Blizzard, belum lama ini telah merilis sebuah game ternama yang cukup mendunia bergenre hero shooter bernama Overwatch. Sebuah game yang memiliki banyak mode, selain bermain secara casual,  kita bisa menikmati Overwatch untuk menjajal ranah kompetitif (Match Making Ranking). Tak terlepas dari pemain-pemain yang menonjolkan egonya seringkali membuat pemain kesal. Singkatnya itulah yang mendorong kami untuk membuat sebuah artikel berjudul Saya vs Tim Saya.

Overwatch, Fps

Pemain ‘Overwatch’ yang Egois

Dalam Overwatch terdapat opsi Training, Costume, Play With AI, dan QuickPlay yang bisa kalian pakai untuk berlatih Hero sesuka kalian dan mengenal beberapa map yang akan kalian pakai untuk bertempur satu sama lain. Mode kompetitif menjadi sangat sensitif bagi sebagian orang yang memiliki ambisi sangat kuat untuk mencapai rank teratas. Kerap kali kita jumpai, banyak pemain di mode kompetitif yang ‘sesuka jidat’-nya aja milih hero, bener gak ? Komposisi ideal yang lazim kita ketahui untuk berkompetisi adalah memiliki dua tanker, dua carry dan dua support atau healer. Ada undang-undang tak tertulis atau budaya yang secara begitu saja melekat di game ini. Jika kalian melanggar peraturan tak tertulis itu, sering kali anggota dari tim kalian akan memaki, mencerca, bahkan melaporkan id kalian. ‘Bener atau benerrr’ ?

Inilah sebuah kenyataan pahit yang mungkin sebagian dari kalian alami. Sesosok pemain yang egois, tidak berusaha berpikir akan komposisi dalam sebuah tim yang solid dan hanya memikirkan dirinya sendiri  muncul ditengah-tengah permainan kompetitif. Hasilnya ? Ranking kalian akan menurun secara cepat dan game terasa jenuh karena sibuk memperhatikan satu pemain yang egois di dalam tim kalian sendiri.

Sebenernya ada solusi untuk menangani situasi seperti ini. Pertama, lihatlah jam terbang dari pemain itu, apakah dia seorang pemain yang sering bermain dengan peran support/tanker/carry ? Karena itu bisa menjadi patokan atas penilaian kita sesama pemain. Biasanya tim kalian akan mengalah atas peran yang dipakainya jika dia adalah pemain yang sering bermain dengan peran tersebut dan mengisi role yang kurang. Kedua, kalian bisa block pemain itu supaya kesempatan kalian bermain dengan dia di pertarungan selanjutnya sangat tipis.

Hero on Overwatch

Pemain ‘Overwatch’ yang Individualistis

Maksudnya gimana tuh pemain yang individualistis ? Pemain yang lebih memilih untuk bermain demi menonjolkan kemampuannya dalam menyerang, tanpa berkoordinasi dengan sesama anggota tim, atau misalnya menggunakan skill ultimate semau-maunya. Siapa yang sering ngalamin kejadian ini ?

Mungkin sebagian dari kalian yang menikmati game Overwatch tau, bahwa karakter Reinhardt mempunyai skill ‘charge’ yang mampu membuat musuhnya tersungkur sampai ketepian. Sayangnya ini kerap kali menjadi alasan kekalahan sebuah tim karena tidak adanya koordinasi dan kerjasama tim yang kerap kali tepisah dari anggotanya, dan memberikan celah kepada musuh untuk melakukan kill dengan skill yang bertubi-tubi. Taukan gimana nasib support jika kalian terpisah dengan tanker kalian atau anggota yang lain ? Support akan menjadi ‘santapan’ yang lezat bagi carry yang berperan sebagai penyusup dan menyerang bagian belakang anggota. Selain itu, ultimate skills dari karakter seperti Zenyata, Zarya, Mcree dan banyak lagi, memerlukan koordinasi tim yang solid dan timing yang pas untuk meng-counter ataupun melakukan team kill.

