tergabung dalam klan dengan IGN yang terinspirasi dari serial drama Taiwan yang memang akan booming di Indonesia. Akan booming, karena seingat saya mereka telah menggunakan IGN tersebut sebelum Meteor Garden membombardir layar televisi Indonesia.

Semenjak saat itulah, kami mengenal istilah klan/clan di Counter-Strike. Ya, sekumpulan kelompok bermain yang selalu satu tim ketika bermain. Mereka bekerjasama untuk mendominasi statistik dalam permainan LAN agar terus bercokol di peringkat atas.

Kami pun mencoba berhenti bergonta-ganti nama, karena kala itudata dalam statistik akan terkumpul ketika seorang pemain stagnan dalam memilih IGN, dengan IGN yang tetap, data pun akan terkumpul seiring dengan menjulangnya frekuensi bermain.

IGN yang saya pakai pun menjadi tunggal: Cyborg Kuroch@n. Nama tersebut saya ambil dari salah satu anime yang bercerita tentang kucing cyborg berlengan senapan mesin. Teman saya, sebut saja P memilih nama Stupid Inv@ders yang diambil dari salah satu gim PlayStation berjudul Stupid Invaders.

Ada yang unik dan mungkin tidak patut dicontoh. Salah satu teman saya yang tidak bakal saya sebutkan meskipun sekedar inisialmemilih nama yang cukup ofensif dalam lingkungan bermain yang multietnis. IGN yang menyinggung salah satu etnis dan agama yang tidak mungkin akan saya sebutkan apa nama IGN-nya.

Ya, isu SARA adalah hal yang tidak asing di belantara gim. Perundungan bermotifkan SARA pastinya pernah menjadi salah satu fase yang dialami para pemain gim, khususnya gim multiplayer. Ada yang tobat, ada yang masih menggeliat. Lebih berbahaya dari isu yang dilemparkan oleh Saracen atau para fasis digital, baik yang bertopeng puritan atau yang non-puritan.

Untungnya hal tersebut tidak menyebabkan konflik fisik. Walau pun kami bocah SD. Kami menyarankan agar teman kami tidak menggunakan IGN yang bermuatan adu domba macam itu. Teman saya pun akhirnya hanya menggunakan IGN itu sekali. Yang saya ingat, pesan sosial Acong, Sitorus, Joko yang populer kala itu adalah yang membuat kami sadar bahwa perbuatan tersebut salah.

Jelajah Warnet

VIP bukanlah satu-satunya tempat yang kami kunjungi. Dari titik berangkat ini, kami pun mulai menyebar untuk merasakan sensasi bermain LAN di warnet-warnet sekitaran kota Bandung. Kami pun mulai bermain menyebar, perorangan.

Tujuan dari bermain secara perorangan adalah berbagi pengalaman agar mengetahui di warnet mana yang pemainnya jago, warnet mana yang murah dan nyaman, dsb. Dari usaha tersebut, kami menemukan beberapa warnet yang menarik semisal Octagon, Commando, Boston, Astoria, dan Cafe Milan.

Dari petualangan inilah, kami berhasil menemukan tumpukan terminologi mutan yang berlaku di Bandung, terutama perihal senjata. Rifle Schmidt Scout berubah panggilan menjadi Pestol Manuk (bahasa Sunda: pistol burung), UMP-45 berubah panggilan menjadi Senjata Bedol Desa, dan yang paling vulgar adalah shotgun jenis Leone 12 Gauge alias M3 berubah panggilan menjadi Shotgun Coli (Bahasa Sunda yang berasosiasi pada mastrubasi).

Shotgun Coli! Gaes! Mungkin karena shotgun yang musti dikokang itu akan membuat imajinasi liar para pemain tiba pada genggaman tangan pada phallus saat onani. Istilah yang satu ini kerap mendarah daging, pada apapun gim first person shooter yang dimainkan. Mau itu Point Blank atau PUBG.

Sayangnya, permainan kami hanya sebatas tembak-tembakan. Tidak terbesit niat untuk mencoba masuk ke ranah pertandingan yang sering diadakan oleh warnet-warnet lokal. Streaming video perihal pemain-pemain CS profesional pun masih cukup sulit diakses kala itu.

Lagipula, istilah esports pun belum lahir pada masa itu. Gim hanya memiliki padanan kata negatif yang sisi-sisi positifnya masih terkungkung atau terselubung jauh bila dibandingkan dengan dampak negatifnya.

Akhir dari Seragam Putih Merah

Kelas 6, kami berhenti bermain Counter-Strike. Ujian Akhir Nasional (jaman now bernama Ujian Nasional) adalah kewajiban yang harus kami lakoni pada tingkat ini. Semua usaha kami menari di atas ruwetnya soal-soal pelajaran selama 6 tahun akan ditentukan oleh Ujian Nasional.

Tidak ada lagi mengejar statistik, yang kami kejar sekarang adalah sekolah favorit. Alhasil, saya berhasil lulus ke salah satu SMP favorit di Bandung, murni, tanpa harus mutasi. [2]

Sip, bisa main CS lagi!

Bersambung ke bagian terakhir


[1] Di dalam permainan Counter-Strike, langkah karaktermu akan melangkah lebih cepat ketika mengganti senjata ke mode pisau. Bila kamu menenteng senjata berjenis Rifle atau Sub-machine gun, langkahmu akan lebih berat jika dibandingkan dengan menenteng pisau.

[2] Mutasi ke sekolah favorit adalah sebuah rahasia umum di lingkaran pelajar Bandung. Mutasi yang dimaksud di sini adalah pelajar lokal Bandung pindah ke sekolah yang tetap saja di Bandung, namun memiliki predikat sekolah favorit. Maharnya tentu saja “macam-macam”.