Pernahkah kalian melihat atau mendengar sebuah rekor? Entah itu rekor dalam olah raga, memakan pizza dalam waktu tertentu, atau bahkan rekor ukuran labu yang dipanen di kebun? Ya, manusia memang menginginkan untuk menjadi yang terhebat, insting kompetitif yang dimiliki manusia sejak zaman dahulu masih bertahan hingga saat ini. Dan terkadang, manusia rela berjuang mati-matian untuk mendapatkan rekor yang paling hebat, selain kebanggaan diri sendiri, juga menjadi ajang pembuktian bagi khalayak umum. Salah satu ajang pemecahan rekor modern dalam video game adalah Speedrunning.

Speedrunning adalah salah ajang pemecahan rekor yang dibuat oleh gamer, dilakukan oleh gamer, dan untuk komunitas gamer itu sendiri. Pada sejarahnya, kegiatan speedrunning ini diawali dari gameDoom” buatan id Software yang saat itu sedang booming di tahun 1993. Pada saat itu, para pemain Doom dapat merekam jejak permainannya dan mengunggahnya pada situs ‘Doom Honorific Titles” atau DHT yang menjadi pencetus speedrunning yang serius dan kompetitif. Setelah saat-saat itu, speedrunning hampir dilakukan pada semua game dengan peraturan dan jenis yang ditentukan oleh kesepakatan para gamer.

Pada dasarnya, speedrunning dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

  1. Any%, atau penyelesaian tercepat. terkadang dilakukan dengan memanfaatkan “glitch” atau “bug” untuk melewati bagian game tertentu, atau trik yang dapat diaplikasikan untuk menghemat waktu penyelesaian game.
  2. 100%, atau penyelesaian penuh. Pemain diharuskan menyelesaikan seluruh isi game beserta rahasia dan barang koleksi sampai penuh. Terkadang pada jenis ini, pemain menyelesaikan permainan dengan penghitung on-game seperti pada serial Metroid yang terpampang jelas pada hasil akhir permainan, atau game lain yang memiliki deskripsi 100% yang ditentukan oleh komunitas. Kategori ini adalah yang paling umum dan paling populer di kalangan speedrunner.
  3. Low%, atau penyelesaian minimalis, dimana pemain diharuskan mengambil barang atau upgrade pada game dengan tingkat seminimal mungkin untuk menyelesaikan permainan. Kategori ini memang jarang atau tidak diadakan dibanyak judul game karena biasanya sudah termasuk pada kategori Any% atau memang jenis permainan yang tidak memungkinkan.

Game yang paling banyak penyelenggaraan speedrunning adalah game berjenis adventure, karena progresi game-nya dapat terlihat dengan jelas. Franchise Metroid, Super Mario, dan Legend of Zelda menjadi game yang paling laris dalam ajang speedrunning.

Speedrunning untuk Kemanusiaan

Selain untuk kebanggaan, komunitas gamer juga mengadakan acara speedrunning tahunan yang bertajuk Games Done Quick. Acara ini pertama kali diadakan pada 1 Januari 2010 yang bertajuk “Classic Games Done Quick” dimana pada acara tersebut dikhususkan untuk game tahun 90’an dimana zaman Doom, Quake, dan game klasik lainnya dimainkan dengan waktu tercepat. Setelahnya, diadakan acara ini meskipun tanpa tema yang spesifik dan memiliki cakupan game yang lebih luas.

Pada acara Games Done Quick, para Speedrunner menunjukan kemampuannya dalam menyelesaikan game tersebut, dan komunitas gamer lainnya atau penonton dapat mendonasikan hartanya bagi yayasan amal kemanusiaan terkait dengan kesehatan, keselamatan hewan, dan juga bantuan bencana alam. Sehingga komunitas gamer dapat berguna bagi kemanusiaan dengan melakukan hobinya. VFriend bisa mengakses situs resmi Games Done Quick disini. Gaming Unite Us All, see you next time!