Pemain ‘Overwatch’ yang Mengabaikan Proiritas dalam Misi

Pemain yang satu ini sering kali ingin menonjolkan kemampuannya, tanpa memperdulikan tujuan utama game tersebut. Biasanya pemain dengan tipikal seperti ini lebih mementingkan skill individu, tanpa memperdulikan prioritas dalam mode yang terdapat dalam Overwatch. Percuma saja jika kalian mendapatkan kill yang banyak tetapi misi amburadul dalam menjalankan misi di Overwatch.

Mengingat Overwatch adalah sebuah game yang melebur dalam dua mode terpisah, Escort dan Assault. Escort mengharuskan kalian mengantarkan sebuah kendaraan dari satu tempat ke tempat tujuan akhir. Assault mengharuskan kalian menguasai suatu area ke area berikutnya. Tak hanya itu, mode yang terakhir adalah mode capture point yang mengharuskan kalian merebut dan mempertahankan satu area yang dibatasi oleh sebuah garis. Jika garis yang berwarna hijau itu sudah kalian kuasai, itu pertanda kalian harus mempertahankannya, dan jika terlihat garis berwarna merah, kalian harus berusaha merebut area tersebut.

Hero on Overwatch

Pemain ‘Overwatch’ yang Mencari ‘Kambing Hitam’

Pertempuran didalam game ini tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua pemain saja. Kalian pasti sudah tau hal ini kan ? Bahwa kemenangan yang didapat mengharuskan kalian berkoordinasi dan bekerja sama. Setiap pemain memiliki level dan kemampuannya masing-masing dan tidak semua pemain sedang berada dalam kondisi terbaik mereka, bisa saja gara-gara satu pemain, tim kalian jadi kalah. Jika kalian mendapatkan tim solid yang asik, yang terjadi adalah tim kalian akan mencari cara untuk menutupi kekurangan yang dimiliki oleh anggota timnya. Tapi enggak dengan pemain yang satu ini. Pemain ini akan mencari “kambing hitam” yang bisa dia salahkan, bahkan mencerca tanpa memberikan solusi.

Kemungkinan dari kekalahan bisa karena apa saja. Pemain semacam inilah yang sering membuat mood tim dan membuat tim semakin terpojok. Yang paling memungkinkan juga, Pemain yang sering mencari ‘kambing hitam”-lah yang membuat kekalahan pada tim sebagai kedok untuk menutupi kesalahannya.

Pemain ‘Overwatch’ yang ‘Leaver’, ‘Thrower’ dan ‘Griefer’

Dari ketiga pemain ini yang paling bisa dimaafkan adalah pemain yang leaver(putus dari koneksi permainan, baik disengaja, ataupun tidak sengaja), walaupun itu bisa membuat kalian jengkel. Karena, penyebab left from the game-nya itu sendiri tidak pernah kita tau secara pasti. Logikanya, mana ada pemain yang mau kehilangan rank-nya hanya karena meninggalkan satu pertempuran ? Akhirnya, kita hanya bisa berspekulasi, mungkin penyebabnya bukan karena kesengajaan dari, pemain melainkan masalah teknis dan yang lainnya. ‘Real life first, Overwatch, second’

Dua kasus yang akan kita bahas ini (‘Thrower‘ dan ‘Griefer‘), akan yang membuat banyak orang merasa kesal dan jengkel. Overwatch sendiri menerapkan sistem yang dapat mengurangi rank yang kalian capai dengan susah payah, apabila kalian melakukan hal yang dapat merugikan tim saat bermain. Tak cukup sampai situ, system yang bisa kamu pakai untuk melaporkan si pelaku juga tersedia di-menu option. Yang parahnya, ada beberapa pemain yang mengancam melakukan ‘throw’ karena tidak menyukai anggota timnya dan juga yang meminta bayaran untuk tidak melakukan ‘throw’. ‘WONG EDANN!

Itulah realitas umum yang mungkin pernah dialami para pemain Overwatch. Kalian bisa tambahin juga kok, tentang pengalaman kalian mendapatkan tim dan bertemu pemain yang seperti apa di kolom komentar.

Baca juga: Cara Menampilkan FPS (Frame Rate) di Dalam Games PC
.