Pernah mendengar mengenai Syndicate Gaming Community? Bagi kalian warga Bandung, maupun gamer turis yang sedang main ke Bandung nampaknya patut untuk mencoba tempat ini nih! Berikut ini adalah rangkuman yang tim redaksi Virtual Verbal temukan mengenai warnet yang cukup baru namun menjanjikan ini.

Warnet, Cyber Cafe, maupun iCafe, berbagai istilah mulai dari yang akrab, sampai yang tidak akrab kerap digunakan untuk mendeskripsikan tempat yang dipenuhi dengan puluhan hingga ratusan unit komputer desktop, dan beramunisikan puluhan video game yang dapat dimainkan oleh para penyewanya.

Intinya, bermain video game di tempat umum yang dilengkapi dengan keragaman fasilitas penunjang yang disiapkan untuk para konsumen. Kenyamanan konsumen adalah hal krusial yang membuat para pelanggan betah dan niscaya akan kembali bila pelayanan yang diberikan memuasakan.

Biasanya video game yang dimainkan di warnet adalah permainan-permainan yang membutuhkan dukungan koneksi internet sebagai fasilitas penunjangnnya. Video game berjenis MMORPG, FPS, dan MOBA, kerap dijadikan permainan yang sering dimainkan oleh para pengguna fasilitas warnet.

Naiknya fase tren tentang eSports membikin beberapa warnet berlomba untuk memberikan fasilitas yang cukup premium dengan maksud dan tujuan adalah memberikan standarisasi peripheral gaming yang mumpuni untuk berkompetisi. Syndicate adalah salah satu tempatnya.

Syndicate Gaming

Syndicate bekerjasama dengan salah satu brand cyber cafe yang telah berdiri selama 16 tahun asal Bandung yaitu DigiGames. Warnet yang beralamat di Taman Kopo Indah 2 Blok 2A No.32, Margasih, Bandung ini sudah mengadakan turnamen besar sekelas kualifikasi ROG Masters setelah launching sekitar 3 minggu.

Menurut Jefri, selaku perwakilan dari Syndicate Gaming Community, beliau butuh waktu sekitar 1 tahun untuk menyelesaikan konsep dari warnet Syndicate. Semua produk-produk yang dipakai di warnet ini memiliki standarisasi tersendiri, dan dilengkapi hardware ASUS yang telah terkenal sebagai salah satu produsen yang mengkhususkan produknya untuk memberikan pengalaman yang lebih pada para gamer dalam skala dunia.

Syndicate Gaming

Konsep yang matang, dukungan dari berbagai kalangan profesional, telah membuat Syndicate mendapatkan kepercayaan sebagai tempat penyelengaraan ROG Masters Bandung Qualifier 2017 yang berjalan dengan cukup seru, serta didukung dengan hadirnya berbagai quiz dan games bagi para pengguna sosial media.

Jefri pun menambahkan, bahwa beliau memiliki harapan, dan konsep besar yang ingin ia realisasikan melalui Syndicate. Jefri ingin sekali membangun sebuah warnet yang memiliki suasana bagai di rumah, namun dengan berbagai fasilitas penunjang yang masih tetap mendukung para pemain untuk merasakan sensasi bermain video game dengan peripheral gaming yang tersegmentasi untuk ranah eSports.

Jefri, mempunyai konsep seperti itu karena ia menjadikan pengalaman masa lalunya sebagai salah satu konsumen warnet. Ia merasakan bahwa ia tidak lagi betah bermain di warnet, sehingga memutuskan untuk bermain di rumah karena beranggapan meskipun di warnet kita bisa bersosialisasi dengan kawan-kawan yang satu hobi, namun terkadang ada beberapa prakondisi yang membuat konsumen tidak betah dengan suasana warnet.

Selain itu, Jefri pun ingin sekali berkontribusi untuk mengembangkan Syndicate menjadi tim eSports yang bisa berkompetisi, minimal di ranah lokal Indonesia. Beliau mengklaim dirinya seorang idealis yang ingin selalu membangun sesuatu dari nol, begitu juga tim eSports. Ia berencana untuk mencari pemain-pemain lokal yang benar-benar belum terkenal namun memiliki potensi yang besar untuk kemajuan eSports Indonesia.

Berbicara masalah eSports, beliau menambahkan bahwa para pemain eSports di Indonesia masih memiliki tingkat ego yang cukup tinggi. Hal ini akan cukup untuk menjadi bumerang dalam hal mengasah bakat dan potensi, karena bila ego itu tetap membatu, sang pemain hanya fokus untuk terus mencari kesalahan orang lain dan keadaan, tanpa pernah berkaca untuk terus mengevaluasi diri sendiri.

Contoh sehari-harinya mungkin dapat kita lihat dari semesta Dota 2 Asia Tenggara yang notabene dipenuhi dengan umpatan, kutukan kepada pemain lain, tanpa pernah mau berkaca apakah juga sang pemain itu sempurna dalam bermain permainan yang memang harus dimainkan secara berlima tersebut.

Kami berharap Syndicate Gaming Community dapat terus merakit impian-impian yang mudah-mudahan dapat menaikan iklim kompetisi eSports, khususnya di Indonesia agar bisa bersaing dalam skala Internasional secara lebih terbuka. Bagi kalian yang penasaran dan kebetulan dekat dengan lokasi, mengapa tidak segera mencoba sendiri sensasi yang akan Syndicate Gaming Community berikan?